Malang, Optimaise News – Demo massa warga dari Blitar dan Malang di kantor PJT 1 Karangkates berhasil memaksa kebijakan pelarangan kendaraan roda empat dicabut. Bendungan Lahor Blitar-Malang kini terbuka untuk mobil roda empat meski dengan tarif Rp1 dan jam operasional 04.00-22.00 WIB.
Inti artikel
- Demo massa warga dari Blitar dan Malang di kantor PJT 1 Karangkates berhasil memaksa kebijakan pelarangan kendaraan roda empat dicabut
- Bendungan Lahor Blitar-Malang kini terbuka untuk mobil roda empat meski dengan tarif Rp1 dan jam operasional 04.00-22.00 WIB
- Aksi itu didasari ketidaknyamanan dengan kebijakan sebelumnya yang merugikan lalu lintas nasional
Kronologi Demo Massa yang Memaksa Pembukaan Akses
Ratusan warga dari Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang berkumpul di kantor PJT 1 Karangkates untuk mendesak agar akses Bendungan Lahor dibuka secara gratis dan permanen. Aksi itu didasari ketidaknyamanan dengan kebijakan sebelumnya yang merugikan lalu lintas nasional. Manajemen PJT 1 akhirnya terima dialog dan setuju membuka akses kendaraan roda dua serta roda empat mulai pukul 04.00-22.00 WIB.
Syarat Melintas Baru di Bendungan Lahor

Setelah pembukaan, syarat melintas bagi semua kendaraan termasuk roda empat adalah tarif Rp1. Penetapan itu diambil karena sistem e-tol tidak mampu mendeteksi kemasukan gratis. Kebijakan sebelumnya memang diterapkan untuk menjaga keamanan lalu lintas nasional, namun demo massa membuat manajemen terpaksa melunak.
Akses kini lebih fleksibel dengan jam terbatas pukul 04.00-22.00 WIB. Kebijakan ini bersifat sementara sehingga tergantung kesiapan jalan alternatif yang sudah layak oleh pihak pemerintah.
Pedagang UMKM Menyambut Mobil Kembali Melintas

Pedagang Susan yang menjalankan warung kopi dan rokok sejak tahun 2017 sangat menyambut kembali normalnya arus lalulintas. Ia mengaku usahanya yang sempat terancam gulung tikar kini bisa berjalan normal kembali. Ratusan UMKM di sekitar jalan nasional Blitar-Malang merasa senang setelah demo berhasil memaksa pembukaan.
Beberapa pedagang lain khawatir tetap soal potensi volume kendaraan yang naik sehingga jalan rawan macet. Namun secara keseluruhan mereka mendukung kelonggaran yang diberikan.
Polri Pengamanan Aksi Demo di Jalan Puncak
120 personil gabungan dari Polres Blitar, Kodim, dan Yonif 511 diterjunkan untuk pengamanan selama aksi demo. Penyekatan dilakukan di dua titik dekat pertigaan Polsek Selorejo agar keamanan dan kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga.
Petugas gabungan hanya berperan sebagai pendamping. Penutupan akses utama tetap dilakukan pihak PJT meski dialog sudah berjalan. Arus lalu lintas di puncak Bendungan Lahor aman setelah aksi demo berlangsung.
PJT I Siapkan Kelonggaran Sementara
Manajemen PJT 1 siapkan kelonggaran sementara akses dengan meminta agar jalan alternatif pemerintah sudah layak sebelum kebijakan permanen ditetapkan. Petugas gabungan hanya pendamping sementara. Pembukaan ini tidak permanen dan tergantung kesiapan objek vital.
Camat Selorejo Agung Nugroho menyatakan warga kecewa dengan kebijakan sebelum demo. Setelah itu arus lalu lintas di puncak Bendungan Lahor kembali normal.
Pembukaan sementara ini memberikan timeline sintesis dari masa pembatasan ke kemungkinan kelonggaran lebih luas. Pengguna mobil roda empat bisa melintasi dengan tarif Rp1 melalui sistem e-tol yang masih aktif. Dengan demikian UMKM di Blitar-Malang diproyeksikan memperoleh dampak positif karena jalan nasional kembali bisa dilalui tanpa macet berat.







