Bandung, Optimaise News – KKN Universitas Bhakti Kencana Bandung menggelar kegiatan GEMALOR (Gerakan Masyarakat Cegah Stunting dengan Daun Kelor) pada Kamis, 6 Agustus 2026 di Aula Desa Cikawao, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Acara ini menghadirkan warga RW 05 untuk belajar membuat simplisia daun kelor dan daun katuk sekaligus memahami pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan tanaman herbal.
Inti artikel
- Pelatihan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB dan menjadi bagian dari upaya kampung yang lebih sehat
- Simplisia adalah bahan alam yang belum melalui proses pengolahan kimiawi, sehingga kandungan vitamin dan mineralnya tetap terjaga
- Biasanya prosesnya terbatas pada pembersihan dan pengeringan agar bahan ini tetap berkualitas sebagai dasar jamu atau teh herbal
Pelatihan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB dan menjadi bagian dari upaya kampung yang lebih sehat. Pantauan Optimaise News menunjukkan kegiatan ini menarik minat warga yang ingin mengonsumsi herbal tanpa mengurangi khasiatnya.
Mengenal Pentingnya Simplisia Herbal untuk Jaga Kandungan Alami
Simplisia adalah bahan alam yang belum melalui proses pengolahan kimiawi, sehingga kandungan vitamin dan mineralnya tetap terjaga. Biasanya prosesnya terbatas pada pembersihan dan pengeringan agar bahan ini tetap berkualitas sebagai dasar jamu atau teh herbal.
Di Indonesia, tanaman seperti daun kelor dan daun katuk sering digunakan dalam pengolahan herbal tradisional. Namun banyak masyarakat masih hanya memetik daun lalu menyeduhnya tanpa tahapan yang tepat, sehingga manfaatnya bisa berkurang.
Langkah Praktis Membuat Simplisia Daun Kelor dan Katuk

Proses pembuatan simplisia dimulai dari pemilihan daun yang masih segar dan bebas hama. Daun kelor yang hijau cerah lebih disukai karena kandungannya lebih optimal, sementara daun katuk juga dipetik saat masih baru untuk menjaga kualitas.
Setelah dicuci bersih, daun dikeringkan di tempat teduh agar tidak mudah lembek atau rusak. Hasilnya bisa dikemas rapi sebagai bahan penyimpanan jangka panjang yang mudah dibawa saat bepergian atau untuk stok keluarga.
Contoh pengemasan yang sudah dilakukan peserta kegiatan menunjukkan cara sederhana ini bisa dilakukan di rumah tanpa alat mahal. Hasil pengemasan tetap terlihat rapi dan siap digunakan sebagai teh herbal atau ditambahkan ke makanan.
Hubungan Simplisia dengan Pencegahan Stunting di Masyarakat
Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak yang lebih pendek, melainkan juga dampak kekurangan gizi jangka panjang yang memengaruhi otak, daya tahan tubuh, dan produktivitas dewasa nanti. Edukasi pencegahan stunting melalui pemberian ASI eksklusif dan pola hidup sehat jadi kunci utama.
Pemanfaatan tanaman lokal seperti daun kelor dan katuk bisa menjadi solusi praktis karena mudah didapat di sekitar rumah. Pelatihan ini mengajak warga RW 05 memahami bahwa cegah stunting memerlukan dukungan dari seluruh keluarga, mulai dari ibu hamil hingga anggota keluarga dewasa.
Manfaat Edukasi dari KKN UBK Bandung bagi Warga RW 05
Kegiatan ini dihadiri warga RW 05 yang diberi kesempatan berdiskusi langsung dengan dosen Universitas Bhakti Kencana Bandung. Materi disampaikan Apt. Kania Fajarwati, M.S.Farm. dengan disertai video demonstrasi dan contoh produk simplisia yang sudah dikemas.
Panitia mahasiswa KKN siap menyambut peserta dan menjelaskan setiap langkah secara langsung. Bagi yang suka mengonsumsi herbal, sesi ini terasa sangat menarik karena langsung bisa dicoba di rumah.
Tips Konsumsi Simplisia Nabati yang Aman dan Berkualitas
Konsumsi simplisia nabati perlu dimulai dengan porsi kecil terlebih dahulu untuk menghindari reaksi alergi. Daun kelor yang diolah menjadi teh atau bubuk bisa ditambahkan ke jus, smoothie, atau makanan sehari-hari dengan bijak.
Simpan simplisia di tempat kering dan sejuk agar tetap segar. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi secara rutin, terutama jika sedang mengkonsumsi obat atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Variasi pengolahan seperti merebus sebentar atau ditumis dengan sedikit minyak bisa menjaga warna hijau cerah dan rasa yang enak. Hasilnya tetap berkualitas tinggi dan aman untuk keluarga.






