Jakarta, Optimaise News – Yayasan Sekolah Jaksel bantah polemik temuan 995 senjata airsoft dengan alasan tidak ada konflik antar pendiri. Kekuasaan Alvon Kurnia Palma menyatakan ini menjaga visi yayasan mencetak anak saleh.
Inti artikel
- Yayasan Sekolah Jaksel bantah polemik temuan 995 senjata airsoft dengan alasan tidak ada konflik antar pendiri
- Kekuasaan Alvon Kurnia Palma menyatakan ini menjaga visi yayasan mencetak anak saleh
- Adam Malik, Mahwardi Labae, dan Suro Pak Suro yang berusia 104 tahun disebut sebagai pendiri yang masih hidup bersama
Adam Malik, Mahwardi Labae, dan Suro Pak Suro yang berusia 104 tahun disebut sebagai pendiri yang masih hidup bersama. Bukti ini menyangkal dugaan polarisasi yang mengganggu keamanan sekolah swasta Jakarta Selatan.
Tekanan Perspektif Orang Tua UMKM
Dalam lingkungan bisnis kecil, orang tua siswa khawatir keamanan anak menjadi prioritas utama. Yayasan Sekolah Jaksel tetap tegas karena mengklaim temuan senjata itu terkait kerja sama sebelumnya saja. Gudang penyimpanan digunakan untuk ekskul menembak tahun 2020 dengan tim pengurus lama. PT Lokta Karya Perbakin sebagai pengelola klaim memiliki lisensi resmi nomor SI/5483-XII/2008 sejak Desember 2008.
Direktur IWD pun membantah penggunaan dana secara pribadi. Argumen ini berbeda dengan tudingan yang mengaitkan yayasan dengan fasilitas keluarga. Menurut Hermawanto sebagai pengacara yayasan, bukti kredit bank yang dibangun di atas nama yayasan justru untuk kepentingan bersama. Tidak ada bukti yang menghubungkan dengan kepentingan pribadi.
Reaksi Komnas Anak soal Keamanan Sekolah
Komnas Anak DKI mengingatkan bahwa tempat pendidikan seharusnya menjadi zona aman bagi anak. Yayasan Sekolah Jaksel siap berkolaborasi dengan polisi. Tim investigasi sudah turun sejak Juli 2026 hingga Polres Metro Jakarta Selatan. Tugas ini dilakukan agar kasus tidak berlarut dan sekolah dapat fokus pada edukasi.
Pembina Bu N mengambil kendali fisik April 2026. Langkah ini mengakhiri mandat pembina sebelumnya dengan alasan administrasi dan keamanan. Proses transisi ini bertujuan menjaga stabilitas yayasan yang dikenal sebagai lembaga pendidikan swasta berkualitas.
Implikasi Lebih Luas untuk Pendidikan Anak
Di tengah maraknya isu keamanan dan konflik pendiri, yayasan ini menekankan pentingnya transparansi. Semua aktivitas senjata tetap terkendali sesuai lisensi. Warga sekitar dan orang tua bisa merasa yakin dengan sistem pengelolaan yang ketat. Pendidikan tetap menjadi prioritas utama tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berjalan.







