Bandung, Optimaise News – Wilayah selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diguncang rangkaian tiga getaran dangkal pada Rabu, 12 Agustus 2026. Gempa terkini kembali menggoyang Bandung Selatan tercatat Magnitudo 2,2 pukul 16.10 WIB, dengan pusat di darat sekitar 25 kilometer selatan Bandung dan kedalaman hanya lima kilometer.
Inti artikel
- Wilayah selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diguncang rangkaian tiga getaran dangkal pada Rabu, 12 Agustus 2026
- Intensitas di Pengalengan mencapai skala II-III MMI, setara getaran di dalam rumah yang terasa nyata seperti truk melintas
- Kronologi di hari yang sama membentuk pola berulang dangkal lokal, bukan kejadian tunggal
Intensitas di Pengalengan mencapai skala II-III MMI, setara getaran di dalam rumah yang terasa nyata seperti truk melintas. Optimaise News merangkum data BMKG: guncangan itu menjadi episode ketiga di zona yang sama hari tersebut, setelah getaran pagi dan sore, tanpa laporan kerusakan bangunan yang masuk ke otoritas.
Urutan Tiga Getaran Selatan Bandung 12 Agustus 2026
Kronologi di hari yang sama membentuk pola berulang dangkal lokal, bukan kejadian tunggal. Pagi hari pukul 09.25 WIB BMKG mencatat Magnitudo 3,0 dengan pusat sekitar 26 kilometer selatan Kabupaten Bandung dan kedalaman 10 kilometer.
Sore hari menyusul Magnitudo 3,0 pukul 15.01 WIB, episenter sekitar 27 kilometer selatan Kabupaten Bandung di kedalaman empat kilometer. Kemudian pukul 16.10 WIB muncul Magnitudo 2,2 yang lebih dangkal lagi, lima kilometer, di jarak 25 kilometer selatan Bandung.
Ketiga sumber berada di darat zona selatan Bandung. Waktu berdekatan membuat warga merasakan frekuensi getaran dalam satu hari, meski magnitudo relatif kecil.
Data BMKG: Magnitudo, Jarak, dan Kedalaman Masing-masing

Analisis BMKG menempatkan episenter-episenter itu di jalur darat selatan Kabupaten Bandung. Magnitudo sore terakhir 2,2 datang paling dangkal (lima kilometer), sehingga rambatan ke permukaan lebih terasa di Pengalengan meski angkanya lebih kecil dari dua getaran M3,0 sebelumnya.
Jarak horizontal relatif mirip: 25 hingga 27 kilometer selatan Bandung. Kedalaman bervariasi dari empat hingga 10 kilometer. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan terkait rangkaian hari itu.
Laporan masyarakat di Pangalengan juga mengarah pada intensitas II-III MMI. Parameter tersebut membantu membedakan getaran lokal dangkal dari gempa laut yang lebih dalam di selatan Jawa Barat pada pejada sebelumnya.
Apa Artinya Skala II-III MMI di Pengalengan

Skala II-III MMI menggambarkan intensitas yang dirasakan orang di dalam rumah, bukan kerusakan struktural. Di level itu, getaran terkuat digambarkan nyata seolah ada truk melintas; sebagian warga merasakan versi lebih lemah.
Bagi penghuni rumah di Pengalengan, arti praktisnya adalah getaran cukup untuk menarik perhatian atau memicu kewaspadaan singkat, tanpa otomatis berarti bangunan retak. Intensitas ini juga tercatat pada beberapa gempa sepekan di kawasan Bandung yang lebih luas.
Penting memisahkan skala MMI (dirasakan) dari magnitudo (energi di sumber). Magnitudo kecil namun dangkal bisa merasakan II-III MMI di dekat episenter, sementara gempa lebih besar di laut kadang hanya terasa II MMI di dataran tinggi.
Pola Gempa Jawa Barat Sepekan Terakhir
Sejak pekan lalu gempa sering tercatat di Bogor, Sukabumi, dan Kabupaten Bandung. Selain rangkaian dangkal selatan Bandung, data sepekan mencakup gempa M5,2 pada 5 Agustus 2026 di perairan selatan Jawa Barat kedalaman 14 kilometer, tanpa potensi tsunami.
Mekanisme M5,2 disebut oblique-thrust fault oleh Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto. Skala II-III MMI terasa di Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk; skala II MMI di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhan Ratu.
Sebelumnya, 4 Agustus 2026, gempa M4,1 pukul 15.55 WIB dengan kedalaman 23 kilometer dari laut selatan turut memperkaya frekuensi guncangan regional. Sintesis ini memperlihatkan mix antara aktivitas lokal dangkal dan sumber laut yang lebih kuat, dalam rentang waktu pendek.
Pernyataan BBMKG soal Sesar Aktif Dangkal
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto menyatakan gempa dangkal hari itu akibat aktivitas sesar aktif. Penilaian itu menempatkan sumber di jalur patahan lokal dangkal, sejalan dengan kedalaman empat hingga 10 kilometer pada tiga getaran selatan Bandung.
Pola sesar aktif dangkal di Jawa Barat sudah pernah dikaitkan dengan rangkaian kecil berulang di zona-zona berbeda, misalnya referensi historis aktivitas di jalur seperti Garsela atau Cirata pada kejadian lain. Untuk hari ini, penekanan tetap pada parameter BMKG terbaru: tiga episenter darat berdekatan tanpa laporan kerusakan.
Warga di Pengalengan dan kecamatan sekitar disarankan tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan getaran susulan dangkal, sambil mengikuti kanal resmi BMKG. Magnitudo kecil tidak meniadakan rasa di rumah jika sumber sangat dangkal.






