Batam, Optimaise News – Optimaise News melaporkan penyelundupan narkoba yang digagalkan di perairan Tanjung Berakit, Kepulauan Riau. Pihak Koarmada RI berhasil menghadang kapal MV King Sun bendera Tanzania yang mencoba menyisipkan narkotika ke wilayah Indonesia pada 6 Agustus 2026.
Inti artikel
- Deteksi melalui radar AIS dan alat SeaVision menjadi kunci utama
- Kapal asing itu berputar-putar di sekitar kepulauan Kepri sebelum akhirnya dicegat dan diarahkan ke dermaga Mako Kodiral IV di Batam
- Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata memimpin konferensi pers yang mengungkapkan hasil sita
Deteksi melalui radar AIS dan alat SeaVision menjadi kunci utama. Kapal asing itu berputar-putar di sekitar kepulauan Kepri sebelum akhirnya dicegat dan diarahkan ke dermaga Mako Kodiral IV di Batam.
Tim Pimpinan Koarmada RI Melakukan Konferensi Pers
Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata memimpin konferensi pers yang mengungkapkan hasil sita. Dari barang bukti yang berhasil diamankan ada 65 karung berat total sekitar 1,3 ton yang diduga mengandung zat ketamin.
Nilai estimasi barang bukti yang disita mencapai puluhan triliun rupiah berdasarkan harga pasar yang berlaku.
Kondisi Deteksi Kapal MV King Sun Sebelum Dicegat
KRI Kerambit-627 dari unsur Guspurla Koarmada I menjadi pelapor awal. Kapal itu mendeteksi anomali arah dari MV King Sun yang asalnya masuk dari Thailand.
Dokumen kapal semula menyebut tujuan ke luar negeri, namun aktivitasnya masih didalami lebih lanjut.
Proses Pemeriksaan Barang Bukti Menggunakan Teknologi Canggih
Setelah diderek, kapal digiring ke dermaga Mako Kodiral IV Batam. Pemeriksaan tim gabungan dari berbagai lembaga penegak hukum dilakukan secara intensif.
Alat forensik digital X-Ray dan pemeriksaan langsung di basement lambung 7 menemukan barang bukti tersembunyi di sana pada 7 Agustus 2026.
Kondisi Awak Kapal yang Diamankan
Delapan awak MV King Sun diamankan setelah proses pemeriksaan lengkap. Mereka terdiri dari satu warga negara asing asal Taiwan serta tujuh warga negara asing dari Myanmar.
Semua masih menjalani pemeriksaan intensif termasuk penggunaan alat elektronik dan dokumen kapal.







