RSUD Cicalengka Nonaktifkan Perawat Nirempati Pasien BPJS Yurizal

RSUD Cicalengka Bandung nonaktifkan perawat Nieke Marlina atas komentar nirempati di medsos pasien BPJS Yurizal. Lihat penjelasan lengkap terkait investigasi.

Author Image

Robbi Cahya Yudha

RSUD Cicalengka Bandung Nonaktifkan Perawat Nieke Marlina Sementara

RSUD Cicalengka Bandung menonaktifkan sementara perawat Nieke Marlina setelah diduga mengunggah komentar yang dinilai tidak empati di media sosial terkait pasien BPJS almarhum Yurizal Tri Chaerawan. Direktur RSUD Yani Sumpena Muchtar menerima laporan melalui akun resmi rumah sakit di medsos dan memimpin investigasi internal bersama Komite Keperawatan serta kepala bidang keperawatan.

Inti artikel

  • Penonaktifan ini dilakukan setelah perawat diminta keterangan pada Kamis pagi tanggal 6 Agustus 2026
  • Pasien Yurizal sempat viral di Threads pada 22 Juli 2026 sebelum akhirnya meninggal dunia pada 31 Juli 2026
  • RSUD memberikan pembinaan administratif kepada perawat serta menariknya dari pelayanan rutin

Penonaktifan ini dilakukan setelah perawat diminta keterangan pada Kamis pagi tanggal 6 Agustus 2026. Komentar yang dimaksud muncul di unggahan pasien yang mengeluhkan harus menunggu delapan jam di ruang perawatan sebelum mendapatkan pelayanan. Pasien Yurizal sempat viral di Threads pada 22 Juli 2026 sebelum akhirnya meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

Langkah Penanganan dan Pelaporan ke BKPSDM

RSUD memberikan pembinaan administratif kepada perawat serta menariknya dari pelayanan rutin. Rumah sakit juga melaporkan kasus ini ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bandung. Upaya ini dilakukan untuk menjaga asas praduga tak bersalah sambil menunggu proses administrasi lebih lanjut.

Optimaise News mencatat bahwa RSUD Cicalengka kini gencar mendorong budaya pelayanan 5S yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun sebagai standar baru dalam setiap interaksi dengan pasien.

Video Maaf Terbuka dari Perawat Nieke Marlina

Perawat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di medsosnya. Dalam rekaman tersebut, Nieke Marlina menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Yurizal Tri Chaerawan, direktur RSUD, serta masyarakat luas. Ia juga menyatakan kesiapannya menerima segala sanksi yang ditetapkan.

Dampak Kasus terhadap Budaya Pelayanan RSUD

Kejadian ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan tenaga kesehatan dan masyarakat. Banyak yang menekankan pentingnya empati tinggi dalam berinteraksi di era digital, terutama bagi perawat yang melayani pasien BPJS yang rentan. RSUD Cicalengka Bandung akan memanfaatkan peristiwa ini sebagai pembelajaran agar seluruh pegawai lebih hati-hati dalam mengelola komentar di media sosial.

Direktur Yani Sumpena Muchtar menyatakan kecewa dengan tindakan oknum tersebut. Namun, rumah sakit tetap mengedepankan proses transparan dan adil. Investasi ini juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh fasilitas kesehatan di Bandung agar pelayanan tetap humanis di tengah tuntutan kecepatan dan transparansi digital.

Pentingnya Empati di Era Medsos bagi Perawat

Berita ini menyoroti bagaimana satu komentar di medsos dapat berdampak signifikan terhadap citra sebuah institusi. Bagi RSUD Cicalengka Bandung, kasus ini menjadi panggilan untuk terus memperkuat pelatihan empati dan etika digital bagi seluruh tim keperawatan. Masyarakat juga diingatkan untuk lebih bijak dalam menanggapi berita kesehatan, karena bisa memengaruhi persepsi pasien dan keluarga.

Dengan budaya 5S yang sedang dibudayakan, RSUD Cicalengka Bandung berharap dapat menunjukkan contoh pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh perhatian. Perawat yang bersangkutan, meski saat ini menjalani pembinaan, tetap menjadi bagian dari sistem kesehatan yang terus berkembang.

Robbi Cahya Yudha
Head of Editorial

Robbi Cahya Yudha adalah Head of Editorial (kepala redaksi) Optimaise News. Latar SEO Specialist / digital marketing, termasuk pengalaman di KATADATA (Business dan Partnership). LinkedIn: https://id.linkedin.com/in/robbi-cahya-yudha-593a6b20b