Munideh Istri Abdurrahman Pasrah, Desak Hak Manifes KM Mutiara

Munideh istri Abdurrahman pasrah atas suami hilang di KMP Mutiara Sentosa 2. Tiba Surabaya 10 Agustus 2026 desak data manifes; ALP akui catatan resmi.

Author Image

Adel

Munideh Istri Abdurrahman Pasrah, Desak Hak Manifes KM Mutiara

– Munideh, istri Abdurrahman sopir logistik, tiba di Surabaya Senin 10 Agustus 2026 dan menyatakan pasrah serta ikhlas menerima takdir suami yang masih hilang usai insiden KMP Mutiara Sentosa 2. Ia warga Sampang yang nekat terbang dari Jakarta demi menuntut kejelasan data manifes penumpang di kantor PT Atosim Lampung Pelayaran.

Inti artikel

  • Ia warga Sampang yang nekat terbang dari Jakarta demi menuntut kejelasan data manifes penumpang di kantor PT Atosim Lampung Pelayaran
  • Optimaise News merangkum perjuangan keluarga yang menempatkan hak data akurat sebagai fokus utama kasus ini
  • Saat ditemui di Surabaya, Munideh menekankan tujuan kedatangannya semata memperjuangkan hak keluarga

Kedatangan itu digelar setelah nama Abdurrahman semula absen dari rilis resmi data evakuasi otoritas, meski keluarga menyimpan foto unit kendaraan naik kapal beserta bukti pembelian tiket resmi. Optimaise News merangkum perjuangan keluarga yang menempatkan hak data akurat sebagai fokus utama kasus ini.

Munideh ke Surabaya Tuntut Kejelasan Manifes

Saat ditemui di Surabaya, Munideh menekankan tujuan kedatangannya semata memperjuangkan hak keluarga. Ia menambahkan harapan agar jika suami belum ditemukan, dirinya sudah rela menerima takdir yang terjadi.

Rekan kerja Abdurrahman ikut mendampingi. Mereka bersama-sama meminta Ditjen Perhubungan Laut serta pihak berwenang memeriksa secara mendalam dugaan kelalaian pencatatan tiket dan data penumpang oleh operator kapal.

Di rumah duka, keluarga sudah menggelar doa tahlilan bersama. Suasana itu menggambarkan ketenangan yang dipilih Munideh meski status suami masih belum final.

ALP Akui Catatan Manifes Usai Kunjungan Keluarga

PT ALP pada akhirnya mengakui Abdurrahman tercatat resmi di manifes penumpang KMP Mutiara Sentosa 2. Pengakuan tersebut mematahkan pernyataan awal Basarnas dan Kemenhub yang sebelumnya menyebut seluruh penumpang sudah dievakuasi.

Perwakilan PT Lintas Karya Logistik, Tarjo, menjelaskan kepastian status itu diperoleh setelah perusahaan bersama kuasa hukum keluarga datang ke kantor ALP di Jalan Perak Timur Surabaya pada Sabtu 8 Agustus 2026. Langkah tatap muka itu membuka akses data yang semula tertutup.

Bagi pelaku usaha logistik skala kecil-menengah, kasus ini menjadi pengingat bahwa keakuratan manifes kapal menentukan kepastian status karyawan yang sedang bertugas. Ketidakcocokan data bisa memperpanjang penderitaan keluarga di lapangan.

Penyelidikan Ditpolairud dan Desakan Usut Lengah Data

Kasus selisih data manifes serta laporan hilangnya Abdurrahman kini ditangani Ditpolairud Polda Jatim dalam tahap penyelidikan. Otoritas diminta menuntaskan pemeriksaan tanpa celah agar kejadian serupa tidak berulang.

Munideh dan rekan-rekan Abdurrahman terus menekankan perlunya audit menyeluruh atas proses pencatatan tiket. Mereka berharap hasilnya memberi kepastian hukum sekaligus mencegah korban lain dari industri angkutan laut.

Tanggal Peristiwa Kunci Pihak Terkait
8 Agustus 2026 Kunjungan ke kantor ALP Perak Timur, status manifes dikonfirmasi PT Lintas Karya Logistik, kuasa hukum keluarga, ALP
10 Agustus 2026 Munideh tiba Surabaya, desak hak data Munideh, rekan kerja
Pasca-insiden Penyelidikan selisih manifes dimulai Ditpolairud Polda Jatim
Pasca-pengakuan Nama Abdurrahman diakui di manifes resmi PT ALP

Optimaise News mencatat bahwa perjuangan keluarga berfokus pada transparansi data penumpang. Langkah itu memberi pelajaran praktis bagi UMKM logistik yang rutin mengirim sopir melalui kapal roro.

Dengan pengakuan ALP yang muncul belakangan, pernyataan awal soal evakuasi total tersanggah. Keluarga kini menunggu hasil penyelidikan formal sambil mempertahankan sikap pasrah yang sudah diungkapkan Munideh.

Desakan ke Ditjen Perhubungan Laut diharapkan menghasilkan perbaikan sistem pencatatan. Data akurat menjadi hak dasar penumpang dan penjamin ketenangan keluarga di darat.

Hingga kini, sikap ikhlas Munideh tetap dijaga. Ia menempuh jalur formal di Surabaya agar nasib suami mendapat kejelasan tanpa spekulasi.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.