Jakarta, Optimaise News – Pembalap Honda Team Asia Veda Ega Pratama menembus kerumunan dan insiden di Moto3 Grand Prix Inggris 2026. Ia start grid ke-15 di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026) malam WIB, lalu finis kesembilan dan mengamankan tujuh poin.
Inti artikel
- Pembalap Honda Team Asia Veda Ega Pratama menembus kerumunan dan insiden di Moto3 Grand Prix Inggris 2026
- Ia start grid ke-15 di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026) malam WIB, lalu finis kesembilan dan mengamankan tujuh poin
- Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul itu langsung naik ke posisi 11 setelah start
Dalam rangkuman Optimaise News, comeback enam posisi itu mempertahankan Veda di peringkat keenam klasemen sementara dengan 97 poin, hanya 18 poin di belakang Marco Morelli di urutan kelima. David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) juara balapan usai duel ketat hingga lap terakhir.
Seri puluhan tapi payoff saat finis P9 di Silverstone
Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul itu langsung naik ke posisi 11 setelah start. Jarak antarpebalap dari pemenang hingga peringkat 22, menurut data Dorna di awal balapan, sempat tidak sampai satu detik.
Veda sempat naik-turun dan berada di posisi 13 menjelang putaran ketujuh. Saat sejumlah pebalap di depan crash di putaran keenam, ia sempat mengamankan urutan ketujuh, lalu turun lagi ke barisan grup kedua.
Di putaran terakhir ia merangsek ke P7, sebelum kehilangan sedikit posisi di detik-detik akhir dan menyalip Matteo Bertelle di garis finis dengan selisih sangat tipis. Hasil itu mengunci P9 Top 10, jauh lebih baik dari start P15.
Kesalahan yang menghilangkan kontak dengan grup depan

Rencana awal Veda adalah bertahan di rombongan terdepan. Ia mengaku percaya diri dengan bagian depan sepeda motor dan kompon medium sepanjang balapan.
“Balapan hari ini berjalan dengan baik. Sejujurnya, saya memiliki kepercayaan diri yang sangat baik, terutama dengan bagian depan dan kompon medium selama balapan,” ujar Veda Ega dikutip dari rilis Honda Team Asia.
“Saya mencoba fokus pada diri sendiri dan tetap berada bersama rombongan karena rencananya adalah bertahan di grup terdepan,” katanya.
Insiden khas Moto3 memutus kontak itu. “Sayangnya, seperti yang biasa terjadi di Moto3, ada beberapa insiden selama balapan dan itu membuat saya kehilangan kontak dengan grup terdepan,” jelas Veda.
Ia mencoba mengejar kembali, tetapi mengakui masih melakukan kesalahan berkendara. Pada lap terakhir, upaya mengatur tempo lagi terganggu: “Saya mencoba mengatur lap terakhir, tetapi saya kembali melakukan kesalahan dan kehilangan sedikit.”
Meski begitu, poin dan pelajaran lebih diutamakan. “Pada akhirnya, saya finis di posisi P9 dan mengamankan beberapa poin penting. Saya senang karena poin-poin ini penting, tetapi yang lebih penting, saya belajar banyak dari balapan ini,” ucapnya. Tekadnya ringkas: “Sekarang waktunya untuk bekerja, terus berkembang, dan kembali dengan lebih kuat.”
7 poin tambahan yang jaga Veda di peringkat 6
Finis P9 memberi tujuh poin. Optimaise News mencatat dari data klasemen yang dihimpun, total Veda menjadi 97 poin dan ia tetap di urutan keenam, satu-satunya rider Honda di sepuluh besar.
Hakim Danish (Malaysia) turun ke peringkat 8 usai crash dan gagal finis di Silverstone. Máximo Quiles tetap memimpin meski absen cedera, dengan keunggulan besar atas rival.
| Pos | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Máximo Quiles | CFMOTO Gaviota Aspar | 231 |
| 2 | Álvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | 146 |
| 3 | David Almansa | Liqui Moly Dynavolt Intact GP | 134 |
| 4 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | 127 |
| 5 | Marco Morelli | CFMOTO Gaviota Aspar | 115 |
| 6 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | 97 |
| 7 | Valentin Perrone | Red Bull KTM Tech3 | 95 |
| 8 | Hakim Danish | AEON Credit – MT Helmets – MSI | 86 |
Di barisan depan, Almansa unggul 0,701 detik atas Carpe; Perrone podium ketiga. Veda menutup Top 10, Bertelle di P10. Scott Ogden yang pole di depan publik Inggris malah highside dan DNF.
Target realistis menuju paruh kedua musim
Paruh pertama musim Veda sudah di luar ekspektasi rookie: podium di Brasil dan Le Mans (setelah DSQ rival), finis kuat di Thailand, Jerez, Catalunya, Mugello, Brno, serta Sachsenring. Dua podium dan 97 poin dari 12 start menjadikannya pegangan Honda di papan atas.
Selisih 18 poin ke Morelli di P5 masih bisa digeser dalam beberapa putaran. Tantangan yang tampak di Silverstone lebih ke kualifikasi dan start: recovery dari P15 ke P9 membuktikan pace, tetapi grid lebih baik akan membuka jalur poin lebih besar.
Seri berikutnya mengarah ke MotorLand Aragon (28, 30 Agustus 2026). Bagi pembaca Indonesia, konsistensi Top 10 dan manajemen insiden menjadi indikator apakah Veda Ega Pratama Moto3 bisa menembus lima besar sebelum akhir musim.







