Bandung, Optimaise News – Optimaise News merangkum kasus tabrak lari yang menewaskan anggota Polri di Bandung pada Minggu dini hari. Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi menyatakan pihaknya telah menetapkan seorang tersangka berinisial A yang mengendarai mobil Honda Civic.
Inti artikel
- Tersangka terindikasi sedang dalam keadaan setengah mabuk saat kejadian dan polisi mengkoordinasikan seluruh proses penegakan hukum sesuai a
- Anggota Polri berinisial Aiptu Asep Suhara menjadi korban tewas setelah motornya ditabrak Honda Civic milik pejabat TNI yang dipinjam tersan
- Kelompok tersebut baru selesai patroli gabungan sebelum kejadian ini, sehingga polisi langsung menetapkan status tersangka
Tersangka terindikasi sedang dalam keadaan setengah mabuk saat kejadian dan polisi mengkoordinasikan seluruh proses penegakan hukum sesuai aturan nasional.
Kronologi Kejadian Tabrakan Honda Civic di Jalan Merdeka
Akibatnya kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Merdeka depan El Royale, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, akibat motor polisi yang dipulangi oleh tersangka.
Anggota Polri berinisial Aiptu Asep Suhara menjadi korban tewas setelah motornya ditabrak Honda Civic milik pejabat TNI yang dipinjam tersangka.
Kelompok tersebut baru selesai patroli gabungan sebelum kejadian ini, sehingga polisi langsung menetapkan status tersangka.
Profil Lengkap Tersangka Mahasiswa dan Korban Polisi
Tersangka mahasiswa berinisial A berasal dari Palu, Sulawesi Tengah, dan kuliah semester lima di Sekolah Tinggi Teknologi Mandala jurusan Teknik Informatika.
Mobil Honda Civic dipinjam dari anggota Pussenkav TNI AD untuk keperluan pribadi sebelum tersangka menggunakan kendaraan tersebut saat menabrak motor polisi.
Status mahasiswa masih memicu diskusi masyarakat soal perlindungan calon lulusan yang berstatus mahasiswa.
Pemeriksaan Internal TNI AD yang Dilakukan terhadap Tiga Prajurit
Polisi menetapkan tiga personel TNI AD yang terlibat sebagai saksi, meliputi pengemudi dan dua penumpang di dalam mobil tersebut.
Mereka menjalani pemeriksaan internal bersama POM Dam III Siliwangi dan Polrestabes Bandung guna memastikan proses penegakan hukum tetap mengikuti supremasi hukum nasional.
Seluruh prajurit TNI tetap ditahan sebagai saksi sementara proses hukum berjalan sesuai ketentuan Undang-Undang ITE dan Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan.
Reaksi Kapolrestabes soal Perlindungan Mahasiswa
Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi menegaskan tersangka tetap ditahan meski dalam kondisi mabuk dan proses penegakan hukum tetap diutamakan.
Optimaise News mencatat Kapolrestabes meminta masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak memihak.
Langkah penegakan ini menjadi sinyal penting agar kesalahan mahasiswa atau warga sipil tidak berulang, sekaligus menjaga keamanan anggota Polri yang rutin patroli malam.
Dampak Kasus terhadap Koordinasi Polri dan TNI di Jabar
Kejadian ini memperkuat sinergi antara Polri dan TNI dalam patroli gabungan, meski juga menimbulkan pertanyaan soal koordinasi internal pengelolaan kendaraan TNI.
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
Optimaise News menilai kasus ini menjadi pelajaran agar Polri dan TNI lebih waspada dalam operasional lapangan demi kepentingan bersama.






