Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie Cuma 4 Hari

Hotman Paris jadi pengacara Febrie cuma 4 hari lalu mundur di RS Medistra, 23 Juli 2026. Alasan saraf berisiko lumpuh pasca operasi Singapura, diganti Massagus.

Author Image

Adel

Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie Cuma 4 Hari

– Hotman Paris resmi mundur sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah di RS Medistra, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026. Ia baru bergabung empat hari sebelumnya. Pengumuman itu langsung mengejutkan karena dilakukan di ruang rawat, bukan di kantor hukum.

Inti artikel

  • Hotman Paris resmi mundur sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah di RS Medistra, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026
  • Ia baru bergabung empat hari sebelumnya
  • Pengumuman itu langsung mengejutkan karena dilakukan di ruang rawat, bukan di kantor hukum

Krisis kesehatan jadi pemicu utama. Dokter di Singapura marah karena Hotman tetap bekerja usai operasi saraf terjepit. Ia takut kondisi makin parah hingga saraf ke kaki lumpuh. Keesokan harinya Hotman berangkat berobat lanjutan ke sana.

Peringatan Dokter Singapura dan Risiko Saraf yang Memaksa Keluar

Operasi saraf terjepit dilakukan 9 Juli 2026 di rumah sakit Novena, Singapura. Dokter melarang Hotman Paris bekerja penuh selama dua minggu agar saraf pulih. Larangan itu diabaikan ketika ia mulai mendampingi Febrie.

Empat hari terakhir kondisi memburuk. Dokter di Singapura menegur keras lewat telepon. Hotman mengaku takut saraf menjalar ke kaki dan otak hingga lumpuh total. Ia bilang, “saya takut nanti lumpuh, mau kerja juga sudah tidak bisa.”

Peringatan itu membuat prioritas beralih ke pengobatan. Hotman memutuskan tidak menunggu lagi meski kasus Febrie masih baru berjalan. Ia jadwalkan keberangkatan ke Singapura pada 24 Juli 2026.

Perjalanan Singkat Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie

Perjalanan Singkat Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie
Ilustrasi Perjalanan Singkat Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie.

Hotman Paris muncul sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah pada 17 Juli 2026. Saat itu ia masih memakai kursi roda usai operasi. Dua hari kemudian, 20 Juli, ia sempat minta maaf soal polemik lama dengan wartawan.

Pada 21 Juli Hotman sudah memberitahu Febrie bahwa kesehatan memburuk. Ia rencanakan mundur. Namun Febrie meminta ditunda beberapa hari agar tim hukum sempat diatur. Permintaan itu tidak diikuti penuh.

Baru empat hari sejak resmi paris jadi pengacara, Hotman mengumumkan pengunduran diri. Timeline padat ini jarang dibahas utuh di media lain. Optimaise News merangkai alur 9 Juli operasi, 17 Juli mulai kerja, 23 Juli mundur sebagai satu kesatuan.

Permintaan Bertahan versus Keputusan Berobat ke Singapura

Permintaan Bertahan versus Keputusan Berobat ke Singapura
Ilustrasi Permintaan Bertahan versus Keputusan Berobat ke Singapura.

Febrie Adriansyah sempat memohon Hotman bertahan minimal beberapa hari lagi. Di luar itu, pihak yang menyebut Hotman sebagai “pemecah ombak” juga minta ia tetap di tim setidaknya beberapa minggu. Tekanan ganda ini datang bersamaan.

Hotman menolak. Ia bilang kesehatan lebih dulu. Ancaman lumpuh dari dokter Singapura lebih berat dibanding permintaan bertahan. Keputusan berobat lanjutan diambil tanpa kompromi.

Alasan Hotman Paris mau jadi pengacara eks Jampidsus sebelumnya disebut karena kasusnya menantang. Namun setelah empat hari, beban kesehatan memaksa keluar. Ia tidak ingin kondisi saraf makin parah hanya demi satu perkara.

Massagus Farizi and Partners Ambil Alih Kuasa Hukum Febrie

Pengganti Hotman disebut dari kantor Massagus Farizi and Partners. Massagus sendiri pensiunan jaksa senior. Tim itu langsung disiapkan agar pendampingan Febrie tidak terputus lama.

Pergantian secepat ini punya implikasi praktis. Febrie kehilangan figur publik paling menonjol di tim hukum hanya dalam empat hari. “Dream case” yang sempat dibicarakan kini kehilangan daya tarik media. Pembelaan tetap jalan lewat tim baru, tapi perhatian publik bisa berkurang.

Hotman menekankan ia sudah berkomunikasi baik dengan Febrie. Tidak ada konflik. Hanya kesehatan yang memaksa keluar. Massagus Farizi and Partners kini memegang tanggung jawab penuh atas pendampingan di kasus ASABRI-TPPU.

Latar Kasus ASABRI-TPPU Febrie Adriansyah dan Polemik Sebelumnya

Febrie Adriansyah berstatus tersangka dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait pengelolaan dana ASABRI. Kasus ini sudah lama menarik perhatian karena melibatkan mantan pejabat kejaksaan tinggi.

Sebelum Hotman bergabung, muncul polemik ucapan “lu punya otak nggak” yang dilontarkan ke wartawan. Laporan polisi sempat dibuat. Hotman sempat minta maaf pada 20 Juli 2026, dua hari sebelum mundur.

Konteks pergantian kuasa hukum secepat ini jarang dibahas utuh. Bagi pembaca awam, mundurnya Hotman berarti Febrie kehilangan wajah paling dikenal di pengadilan. Tim baru harus cepat menguasai berkas agar proses tidak tertunda.

Tanya Jawab Seputar Mundurnya Hotman Paris
Mengapa Hotman Paris mundur hanya empat hari setelah jadi pengacara Febrie?
Kondisi kesehatan memburuk pasca operasi saraf terjepit di Singapura. Dokter marah karena ia tetap bekerja dan ia takut saraf ke kaki lumpuh.
Siapa yang menggantikan Hotman Paris di tim kuasa hukum Febrie?
Pengganti berasal dari Massagus Farizi and Partners, kantor yang dipimpin pensiunan jaksa senior. Tim itu langsung disiapkan agar pendampingan berlanjut.
Apakah Febrie meminta Hotman bertahan?
Ya. Febrie sempat minta penundaan beberapa hari. Pihak lain yang menyebut Hotman “pemecah ombak” juga minta ia tetap di tim beberapa minggu. Hotman menolak demi pengobatan.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.