Gorontalo, Optimaise News – InfoPublik menegaskan klaim Facebook soal Presiden Prabowo meminta seluruh warung desa dan daerah ditutup agar warga belanja di koperasi desa merah putih tidak benar. Klaim itu juga menyebut warung tak memberi keuntungan buat negara, namun data resmi menolak kedua poin tersebut secara tegas.
Inti artikel
- Klaim itu juga menyebut warung tak memberi keuntungan buat negara, namun data resmi menolak kedua poin tersebut secara tegas
- Pencarian gambar terbalik lewat Google Lens menuntun ke artikel inilah.com tersebut
- Di sana Presiden Prabowo berbicara soal keadilan ekonomi, bukan perintah menutup warung
Foto yang menyertai unggahan hoaks itu sama dengan gambar di laman inilah.com berjudul Prabowo: Tantangan Indonesia Bukan Sekadar Tumbuh tetapi Memastikan Keadilan Ekonomi yang tayang Senin 1 Juni 2026. Konteks aslinya pidato Presiden Prabowo di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat saat peringatan Hari Lahir Pancasila, di mana ia mengingatkan hasil pertumbuhan ekonomi harus dirasakan adil seluruh rakyat sesuai nilai Pancasila.
Foto Pidato dan Konteks Asli yang Disalahgunakan
Pencarian gambar terbalik lewat Google Lens menuntun ke artikel inilah.com tersebut. Di sana Presiden Prabowo berbicara soal keadilan ekonomi, bukan perintah menutup warung. Tidak ada satu pun media kredibel yang membenarkan pernyataan seolah warung merugikan negara.
Optimaise News memeriksa ulang fakta ini agar pembaca tidak termakan narasi palsu. Unggahan viral itu memotong foto resmi lalu menempelkan teks rekaan yang seolah berasal dari pidato. Hasilnya, banyak warga desa bingung dan khawatir warung mereka terancam.
Konteks pidato sebenarnya menekankan nilai Pancasila supaya pertumbuhan tidak timpang. Ia mengajak semua pihak memastikan pemerataan, tanpa menyinggung penutupan usaha kecil atau pemindahan belanja ke koperasi tertentu.
Perhatian Publik Presiden di Tengah Piala Presiden dan Isu Lain
Sementara publik juga memantau piala presiden serta klasemen piala presiden yang sedang ramai dibahas, isu hoaks lokal ini justru mengalihkan fokus. Banyak pencarian soal pertandingan piala presiden dan bahkan berita singkat tentang presiden iran, namun klaim warung ini tetap perlu diluruskan agar tidak merusak kepercayaan.
Optimaise News mencatat pola serupa sering muncul: potongan foto pejabat digabung teks tendensius. Di kasus ini, tidak ditemukan satupun liputan media mapan yang menguatkan perintah penutupan warung. Warga disarankan cek sumber resmi sebelum membagikan ulang.
Pemeriksaan InfoPublik sekaligus mengingatkan pentingnya literasi digital di daerah. Warung desa tetap menjadi tulang punggung ekonomi lokal dan tak pernah disebut merugikan negara dalam pidato manapun. Koperasi desa merah putih sendiri digagas sebagai pelengkap, bukan pengganti paksa.
Dengan klarifikasi ini, narasi palsu di Facebook diharapkan mereda. Presiden Prabowo dalam kesempatan yang sama hanya menekankan keadilan, bukan intervensi usaha rakyat. Pembaca diharapkan terus memverifikasi sebelum mempercayai unggahan sejenis.







