Jakarta, Optimaise News – Rebo Wekasan yang jatuh Rabu terakhir bulan Safar memicu perdebatan fikih soal amalan sholat khusus. Optimaise News merangkum posisi ulama dari haram mutlak hingga boleh melalui niat sunnah tanpa bilangan rakaat tetap.
Inti artikel
- Rebo Wekasan yang jatuh Rabu terakhir bulan Safar memicu perdebatan fikih soal amalan sholat khusus
- Optimaise News merangkum posisi ulama dari haram mutlak hingga boleh melalui niat sunnah tanpa bilangan rakaat tetap
- Laman NU Online menegaskan ketiadaan dalil sharih membuat sholat khusus hari itu tidak dianjurkan secara syariat
Tidak ada nash tegas Al-Quran atau hadits yang menganjurkan sholat Rebo Wekasan, sehingga pelaksanaannya bergantung niat yang dipilih agar tidak melanggar kaidah ibadah.
Hukum Sholat Rebo Wekasan menurut Para Ulama
Laman NU Online menegaskan ketiadaan dalil sharih membuat sholat khusus hari itu tidak dianjurkan secara syariat. Kaidah fikih Syekh Sulaiman al-Bujairimi dalam Tuhfah al-Habib menjelaskan ibadah yang tidak diminta syariat pada asalnya tidak sah.
Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menegaskan keharaman karena sunnah mutlak hanya berlaku untuk yang disyariatkan. Sebaliknya, Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur membuka ruang boleh bila diniati sunnah mutlak tanpa bilangan rakaat tertentu.
Kitab Al-Umm Imam Syafi’i dan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq juga dikaitkan dengan ruang sholat sunnah mutlak atau hajat tolak bala pada hari tersebut. Perbedaan ini menuntut kehati-hatian agar amalan tidak jatuh pada bidah yang dilarang.
Niat dan Tata Cara Sholat Rebo Wekasan yang Diperbolehkan
Bagi yang memilih pendekatan boleh, niat dirumuskan sebagai sholat sunnah mutlak dua rakaat. Bunyi niatnya Ushalli sunnatal mutlaqi rak’aataini lillaahi ta’aala, merujuk panduan Zezen Zainal Alim.
Pelaksanaan sholat rebo wekasan dilakukan dua rakaat dilanjut salam, lalu diulang dua rakaat hingga selesai. Setiap rakaat dimulai Al-Fatihah sekali dilanjutkan Surah Al-Kautsar tujuh belas kali, Al-Falaq dua kali, dan An-Nas dua kali. Rukuk, iktidal, dan sujud dilakukan dengan tuma’ninah agar sah.
Struktur berulang ini menjaga kesederhanaan sunnah mutlak tanpa mengklaim rakaat khusus. Tata cara shalat tolak bala Rabu Wekasan dan bacaan tersebut menjadi jembatan praktik yang tidak menyimpang dari dalil umum sunnah.
Doa Pasca Salam Memohon Keselamatan Dunia Akhirat
Setelah salam, dilanjutkan doa yang memohon keselamatan agama, afiat jasad, tambahan ilmu, berkah rezeki, tobat, rahmat, serta ampunan. Teks Arab lengkap diambil dari kumpulan doa NU agar terjaga keasliannya.
Doa ini menutup rangkaian amalan dengan orientasi tolak bala tanpa mengikat pada ritual khusus hari Safar. Dengan niat yang tepat, pelaksanaan tetap berada dalam koridor sunnah mutlak.







