Kupang, Optimaise News – Tim sepakbola TRI BRATA FC Polda NTT meraih gelar juara Open Turnamen Camar Cup I 2026 di Lapangan Sitarda, Kota Kupang, Minggu 9 Agustus 2026. Turnamen diikuti 74 tim dari Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, sehingga prestasi ini mencerminkan ketahanan di medan yang padat.
Inti artikel
- Turnamen diikuti 74 tim dari Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, sehingga prestasi ini mencerminkan ketahanan di medan yang padat
- Rangkaian pertandingan berjalan kompetitif
- TRI BRATA FC konsisten menembus babak demi babak sampai final tanpa terhenti di tengah jalan
Optimaise News merangkum, kemenangan itu lebih dari sekadar piala final. Personel Polri memakai bola sebagai jembatan kebugaran, kebersamaan, dan hubungan positif dengan masyarakat setempat.
Perjalanan solid hingga final di Lapangan Sitarda Kupang
Rangkaian pertandingan berjalan kompetitif. TRI BRATA FC konsisten menembus babak demi babak sampai final tanpa terhenti di tengah jalan.
Skala 74 tim memaksa setiap laga dilalui dengan disiplin tinggi. Di Sitarda, tekanan lawan berganti-ganti, sementara staf pelatih menjaga ritme fisik agar skuad tidak longgar di babak penentu.
Materi yang dihimpun tidak merinci skor tiap babak atau nama lawan final. Yang jelas, stabilitas permainan menjadi penentu gelar juara di turnamen terbuka setempat.
Apresiasi Kapolda via Kabidhumas: kerja keras dan fair play

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyampaikan apresiasi lewat Kabidhumas. Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan itu pada Senin 10 Agustus 2026.
Menurut Kabidhumas, prestasi lahir dari kerja keras, disiplin, kekompakan, serta semangat juang pemain dan pendukung. Fair play digarisbawahi sebagai landasan setiap kompetisi yang diikuti personel.
“prestasi hasil kerja keras, disiplin, kekompakan, semangat juang pemain dan pendukung”
Henry menekankan keikutsertaan personel sebagai sarana kebersamaan, kebugaran, dan silaturahmi Polri-masyarakat. Harapan Kapolda agar capaian ini memotivasi pengembangan potensi tanpa mengorbankan sportivitas.
Dalam rangkuman Optimaise News, pesan tersebut menempatkan juara sebagai proses, bukan hanya hasil piala. Pendekatan ini menjauhkan obsesi klasemen semata seperti yang sering muncul di perbincangan besar, misalnya saat publik menyorot klasemen kualifikasi kejuaraan eropa uefa 2024, dan lebih fokus pada sikap di lapangan amatir Kupang.
Susunan tim resmi: manager hingga official personel Polda
Struktur tim tercatat rapi. Manager dipercayakan kepada Ipda Bobby C. Phariz Hailitik, S.H. Pelatih kepala dijabat Brigpol Rudolf Lumba, dibantu asisten pelatih Briptu Raynold Dealdry Ledoh.
Official tim diisi Brigpol Rainer Liberius Bria. Susunan pejabat dan bintara ini menegaskan Camar Cup bukan aktivitas sporadis, melainkan pembinaan terorganisasi.
Dengan peran manajerial dan pelatih yang jelas, komunikasi di sideline lebih ringkas. Pemain mendapat arahan tetap tanpa tumpang tindih instruksi saat laga memanas.
Dukungan pejabat utama dan dampak bagi pembinaan personel
Dukungan datang dari pejabat utama Polda. Karo SDM Kombes Pol Andy Pramudya Wardana serta Dirkrimum Kombes Pol Ricardo Condrat Yusuf turut memberi sandaran administratif dan moril.
Dampak praktisnya, personel punya saluran sehat untuk menjaga kebugaran di sela tugas. Publik di NTT juga melihat wajah Polri yang hadir di arena olahraga, bukan hanya di ruang formal.
Artikel terkait di Media Hub Polri diunggah Mabes Polri dan diperbarui 10 Agustus 2026 pukul 13.15 WITA oleh Humas Polda NTT. Pembaruan itu menegaskan apresiasi institutional tetap menyertai capaian lapangan.
Bagi pembaca awam, “juara” di sini berbeda dari frasa pencarian populer seperti ayam geprek juara, rokok juara, atau juara filter. Di Kupang, kata itu terikat pada 74 tim, fair play, dan jaringan pejabat yang menyokong pembinaan.







