Jakarta, Optimaise News – Masyarakat Jawa bersiap menggelar sholat rebo wekasan sebagai upaya penolak bala pada Rabu terakhir bulan Safar 1448 H. Ritual itu bertepatan 28 Safar yang jatuh Rabu 12 Agustus 2026, sementara pergantian hari Hijriah memungkinkan pelaksanaan lebih awal.
Inti artikel
- Masyarakat Jawa bersiap menggelar sholat rebo wekasan sebagai upaya penolak bala pada Rabu terakhir bulan Safar 1448 H
- Ritual itu bertepatan 28 Safar yang jatuh Rabu 12 Agustus 2026, sementara pergantian hari Hijriah memungkinkan pelaksanaan lebih awal
- Sholat rebo wekasan bisa dimulai kapan
Sholat rebo wekasan bisa dimulai kapan? Catat: mulai Selasa 11 Agustus 2026 usai Magrib, atau digeser ke pagi Rabu 12 Agustus 2026. Optimaise News merangkum rincian waktu, niat, serta bacaan dari sejumlah referensi budaya dan fikih yang beredar di kalangan santri Jawa.
Rebo Wekasan 2026 Dimulai Malam Ini, Kapan Waktu Tepatnya
Kalender Hijriah resmi Ditjen Bimas Islam Kemenag RI menetapkan akhir Safar 1448 H pada Kamis 13 Agustus 2026. Dengan begitu Rabu terakhir Safar jatuh sehari sebelumnya, yakni 12 Agustus 2026. Karena hari baru Hijriah dimulai magrib, umat sudah boleh menunaikan sholat rebo wekasan sejak magrib Selasa 11 Agustus.
Banyak warga desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur memilih malam itu agar rasa khusyuk lebih terasa. Alternatif pagi Rabu 12 Agustus tetap sah bagi yang berhalangan malam. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun sebagai doa tolak marabahaya yang dipercaya turun pada malam menjelang akhir Safar.
Latar Tradisi dan Landasan Sunnah Mutlak

Dalam monografi Islam dan Budaya Jawa karya Abd Faishol bersama Samsul Bakri, ritual tersebut dinilai sebagai sholat sunnah mutlak atau hajat. Tidak ada dalil khusus yang menamai sholat rebo wekasan, sehingga niat digantungkan pada absolute sunnah. Buku itu menekankan niat lurus agar ibadah tidak tercampur bidah.
Studi Umma Farida di Jurnal THEOLOGIA volume 30 nomor 2 tahun 2019 mengutip Kanz Al-Najah Wa Al-Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds Al-Maki. Kitab klasik itu menuturkan turunnya 320.000 bala pada Rabu terakhir Safar. Karena itu dianjurkan mengerjakan empat rakaat agar bala terhindar.
Masyarakat desa biasanya meramaikan malam itu dengan wirid bersama setelah sholat. Suasana gotong royong memperkuat ikatan sosial sekaligus menguatkan niat tolak bala. Optimaise News melihat pola ini masih hidup di pesantren dan mushola pinggiran hingga kini.
Niat dan Tata Cara Shalat Rebo Wekasan, Lengkap
Niat diambil dari Buku Panduan Sholat Lengkap karya Saiful Hadi el-Sutha: Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla. Lafal itu cukup untuk dua rakaat sekaligus, diulang lagi untuk dua rakaat berikutnya. Niat dibaca dalam hati sebelum takbiratul ihram.
Pelaksanaan empat rakaat dibagi dua salam. Setelah Al-Fatihah di setiap rakaat, bacalah surat Al-Kautsar tujuh belas kali, Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq sekali, lalu An-Nas sekali. Susunan bacaan ini berulang di rakaat dua, tiga, dan empat.
Setelah salam kedua, dianjurkan membaca doa tolak bala singkat. Banyak jamaah menutupnya dengan sedekah atau tumpengan kecil sebagai ungkapan syukur. Rangkaian ini dijalankan tanpa terburu agar kekhusyukan terjaga.







