Jessie Cari Ibu Anisa di Surabaya, Alamat Gang VII Hilang

Andreas alias Jessie lahir 1979 di Soetomo, bawa minuta adopsi Belanda. Alamat Wonokromo gang VII tak ada, notaris penerus dan kelurahan menolak buka arsip.

Author Image

Adel

Jessie Cari Ibu Anisa di Surabaya, Alamat Gang VII Hilang

– Dokumen pengadilan Belanda yang dibawa Andreas, nama kecil Jessie, menunjuk alamat ibu di Wonokromo Baru Gang VII Nomor 9 Surabaya. Alamat itu tidak pernah ditemukan, notaris penerus menolak membuka arsip lengkap, sementara wakil wali kota dan LSM ikut menelusuri jejak ibu kandung kelahiran 1979.

Inti artikel

  • Dokumen pengadilan Belanda yang dibawa Andreas, nama kecil Jessie, menunjuk alamat ibu di Wonokromo Baru Gang VII Nomor 9 Surabaya
  • Soetomo, Surabaya, pada 1979 dari wanita asal Wonokromo tanpa identitas ayah yang diketahui
  • Tidak lama setelah lahir ia dibawa ke Belanda sebagai bayi, lalu putus kontak dengan ibu kandung

Optimaise News merangkum, pria asal Belanda itu kembali ke Surabaya untuk mencari Anisa Solihin setelah terpisah puluhan tahun. Pencarian mengacu pada surat keterangan lahir dan minuta akta penyerahan anak yang diduga terkait praktik adopsi lintas negara.

Dokumen notaris dan saksi yang jadi petunjuk awal

Jessie lahir di RSUD dr. Soetomo, Surabaya, pada 1979 dari wanita asal Wonokromo tanpa identitas ayah yang diketahui. Tidak lama setelah lahir ia dibawa ke Belanda sebagai bayi, lalu putus kontak dengan ibu kandung.

Selain surat lahir, ia memegang minuta akta penyerahan anak. Dokumen itu mencantumkan notaris Alvian Yahya, saksi Martha Kaitonda di Jalan Petemon Nomor 111 Surabaya, dan Muntamah di Desa Kalijaten, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Rantai bukti ini menjadi peta penelusuran: surat lahir, minuta, dua saksi, dan notaris yang sudah meninggal. Alvian Yahya digantikan penerus bernama Widiyo. Jessie mengaku dokumen itu miliknya sendiri, namun Widiyo menolak menyerahkan salinan lengkap karena menilai bukti hubungan darah belum cukup kuat.

Alamat Wonokromo dan penolakan kelurahan buka arsip

Pada dokumen, Anisa Solihin tercatat di Wonokromo Baru Gang VII Nomor 9. Jessie menelusuri lokasi dan mengonfirmasi ke Kelurahan Wonokromo. Alamat itu tidak ditemukan.

“Dan pihak kelurahan juga tidak mau membuka dokumen itu secara lengkap kepada saya. Saya tidak tahu kenapa, mungkin karena protokol di mana mereka bilang tidak punya kuasa untuk membuka dokumen itu,” jelas Jessie, Sabtu (8/8/2026).

Batas kewenangan jadi kendala nyata. Kelurahan berdalih protokol dan ketiadaan kuasa membuka arsip sipil. Notaris penerus berpegang pada standar bukti identitas. Pemda setempat, lewat aspirasi warga, bisa menjembatani verifikasi alamat administratif tanpa menggantikan kewenangan arsip notaris.

Pendampingan MOTK serta laporan ke Rumah Aspirasi Armuji

Pendiri LSM Mencari Orang Tua Kandung (MOTK), Ana Maria, menyatakan alamat di akta tidak ditemukan di Surabaya. Lembaga itu mendampingi Jessie dalam penelusuran lapangan.

Jessie melapor ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Armuji menghubungi camat Wonokromo. Keterangan yang diterima: Wonokromo Baru hanya sampai gang VI, tidak ada gang VII, dan tidak pernah tercatat Anisa Solihin di wilayah tersebut.

Armuji berjanji akan menghubungi Jessie jika muncul kabar atau petunjuk keberadaan ibu maupun keluarga. Cuplikan pernyataan terkait juga beredar lewat tangkapan layar YouTube @Armuji.

Motif pencarian serius setelah 1,5 tahun

Jessie pertama kali ke Indonesia sekitar 20 tahun lalu tanpa niat mencari keluarga. Pada 2024 ia kembali ke Surabaya bersama istri dan anak, membawa dokumen pengadilan Belanda sebagai petunjuk awal.

Ia mengaku baru serius mencari ibu kandung sejak satu setengah tahun terakhir. “Saya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Saya ingin bertemu ibu kandung saya, mengenalnya, memahami kisah hidup saya, dan mengetahui apakah saya memiliki saudara atau keluarga lain di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam rangkuman Optimaise News, langkah terverifikasi yang sudah dilalui mencakup cek dokumen Belanda, verifikasi saksi di Petemon dan Sidoarjo, konfirmasi kelurahan, pendekatan ke notaris penerus, dampingan MOTK, dan laporan aspirasi ke Armuji. Titik macet saat ini ada di akses arsip dan ketidaksesuaian alamat historis, bukan pada absennya niat pencari.

FAQ
Siapa yang dicari Jessie di Surabaya?
Ibu kandungnya yang tercatat bernama Anisa Solihin, WNI asal Wonokromo, Surabaya. Jessie lahir 1979 di RSUD dr. Soetomo tanpa identitas ayah yang diketahui.
Mengapa alamat di dokumen sulit dilacak?
Dokumen menyebut Wonokromo Baru Gang VII Nomor 9. Camat menyampaikan wilayah itu hanya sampai gang VI, alamat tidak ditemukan, dan Anisa Solihin tidak tercatat. Kelurahan menolak membuka arsip lengkap dengan alasan protokol.
Siapa yang mendampingi dan menindaklanjuti laporan?
LSM MOTK melalui Ana Maria mendampingi penelusuran. Jessie juga lapor ke Rumah Aspirasi Armuji, yang berjanji memberi kabar bila muncul petunjuk keluarga.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.