Surabaya, Optimaise News – Pimpinan Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi nahkoda beserta seluruh anak buah kapal KMP Mutiara Sentosa II selamat dari kebakaran di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Informasi itu bersumber langsung dari kru yang sudah dievakuasi dan disampaikan di Surabaya, Senin (3/8).
Inti artikel
- Informasi itu bersumber langsung dari kru yang sudah dievakuasi dan disampaikan di Surabaya, Senin (3/8)
- Total 25 orang kru diyakini utuh
- Syafii menjelaskan, beberapa nahkoda yang berhasil diselamatkan memberi laporan bahwa seluruh personel kapal berjumlah 25 orang aman
Total 25 orang kru diyakini utuh. Optimaise News mencatat konfirmasi tersebut memberi kelegaan bagi keluarga serta pelaku perjalanan yang bergantung pada rute feri antar-pulau, terutama jalur perdagangan dan logistik ke Indonesia Timur.
Konfirmasi dari Kru yang Sudah Dievakuasi
Syafii menjelaskan, beberapa nahkoda yang berhasil diselamatkan memberi laporan bahwa seluruh personel kapal berjumlah 25 orang aman. Tenaga bantu di atas kapal, termasuk petugas katering, juga dipastikan selamat lewat keterangan rekan sekerja mereka.
Data awal kebakaran masuk dari Syahbandar Tanjung Perak pukul 08.24 WIB. Nanang Sigit, pimpinan Kantor SAR Surabaya, menyebut laporan itu menjadi dasar mobilisasi cepat. Kapal feri KMP Mutiara Sentosa II yang melayani jalur Surabaya-Makassar terbakar Minggu pagi saat mengangkut sekitar 250 penumpang.
Bagi pelaku UMKM dan pengirim barang yang biasa memakai feri, status awak kapal yang utuh menjadi sinyal bahwa koordinasi darurat masih berjalan. Tanpa kru lengkap, proses penanganan penumpang dan muatan biasanya melambat.
Kunjungan ke Pelabuhan dan Rumah Sakit
Syafii meninjau langsung Pelabuhan Tanjung Perak untuk memantau alur evakuasi. Ia juga menemui korban yang dirawat di RS PHC Surabaya. Di ruang rawat, ia menyampaikan bahwa rekan, kerabat, maupun tim yang dikenal sudah terkonfirmasi ditemukan.
Pesan itu dimaksudkan menenangkan penumpang dan keluarga yang menunggu kabar. Optimaise News melihat pendekatan tatap muka ini membantu meredam spekulasi di tengah operasi yang masih berlangsung.
Kapal KN SAR 249 Permadi yang dioperasikan Basarnas terus menyisir perairan utara Sumenep. Tujuannya memastikan tidak ada orang yang tertinggal di lokasi kejadian.
Batas Operasi Pencarian dan Evaluasi
Operasi pencarian dirancang maksimal tujuh hari apabila masih ada korban yang belum ditemukan. Setelah jangka waktu itu, Basarnas akan mengevaluasi bersama unsur terkait untuk memutuskan perpanjangan atau penyesuaian strategi.
Langkah berjenjang ini memberi kerangka waktu yang jelas bagi keluarga dan pihak pelabuhan. Bagi pelaku usaha kecil yang mengandalkan rute Surabaya-Makassar, kepastian status awak dan penumpang menentukan kapan jadwal alternatif atau klaim asuransi dapat diproses.
Kebakaran feri besar selalu mengganggu rantai pasok antar-pulau. Konfirmasi seluruh 25 kru selamat, ditambah pantauan terus-menerus di laut, menjadi fondasi agar gangguan logistik tidak berlarut. Masyarakat diminta mengikuti saluran resmi Basarnas dan pelabuhan untuk pembaruan berikutnya.






