Jakarta, Optimaise News – Umat yang sadar setelah berbuat maksiat diseru langsung mengerjakan sholat sunnah taubat. Perintah tegas itu tercantum di Al-Qur’an surah At-Tahrim ayat 8 yang menjanjikan penghapusan kesalahan sekaligus surga dengan sungai yang mengalir.
Inti artikel
- Umat yang sadar setelah berbuat maksiat diseru langsung mengerjakan sholat sunnah taubat
- Ayat At-Tahrim 8 menekankan taubat yang semurni-murninya atau taubat nasuha
- Siapa pun yang insaf dari dosa dianjurkan segera menunaikan sholat sunnah ini sebagai wujud penyesalan yang tulus
Optimaise News merangkum niat sholat taubat beserta lafaz Arab, cara pelaksanaannya, dan rujukan fiqih agar pembaca mudah menirunya di rumah tanpa berjamaah.
Perintah At-Tahrim dan makna taubat nasuha
Ayat At-Tahrim 8 menekankan taubat yang semurni-murninya atau taubat nasuha. Siapa pun yang insaf dari dosa dianjurkan segera menunaikan sholat sunnah ini sebagai wujud penyesalan yang tulus.
Buku Seri Fiqih Kehidupan (3): Shalat karya Ahmad Sarwat menegaskan sholat tersebut disyariatkan khusus bagi orang yang ingin kembali ke jalan lurus. Amalan ini bersifat pribadi sehingga dikerjakan munfarid, bukan berjamaah.
Niat Sholat Taubat 2 Rakaat dan Tata Cara

Jumlah rakaat paling sedikit dua dan paling banyak enam. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam agar ibadah tetap rapi. Niat hanya dilafalkan di dalam hati sebelum mengangkat tangan untuk takbiratul ihram.
Lafaz Arabnya berbunyi أَصَلَّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى. Bacaan latin yang mudah diingat: ushalli sunnata at-taubati rak’ataini lillahi ta’ala. Artinya: aku menyengaja sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah semata.
Rujukan tambahan muncul di Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoerunnisa. Buku itu mengingatkan niat cukup di hati, tanpa diucapkan keras, agar konsentrasi tetap utuh sejak awal gerakan.
Langkah-langkah Sholat Taubat Beserta Bacaan dan praktik harian

Setelah niat, lanjutkan gerakan sholat biasa: berdiri, ruku dengan tuma’ninah, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua. Bangkit ke rakaat berikutnya sampai salam pada rakaat genap.
Tidak perlu terburu-buru selesai. Banyak yang memilih menambah istighfar dan doa pribadi usai salam agar hati semakin tenang. Amalan sederhana ini bisa dilakukan kapan saja begitu rasa penyesalan muncul.







