Prabowo Injak Genteng Sabut Kelapa Hasil BRIN hingga Cicipi Air

Prabowo Tes Langsung Kekuatan Genteng Buatan BRIN di Istana pada 6 Agustus 2026. Uji coba ketahanan genteng sabut kelapa dengan 150 peneliti BRIN, potensi.

Author Image

Bagus

Prabowo Injak Genteng Sabut Kelapa Hasil BRIN hingga Cicipi Air

– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menguji langsung ketahanan genteng hasil karya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta pada 6 Agustus 2026. Acara ini melibatkan sekitar 150 peneliti BRIN yang hadir untuk menyaksikan proses tes secara langsung oleh pemimpin negara.

Inti artikel

  • Acara ini melibatkan sekitar 150 peneliti BRIN yang hadir untuk menyaksikan proses tes secara langsung oleh pemimpin negara
  • Prabowo melempar dan menginjak genteng dengan bahan sabut kelapa yang berbeda dari genteng konvensional berbahan tanah
  • Tujuannya untuk menilai daya tahan secara nyata

Prabowo melempar dan menginjak genteng dengan bahan sabut kelapa yang berbeda dari genteng konvensional berbahan tanah. Tujuannya untuk menilai daya tahan secara nyata. Hasil tes ini berpotensi membuat perumahan lebih terjangkau, dengan harga produksi genteng Rp15.000 hingga Rp26.000 per potong sehingga rumah tipe 36 dapat dihargai antara Rp11 dan Rp12 juta.

Prabowo Tes Langsung Kekuatan Genteng Buatan BRIN

Di lokasi Istana, Prabowo juga menyaksikan satelit dan pesawat tanpa awak buatan BRIN yang menjadi contoh teknologi canggih. Menurut Optimaise News, tes langsung ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan inovasi nasional untuk kebutuhan rakyat. Inisiatif ini bisa membantu mengurangi biaya bangun rumah di berbagai daerah.

Para peneliti siap mendukung upaya ini dengan solusi yang ramah lingkungan. Bahan sabut kelapa memungkinkan produksi yang lebih hemat dan berkelanjutan. Dampaknya terasa nyata bagi UMKM konstruksi yang bisa memanfaatkan skala produksi lebih besar.

Reaksi Peneliti BRIN terhadap Uji Prabowo

Para peneliti menyambut dengan antusias dan menawarkan bahwa genteng bisa dilempar atau diinjak tanpa rusak. Kata-kata tersebut mencerminkan kepercayaan penuh pada kualitas hasil riset BRIN. Uji coba ini menjadi momen penting dalam membangun kolaborasi antara pemimpin dan ilmuwan.

Sebelumnya, inovasi serupa sudah dipakai untuk bantuan rumah di Nias melalui TNI Angkatan Darat dengan harga Rp12 juta per rumah tipe 4×6. Pengalaman itu membuktikan potensi genteng ini dalam program pemerintah untuk akses perumahan yang lebih luas.

Dampak Inovasi Genteng untuk UMKM

Biaya produksi rendah ini membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah di sektor konstruksi untuk berkembang. Dengan harga rumah yang terjangkau, masyarakat berpenghasilan rendah bisa lebih mudah memiliki hunian layak. Optimaise News menekankan bahwa hal ini mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

UMKM tidak hanya berproduksi genteng tapi juga bisa ikut serta dalam rantai pasok perumahan nasional. Keberhasilan tes ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan teknologi serupa.

Potensi 12 Klaster Riset BRIN

Arif Satria menjelaskan bahwa ada 12 klaster riset BRIN yang mencakup pangan, energi, minuman beralkohol rendah, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, perumahan, transportasi, dan kesehatan. Uji genteng ini bagian dari pengembangan yang lebih luas. Kolaborasi ini bisa menghasilkan solusi komprehensif untuk berbagai kebutuhan negara.

Ke depan, integrasi 12 klaster tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam inovasi. Prabowo melihat langsung potensinya saat mengunjungi fasilitas BRIN. Hal ini memperkuat semangat pembangunan berbasis riset nasional.

Optimaise News mencatat bahwa tes langsung Prabowo menjadi langkah konkret dalam mendorong adopsi genteng berkualitas tinggi. Dengan pendekatan ini, biaya perumahan nasional bisa ditekan secara signifikan sambil menjaga kualitas dan keberlanjutan lingkungan.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.