Bandung, Optimaise News – Nenek berusia 88 tahun menjadi korban penjambretan di Gang Fatah 1, Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung pada Senin, 10 Agustus 2026. Pelaku mengambil kalung emas berbobot sekitar tiga gram yang dikenakan korban saat keduanya berduaan di mulut gang. Kejadian terjadi sekitar pukul 20.15 WIB, dan hingga kini pelaku belum ditangkap.
Inti artikel
- Pelaku mengambil kalung emas berbobot sekitar tiga gram yang dikenakan korban saat keduanya berduaan di mulut gang
- Kejadian terjadi sekitar pukul 20.15 WIB, dan hingga kini pelaku belum ditangkap
- Kejadian dimulai saat korban berjalan menuju mulut gang untuk menikmati suasana malam hari
Optimaise News merangkum kronologi yang dilaporkan oleh Kapolsek Andir. Korban keluar dari rumah hanya ingin mencari udara segar di sekitar tempat tinggalnya. Tidak ada aktivitas lain yang diketahui sehingga polisi mencatat ini sebagai kejadian biasa namun berdampak serius pada kelompok lansia di kawasan sempit tersebut.
Kronologi Malam Senin di Mulut Gang Fatah Maleber
Kejadian dimulai saat korban berjalan menuju mulut gang untuk menikmati suasana malam hari. Sesampainya di depan gang, seorang pengendara sepeda motor menghampiri dari arah berlawanan arus lalu lintas. Pelaku langsung merampas kalung emas yang tergantung di leher korban tanpa perlawanan lisan atau tangan.
Tarik kuat dari perhiasan tersebut membuat korban tersungkur hingga terkena luka lecet di siku. Korban kemudian dibawa petugas ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan dan visum. Pelaku tidak sempat mengatakan banyak kata sebelum melaju menjauh dengan motor.
Ciri Pelaku Tunggal dari CCTV dan Upaya Pengejaran Warga

Berdasarkan rekaman kamera pengawas di lokasi, polisi menetapkan pelaku beraksi seorang diri menggunakan kendaraan roda dua berwarna putih dengan jaket oranye. Warga sekitar yang melihat gerakan langsung memasuki mobil atau berjalan cepat mengejar. Jejak yang ditempuh menuju Bundaran Sudirman perlahan-hilang di perputaran lalu lintas padat, sehingga upaya pengejaran gagal.
Polisi mencatat rute pelarian ini sebagai penting untuk proses penyidikan. Kecepatan naiknya pelaku setelah menjambret perhiasan menjadi salah satu faktor yang memperlambat tindakan warga. Tim polisi kemudian fokus ke pengumpulan bukti dari setiap detik kejadian.
Kondisi Korban Usai Visum serta Barang yang Raib

Korban mengalami luka ringan di bagian siku dan menjalani pemeriksaan visum di rumah sakit terdekat. Kalung emas berbahan emas yang awalnya dikenakan hanya itu saja yang dirampas. Tidak ada korban luka serius dan korban dibebuskan pulang setelah status stabil.
Barang pribadi lainnya tetap aman di rumah. Polisi menekankan bahwa perhiasan berat tiga gram menjadi target utama yang terlihat mudah dibawa pelaku tanpa meninggalkan bekas digital yang mudah dilacak.
Langkah Olah TKP Polsek Andir yang Masih Berjalan
Polsek Andir sudah melaksanakan olah tempat kejadian perkara lengkap dengan pengumpulan rekaman CCTV dari waktu kedatangan pelaku hingga perginya. Tim Buser berinisiatif memeriksa wilayah sekitar untuk mengintensifkan pengejaran. Identitas pelaku hingga kini masih dalam proses penyidikan mendalam.
Optimaise News mencatat komitmen polisi untuk menindak kasus serupa yang menyasar kelompok lansia. Langkah ini mencakup koordinasi lintas wilayah untuk memantau kendaraan roda dua dengan ciri khas orang-orang tertentu. Warga disarankan ekstra waspada saat keluar malam hari, terutama di gang-gang permukiman yang sempit.






