Malang, Optimaise News – AKBP Rulian Syauri selaku pimpinan Polres Malang menggelar silaturahmi dengan ulama dan tokoh agama pada Senin 3 Agustus 2026 di wilayah Kabupaten Malang. Langkah itu ditempuh agar komunikasi lintas elemen terus terjalin sehingga keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Inti artikel
- Langkah itu ditempuh agar komunikasi lintas elemen terus terjalin sehingga keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga
- Rulian mendatangi masing-masing tokoh secara terpisah untuk mempererat hubungan personal sekaligus kelembagaan
- Ia menyampaikan bahwa dialog terbuka dengan ulama menjadi fondasi agar situasi di lapangan tidak mudah terusik isu-isu yang memecah belah
Pertemuan melibatkan Ketua MUI Kabupaten Malang KH Misno Fadhol Hija’, Rais Syuriah PCNU setempat KH Zainul Arifin, serta Ketua PCNU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili. Optimaise News mencatat inisiatif ini menekankan bahwa jaga kamtibmas bukan beban tunggal aparat, melainkan kerja bersama yang berdampak langsung pada stabilitas usaha warga dan aktivitas publik.
Silaturahmi Tiga Tokoh Agama di Kabupaten Malang
Rulian mendatangi masing-masing tokoh secara terpisah untuk mempererat hubungan personal sekaligus kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa dialog terbuka dengan ulama menjadi fondasi agar situasi di lapangan tidak mudah terusik isu-isu yang memecah belah. Pendekatan ini dipilih karena tokoh agama memiliki jangkauan luas ke akar rumput.
Dalam perbincangan, pimpinan Polres menegaskan kepolisian tak hanya muncul saat penindakan hukum. Mereka juga aktif membangun relasi baik dengan seluruh elemen masyarakat agar respons terhadap potensi gangguan bisa lebih cepat dan tepat. Masukan dari para kiai diharapkan memperkaya strategi Polres dalam merawat suasana aman di seluruh kecamatan.
KH Misno Fadhol Hija’ mewakili MUI, sementara dua pengurus PCNU memberikan pandangan dari sisi organisasi keagamaan terbesar di wilayah tersebut. Ketiganya diharapkan menjadi mitra yang memberi teladan serta menjaga persatuan warga. Bagi pelaku UMKM setempat, suasana tenang berarti pasar tetap ramai dan rantai pasok tidak terganggu.
Komunikasi Ulama Jadi Pilar Kondusivitas Wilayah
Rulian menjelaskan bahwa jalinan dengan tokoh agama merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya merawat keamanan yang stabil. Ulama dinilai mampu memberi keteladanan moral sekaligus menenangkan masyarakat ketika muncul spekulasi atau ketegangan sosial. Sinergi ini dilukiskan sebagai penguat langkah kepolisian di lapangan.
Ia berharap dukungan para kiai memperkuat kerja-kerja Polres dalam menciptakan situasi aman di Kabupaten Malang. Silaturahmi dipandang sebagai cara konkret membangun saluran komunikasi dua arah. Dengan begitu, pesan-pesan kedamaian bisa tersampaikan lebih efektif ke majelis taklim, pesantren, dan komunitas warga.
Keamanan wilayah ditegaskan bukan semata tanggung jawab kepolisian. Setiap elemen, termasuk tokoh agama dan masyarakat luas, punya andil menjaga kamtibmas. Pola pikir ini mendorong partisipasi aktif agar potensi konflik dapat diantisipasi sejak dini tanpa harus menunggu eskalasi.
Dampak Sinergi bagi Stabilitas Lokal dan UMKM
Bagi pembaca Optimaise News yang bergerak di sektor usaha mikro, pendekatan ini menandakan bahwa Polres Malang menempatkan stabilitas sosial sebagai prasyarat ekonomi. Ketika tokoh agama dan aparat bergerak seirama, risiko gangguan ketertiban yang merugikan warung, pasar, maupun transportasi lokal berkurang.
Rulian menggarisbawahi bahwa silaturahmi menjadi fondasi komunikasi yang berkelanjutan. Dukungan ulama diharapkan menjadi penguat dalam menjaga kamtibmas sehari-hari. Proses ini tidak berhenti di satu hari kunjungan, melainkan dilanjutkan lewat koordinasi rutin sesuai kebutuhan wilayah.
Dengan menempatkan tokoh agama sebagai mitra setara, Polres membuka ruang umpan balik dari basis komunitas. Hal tersebut membantu aparat memahami dinamika lokal lebih jeli. Hasilnya, langkah preventif bisa disesuaikan dengan kearifan setempat tanpa mengorbankan penegakan hukum yang tegas.







