Surabaya, Optimaise News – Pemprov Jawa Timur menyerahkan penanganan dugaan pemaksaan aborsi yang menimpa TFR kepada Pemkot Surabaya. Keputusan ini diambil setelah tudingan viral menyebar luas dan memerlukan pemahaman lebih dalam terkait peran TFR di dunia wisata.
Inti artikel
- Pemprov Jawa Timur menyerahkan penanganan dugaan pemaksaan aborsi yang menimpa TFR kepada Pemkot Surabaya
- Keputusan ini diambil setelah tudingan viral menyebar luas dan memerlukan pemahaman lebih dalam terkait peran TFR di dunia wisata
- Proses ini dilakukan agar laporan dari pemerintah lokal dapat menjadi bahan dasar keputusan akhir dari Pemprov Jatim
TFR yang kini menjadi fokus perhatian merupakan salah satu finalis runner-up Raka Raki Jatim 2026 sekaligus juara sebelumnya dari Cak dan Ning Surabaya 2023. Alumni Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya ini mewakili kota ibu kota Jawa Timur dalam event tahunan yang bertujuan mempromosikan pariwisata daerah.
Alasan Penyerahan Proses Investigasi
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyatakan bahwa Kepala Dinas Pariwisata Provinsi baru saja melapor dan akan segera menyelesaikan pemeriksaan internal sebelum meneruskan hasilnya ke Pemkot Surabaya. Proses ini dilakukan agar laporan dari pemerintah lokal dapat menjadi bahan dasar keputusan akhir dari Pemprov Jatim.
Adhy Karyono juga menegaskan bahwa Pemprov akan menyelidiki dan mengklarifikasi dulu persoalan tersebut baru kemudian mengambil keputusan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari menjelaskan bahwa peserta Raka Raki Jatim merupakan perwakilan dari setiap kabupaten dan kota yang direkomendasikan secara resmi oleh pemerintah daerah tersebut.
TFR sendiri mewakili Surabaya sehingga proses investigasi dan klarifikasi dipusatkan di Kota Surabaya. Pemkot Surabaya sedang melakukan pemeriksaan langsung terhadap yang bersangkutan, dengan hasil berbentuk berita acara yang menjadi landasan utama bagi Pemprov Jatim untuk mengambil keputusan sanksi.
Latar Belakang Raka Raki Jatim sebagai Event Wisata
Raka Raki Jatim merupakan kompetisi tahunan yang melibatkan finalis dari berbagai kota untuk memperebutkan panggung representasi pariwisata provinsi. Program ini sudah berjalan bertahun-tahun dan menjadi salah satu agenda utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi wisata Jawa Timur.
Tudingan yang mencuat di akun X @Selinaby2 mulai menyebar setelah TFR diketahui terlibat dalam kasus ini. Masyarakat kemudian mempertanyakan apakah pemaksaan aborsi seperti yang diduga dapat memengaruhi kredibilitas peserta yang mewakili pemerintah dalam agenda wisata.
Reaksi Dinas Pariwisata dan Langkah Selanjutnya
Pemprov Jawa Timur menekankan bahwa penanganan kasus akan dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Hasil akhir dari pemeriksaan Pemkot Surabaya akan menjadi acuan untuk memutuskan langkah selanjutnya terhadap TFR yang diduga melanggar aturan.
Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan keraguan publik terhadap keberhasilan program Raka Raki Jatim yang selama ini telah membangun citra positif pariwisata Jawa Timur. Setiap pemangku kepentingan dihimbau untuk menjaga integritas kegiatan wisata agar tetap menjadi contoh bagi masyarakat muda yang tergabung dalam agenda tersebut.







