Bunker Tersembunyi di Sekolah Jaksel: 995 Senpi dan Narkoba

995 senjata api ditemukan di sekolah Pondok Pinang Jaksel, beserta narkoba, CD porno, dan bunker yang masih terkunci. Polisi diminta bongkar ruangan rahasia.

Author Image

Bagus

Bunker Tersembunyi di Sekolah Jaksel: 995 Senpi dan Narkoba

– Penemuan total 995 senjata api di gedung yayasan sekolah swasta Pondok Pinang mengejutkan warga sekitar. Kejadian ini berawal saat proses bongkar muat barang pada 10 dan 11 Juli 2026. Polisi Metro Jakarta Selatan langsung menerima laporan dari masyarakat dan langsung menindaklanjuti dengan membuat Laporan Polisi Model A.

Inti artikel

  • Penemuan total 995 senjata api di gedung yayasan sekolah swasta Pondok Pinang mengejutkan warga sekitar
  • Kejadian ini berawal saat proses bongkar muat barang pada 10 dan 11 Juli 2026
  • Polisi Metro Jakarta Selatan langsung menerima laporan dari masyarakat dan langsung menindaklanjuti dengan membuat Laporan Polisi Model A

Berbagai jenis senjata api ditemukan, mulai dari empat laras panjang dan dua laras pendek, lengkap dengan peredam serta tujuh magazen berbagai macam. Polisi juga menggali informasi soal amunisi yang tersebar dalam berbagai kaliber, termasuk airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, serta taser gun dan alat-alat pembuatan peluru beserta buku panduan pembuatannya.

Penemuan Narkoba dan Konten Dewasa yang Mengkhawatirkan

Pada Rabu 5 Agustus 2026, petugas menemukan narkoba jenis ganja dan sabu di sela-sela barang bukti. Selain itu, sekitar 25 hingga 30 keping CD porno juga disita. Tambahan senjata api lain juga ditemukan di tempat yang sama. Kehadiran barang-barang ini di lingkungan pendidikan menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keamanan siswa dan guru yang seharusnya dilindungi.

Ruang Bunker yang Masih Terkunci Rapat

Saat ini masih ada satu ruangan berbentuk bunker yang terkunci erat. Yayasan sekolah mengaku meminta bantuan aparat keamanan untuk membuka ruangan tersebut. Mereka khawatir jika tidak segera ditindak, risiko hukum semakin besar. Proses membuka ruangan ini menjadi urgensi karena kondisinya dianggap berbahaya.

Ketua Yayasan yang Dipecat Sebelumnya

Ketua yayasan bernama IWD sempat dipecat pada 18 April 2026 karena diduga melakukan penyalahgunaan dana. Saat diberhentikan, dia membawa kunci ruangan yang kemudian menjadi bukti penting dalam kasus ini. Proses pemberhentian terhadap anggota pengurus lain dan gugatan perdata sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Optimaise News mencatat bahwa situasi ini menunjukkan masalah manajemen yayasan sekolah yang perlu diperhatikan lebih serius.

Reaksi Ahli dan Permintaan Polisi

Staf ahli bernama Untung Sangaji menekankan pentingnya penanganan serius oleh polisi. Menurutnya, senjata api dan barang berbahaya dapat disalahgunakan dan mengancam nyawa siswa serta guru. Dia juga bertanya mengapa kegiatan yang mencurigakan bisa diam-diam terjadi di sekolah TK hingga SMA. Kuasa hukum yayasan Hermawanti meminta agar perkara ini segera ditindaklanjuti karena jumlah senjata api mendekati seribu unit.

FAQ Keamanan Sekolah Swasta Pondok Pinang
Bagaimana penemuan 995 senjata api dimulai?
Temuan dimulai saat bongkar muat barang pada 10-11 Juli 2026 dan dilaporkan ke polisi pada 15 Juli 2026.
Apa saja barang bukti yang ditemukan selain senjata?
Termasuk narkoba ganja sabu, CD porno, serta alat pembuatan peluru dan panduan teknisnya.
Mengapa ruangan bunker masih terkunci?
Yayasan sekolah mengaku meminta aparat bantu membukanya karena kekhawatiran risiko hukum dan keamanan.
Apa respons polisi terhadap kasus ini?
Polres Metro Jakarta Selatan menerima laporan dan akan menindaklanjuti dengan serius agar tidak terjadi penyalahgunaan di lingkungan pendidikan.
Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.