Depok, Optimaise News – Maryam, lulusan sarjana ekonomi asal Depok, beralih dari marketing properti menjadi caregiver sejak 2025 setelah akhir 2024 menemani anaknya di bangsal RS dan menyaksikan lansia sepi tanpa pendamping dari pagi hingga sore. Ia kini melayani 2-3 pasien sehari di Jabodetabek dengan durasi 4-24 jam, siap berangkat pukul 06.00 atau bahkan 03.00 usai sahur, meraih tarif Rp45 ribu per jam atau sekitar Rp500 ribu sehari setara Rp15 juta sebulan.
Inti artikel
- Mayoritas klien adalah keluarga pasien lansia yang tetap bekerja sehingga membutuhkan pendamping siang hari
- Maryam menekankan bahwa pasien butuh ditemani ngobrol sebagai support system, bukan sekadar ganti popok yang bisa dikerjakan suster
- Optimaise News merangkum perjalanan ini sebagai contoh peluang usaha mandiri di sektor perawatan
Mayoritas klien adalah keluarga pasien lansia yang tetap bekerja sehingga membutuhkan pendamping siang hari. Maryam menekankan bahwa pasien butuh ditemani ngobrol sebagai support system, bukan sekadar ganti popok yang bisa dikerjakan suster. Optimaise News merangkum perjalanan ini sebagai contoh peluang usaha mandiri di sektor perawatan.
Maryam Belajar Otodidak Lewat Video Tanpa Latar Kesehatan
Tanpa background profesional di bidang kesehatan, Maryam menguasai keterampilan caregiver secara mandiri melalui video edukasi. Awalnya ia kesulitan mengganti popok lansia karena bobot tubuh jauh berbeda dari anaknya dan tanpa pelatihan formal. Pengalaman pribadi di RS memicu keyakinan bahwa kehadiran teman lebih penting daripada hanya layanan fisik rutin.
Proses belajar berlangsung intensif sebelum ia mulai menerima klien. Video-video praktis membantunya memahami pola komunikasi dengan lansia yang sering merasa kesepian. Langkah ini membuka jalan bagi transformasi karier yang sebelumnya berfokus pada properti.
Akun Instagram Picu Lonjakan Permintaan Jasa Caregiver
Unggahan video di RS lewat akun Instagram @myambu.caregiver memicu gelombang permintaan jasa secara cepat. Banyak keluarga mencari pendamping harian karena jadwal kerja mereka tidak memungkinkan menunggu pasien sepanjang waktu. Maryam menanggapi pesan langsung untuk mengatur jadwal di wilayah Jabodetabek.
Rutinitasnya mencakup perjalanan pagi hari hingga shift panjang. Ia menyesuaikan diri dengan kebutuhan spesifik setiap pasien, mulai dari percakapan ringan hingga pendampingan makan. Pendekatan ini membedakan layanannya dari suster konvensional yang lebih terfokus pada prosedur medis.
Tim Caregiver Bertambah Jadi 10 Orang dalam Dua Bulan
Dalam dua bulan terakhir Maryam merekrut tim caregiver dan babysitter total sekitar 10 orang melalui DM Instagram. Perekrutan ini membantu memenuhi permintaan yang terus meningkat dari keluarga yang sibuk. Model bisnis sederhana ini cocok bagi pelaku usaha mikro yang ingin ekspansi tanpa modal besar di awal.
Setiap anggota tim dilatih mengikuti standar yang ia terapkan sendiri. Fokus tetap pada peran sebagai teman berobat, memastikan pasien tidak merasa terasing selama jam-jam sepi. Hasilnya pendapatan stabil mencapai Rp15 juta sebulan sambil membuka lapangan kerja tambahan.







