Jakarta, Optimaise News – Bangunan SDN di Jalan Srengseng Sawah No. 46, RT 4 RW 7, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, terbakar Kamis (6/8/2026). Laporan warga masuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan pukul 11.36 WIB, lalu 17 unit mobil dan 68 personel dikerahkan.
Inti artikel
- Bangunan SDN di Jalan Srengseng Sawah No
- 46, RT 4 RW 7, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, terbakar Kamis (6/8/2026)
- Operasi pemadaman dimulai pukul 11.44 WIB
Operasi pemadaman dimulai pukul 11.44 WIB. Api dilokalisasi pukul 11.50 WIB, hanya sekitar enam menit setelah unit mulai bekerja, dan status berubah ke pendinginan pukul 11.53 WIB. Catatan Optimaise News menunjukkan pelajar sudah dievakuasi dan belum ada laporan korban jiwa.
Lokasi dan Kronologi Insiden Kebakaran SDN Srengseng Sawah
Titik kejadian tepat di Jalan Srengseng Sawah No. 46, RT 4 RW 7, kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa. Command center mencatat objek yang terbakar adalah sekolah dasar, sejalan dengan laporan warga yang masuk siang itu.
Informasi awal diterima Gulkarmat Jakarta Selatan pukul 11.36 WIB. Unit pertama dari Pos Srengseng Sawah tiba sekitar pukul 11.42 WIB. Dua menit kemudian, pukul 11.44 WIB, operasi pemadaman resmi berjalan.
Rangkaian waktu itu menempatkan seluruh penanganan dalam rentang yang sangat singkat. Dari laporan warga hingga api terkendali hanya butuh belasan menit, sehingga risiko perambatan ke bangunan lain sempat dicegah.
Respons Cepat Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan
Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan merespons laporan warga dengan mengerahkan 17 unit kendaraan pemadam dan 68 personel. Kekuatan itu dikirim setelah command center memastikan objek yang terbakar adalah bangunan sekolah dasar.
Unit pertama dari Pos Srengseng Sawah langsung menuju TKP. Pantauan Optimaise News merangkum bahwa kedatangan awal diikuti operasi pemadaman dua menit kemudian, sehingga api tidak sempat merembet jauh.
Respons secepat itu penting di kawasan padat hunian dan fasilitas pendidikan. Kehadiran personel dalam jumlah besar juga mempercepat pemisahan material dan penyemprotan titik api tersisa.
Status Pemadaman dan Pendinginan Api
Api berhasil dilokalisasi pukul 11.50 WIB, sekitar enam menit setelah pemadaman dimulai. Status kemudian bergeser ke proses pendinginan pukul 11.53 WIB, yang berarti api besar sudah tidak ada.
Kasiops Sudin Gulkarmat Jaksel Sjukri Bahanan menegaskan kondisi lapangan. “Status kebakaran proses pendinginan,” ujarnya. Petugas terus menyemprot air dan mengurai material agar bara tersisa tidak menyala kembali.
Pendinginan berlanjut hingga lokasi benar-benar aman. Status kuning pada tahap itu menandai bahwa fokus bergeser dari pemadaman besar ke pengamanan susulan di sekitar bangunan sekolah.
Pelajar Dievakuasi dengan Selamat
Seluruh pelajar di SDN Srengseng Sawah sudah dievakuasi. Sjukri Bahanan memastikan kondisi itu dengan kalimat yang ringkas. “Alhamdulillah (pelajar) sudah (dievakuasi),” kata Kasiops Sudin Gulkarmat Jaksel, Kamis (6/8/2026).
Evakuasi dini mengurangi risiko paparan asap dan panik di dalam kelas. Petugas damkar tetap berada di lokasi sambil memastikan api berangsur padam total.
Belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa hingga berita ini disusun. Situasi itu memberi ruang bagi pihak sekolah dan orang tua untuk fokus pada pengamanan fasilitas setelah pendinginan selesai.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Penyebab kebakaran dan besaran kerugian masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kronologi detail titik awal api belum diumumkan secara resmi.
Command center sebelumnya menulis ringkas: “Objek terbakar sekolah dasar.” Informasi itu menjadi dasar pengerahan unit, sementara investigasi lanjutan menunggu hasil di lapangan.
Implikasi bagi fasilitas pendidikan di Jagakarsa tetap perlu diantisipasi. Setelah pendinginan tuntas, pemeriksaan struktur bangunan dan penjadwalan ulang kegiatan belajar menjadi langkah lanjutan yang wajar bagi sekolah.
Timeline ringkas dari laporan 11.36 WIB, kedatangan unit 11.42 WIB, pemadaman 11.44 WIB, lokalisasi 11.50 WIB, hingga pendinginan 11.53 WIB menunjukkan respons damkar yang terukur. Kejadian ini menegaskan pentingnya jalur laporan warga dan kesiapan pos terdekat di kawasan padat Jakarta Selatan.







