Palu, Optimaise News – Pemkot Palu mengembangkan sistem pertanian hidroganik sebagai bentuk urban farming yang mampu mengoptimalkan lahan sempit di kota ini. Pendekatan ini menggabungkan tanaman di media tanah-bokashi dengan kolam ikan di bawah instalasi, memanfaatkan metabolisme ikan untuk suplai hara alami secara bertahap.
Inti artikel
- Pemkot Palu mengembangkan sistem pertanian hidroganik sebagai bentuk urban farming yang mampu mengoptimalkan lahan sempit di kota ini
- Pelatihan diberikan kepada 40 peserta yang terdiri dari petani, kelompok wanita tani, dasawisma, dan penyuluh pertanian
- Sistem hidroganik dirancang khusus untuk lahan terbatas
Distribusi awal 3000 benih lele dan 1000 benih nila sudah dimulai di dua unit instalasi, sementara penanaman awal mencakup sayuran daun, cabai, tomat, bawang, serta padi dan bawang merah varietas khas Lembah Palu. Pelatihan diberikan kepada 40 peserta yang terdiri dari petani, kelompok wanita tani, dasawisma, dan penyuluh pertanian.
Cara Kerja Hidroganik yang Unik di Palu
Sistem hidroganik dirancang khusus untuk lahan terbatas. Tanaman tumbuh di atas kolam ikan yang memiliki dasar media tanah bokashi. Air limbah ikan menjadi pupuk alami yang diserap akar tanaman secara langsung, sehingga mengurangi kebutuhan pupuk kimia secara signifikan. Pendekatan ini membuat budidaya menjadi lebih sirkular dan ramah lingkungan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu Lukman menyatakan bahwa hidroganik mampu mengubah lahan kosong menjadi tempat produksi yang maksimal. Sistem ini juga fleksibel, bisa diterapkan untuk berbagai komoditas termasuk sayuran daun, cabai, dan sayuran lainnya.
Pelatihan Profesional untuk 40 Peserta
Empat puluh peserta dari berbagai latar belakang mendapat pelatihan lengkap dari Owner Bengkel Mimpi asal Kabupaten Malang. Materi mencakup teknik pengoperasian instalasi, pemeliharaan tanaman, hingga pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga.
Pelatihan ini juga mengintegrasikan Program Kelurahan Menanam, di mana peserta belajar mengolah sampah organik menjadi pupuk padat dan cair. Praktik langsung menjadi daya tarik utama agar peserta langsung bisa menerapkan di lahan masing-masing.
Distribusi Benih dan Penanaman Awal
Tahap awal distribusi benih sudah mencakup spesies lele dan nila untuk pembangunan kolam ikan. Tanaman awal yang ditanam mencakup berbagai sayuran daun yang cepat berproduksi, cabai, tomat, bawang, hingga padi lokal. Varietas bawang merah khas Lembah Palu dipilih karena adaptasi tinggi dengan iklim setempat.
Harapan Pemkot Palu untuk Masa Depan
Lukman berharap penerapan hidroganik akan memperkuat ketahanan pangan daerah secara keseluruhan. Selain itu, pendekatan ini juga membentuk kawasan perkotaan yang berwawasan lingkungan dan lebih mandiri.






