Tangerang, Optimaise News – Pegawai bank keliling berinisial PG (25) diduga menjadi korban kekerasan fisik dan pelecehan oleh lima rekan di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. Peristiwa itu terjadi 28-29 Juli 2026 dan berlangsung lebih lima jam hingga korban menderita luka memar hampir di seluruh tubuh.
Inti artikel
- Peristiwa itu terjadi 28-29 Juli 2026 dan berlangsung lebih lima jam hingga korban menderita luka memar hampir di seluruh tubuh
- Atasan tidak langsung menerima surat itu, menahan korban sambil menunggu rekan lain serta mengonsumsi minuman beralkohol
- Setelah pengaruh alkohol merasuk, PG dijadikan sasaran pengeroyokan
Menurut kuasa hukum Risman Harefa, PG sempat mengajukan pengunduran diri sambil menyerahkan kembali semua aset milik perusahaan. Atasan tidak langsung menerima surat itu, menahan korban sambil menunggu rekan lain serta mengonsumsi minuman beralkohol. Setelah pengaruh alkohol merasuk, PG dijadikan sasaran pengeroyokan.
Rangkaian Resign yang Berujung Pengeroyokan
Korban tiba di lokasi kerja dengan niat mengakhiri hubungan kerja secara formal. Bos menahannya terlebih dulu dengan alasan menunggu kehadiran rekan lainnya. Suasana berubah saat minuman keras disajikan di antara mereka.
Dalam kondisi terpengaruh alkohol, lima rekan menyerang PG. Kekerasan fisik berlangsung berjam-jam. Selain pemukulan, korban diduga mengalami pelecehan seksual yang disertai ancaman senjata tajam.
Optimaise News mencatat bahwa bekas luka masih tampak jelas di badan dan tangan korban hingga laporan ini disusun. Pemeriksaan medis mengungkapkan dugaan cedera ringan di kepala yang berpotensi merobek pembuluh darah otak kecil, sesuai keterangan dokter yang memeriksa.
Polresta Tangerang Masih Dalami Motif Pelaku
Ipda Tri Leksono dari humas Polresta Tangerang menegaskan penyidik terus mendalami motif di balik aksi tersebut. Polisi belum merinci identitas lima rekan yang diduga terlibat, namun kasus ini sudah masuk tahap penyelidikan formal.
Korban kini fokus pemulihan sambil menunggu proses hukum berjalan. Kejadian ini menjadi alarm bagi lingkungan kerja, khususnya di sektor jasa keuangan lapangan, agar prosedur resign dan penanganan konflik internal lebih tegas dan aman.
Bagi pelaku usaha mikro dan karyawan bank keliling, episode di Panongan menggarisbawahi pentingnya dokumentasi saat mengembalikan aset perusahaan serta kehadiran saksi netral. Optimaise News akan terus memantau perkembangan pemeriksaan agar publik mendapat informasi akurat tanpa spekulasi.
Luka memar yang menyebar hampir ke seluruh tubuh PG menjadi bukti visual yang diperiksa forensik. Ancaman senjata tajam saat dugaan pelecehan seksual menambah bobot perkara dan mendorong polisi menelusuri setiap barang bukti yang ada.






