Laurens Lekatompessy Serahkan Diri ke Polrestabes Surabaya

Laurens Lekatompessy alias Pace menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya pada 9 Agustus 2026 setelah dua pekan masuk DPO pembacokan petugas valet Ambyar.

Author Image

Adel

Laurens Lekatompessy Serahkan Diri ke Polrestabes Surabaya

Laurens Lekatompessy alias Pace, dalang pembacokan petugas valet di tempat hiburan Ambyar, menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya pada Minggu malam, 9 Agustus 2026. Pemuda 24 tahun asal Ambon itu datang sendiri setelah dijemput tim pengurus M1R Jatim yang bergerak dari Jakarta. Saat ini dia sedang menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrestabes Surabaya. Optimaise News mencatat penyerahan ini mengakhiri pencarian selama dua pekan yang berakhir dengan keputusan sukarela yang mengesankan.

Inti artikel

  • Pemuda 24 tahun asal Ambon itu datang sendiri setelah dijemput tim pengurus M1R Jatim yang bergerak dari Jakarta
  • Saat ini dia sedang menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polrestabes Surabaya
  • Optimaise News mencatat penyerahan ini mengakhiri pencarian selama dua pekan yang berakhir dengan keputusan sukarela yang mengesankan

Kronologi Penyerahan Diri Laurens Lekatompessy ke Polrestabes Surabaya

Laurens Lekatompessy alias Pace tidak menunggu penangkapan terbuka. Dia menelepon pengurus M1R Jatim sebelum memutuskan menyerahkan diri. Tim yang dipimpin Ketua M1R Jatim Baharudin Umasugi langsung bergerak dari Jakarta untuk menjemputnya. Penyerahan dilakukan secara sukarela pada malam itu dan langsung diserahkan ke Polrestabes Surabaya bersama pimpinan kelompoknya.

Proses ini berlangsung cepat meski dua pekan sudah dicarikan. Laurens Lekatompessy didampingi Ketua dan pengurus M1R yang tahu ciri-ciri fisik serta identitas tersangkanya. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk tanggung jawab yang mengakhiri pencarian DPO yang sebelumnya sudah dioptimalkan polisi.

Profil dan Identitas DPO Laurens Lekatompessy Alias Pace

Profil dan Identitas DPO Laurens Lekatompessy Alias Pace
Ilustrasi Profil dan Identitas DPO Laurens Lekatompessy Alias Pace.

Laurens Lekatompessy lahir di Latulahat, Nusaniwe, Kota Ambon dan berusia 24 tahun saat ini. Dia terlihat dengan tinggi badan 165-170 sentimeter, badan sedang, rambut pendek ikal berwarna hitam, serta kulit sawo matang. Deskripsi fisik lengkap ini dicantumkan dalam DPO yang dikeluarkan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Persis seperti gambar yang beredar, profilnya cocok dengan identitas yang diberikan polisi sejak penetapan status pencariannya.

Ciri-ciri itu membantu polisi dalam perburuan selama dua minggu. Laurens Lekatompessy berhasil ditekur identitas dan ciri fisiknya sebelum akhirnya memilih menyerahkan diri. Pengetahuan ini menjadi kunci dalam keputusan Kapolrestabes Surabaya memberikan ultimatum agar tersangka bekerja sama.

Latar Belakang Kasus Pembacokan terhadap Petugas Valet Ambyar

Kasus ini bermula dari pembacokan dua petugas valet bernama Feri berusia 25 tahun dan Didik berusia 28 tahun di depan tempat hiburan Ambyar Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Mereka menjadi korban saat tugas patroli malam di area tersebut. Laurens Lekatompessy alias Pace ditetapkan sebagai pelaku tunggal yang telah ditetapkan status DPO oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Insiden terjadi di tempat umum dan melibatkan kekerasan fisik yang mengakibatkan kerugian pada kedua korban. Kasus ini mendapat perhatian serius dari pihak terkait yang menuntut penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku. Perspektif korban petugas valet ini menunjukkan bagaimana insiden serupa dapat mengganggu keamanan di tempat hiburan kota besar.

Reaksi dan Langkah Polisi Pasca-Ultimatum Kapolrestabes Surabaya

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan memberikan ultimatum jelas agar tersangka menyerahkan diri segera. Dia memerintahkan Kasatreskrim AKBP David Manurung untuk mengambil langkah cepat menangkap dan memproses pelaku sesuai hukum. Langkah ini dilakukan setelah polisi sudah mengantongi identitas lengkap Laurens Lekatompessy alias Pace dan ciri-cirinya.

Pemeriksaan sekarang berjalan di Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kanitresmob Satreskrim AKP I Made Sutanaya mengonfirmasi bahwa tersangka menyerahkan diri Minggu malam dan sedang dalam proses pemeriksaan. Polisi akan memproses kasus ini secara menyeluruh sesuai perkembangan yang ada. Optimaise News mencatat penerimaan penyerahan ini menjadi tonggak penting dalam upaya penegakan hukum.

Dukungan Masyarakat Maluku dari M1R dalam Kasus Ini

M1R Jatim aktif mendorong proses penyerahan diri Laurens Lekatompessy. Ketua Baharudin Umasugi menyatakan anggotanya menelepon sebelum menyerahkan diri dan tim langsung bergerak menjemputnya dari Jakarta. Dukungan ini menunjukkan ikatan komunitas keturunan Maluku terhadap penegakan keadilan. Mereka siap mendampingi proses hukum yang berjalan.

Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Surabaya Maksum Rosadin menuntut pemrosesan lengkap kasus. Dia menekankan bahwa ada lebih dari satu pelaku karena korban dua orang dan ada yang membawa senjata tajam. Proses hukum harus menyeluruh dan tidak berhenti pada tersangka yang sudah menyerahkan diri. Dukungan dari kelompok masyarakat ini menjadi bagian dari penuntutan keadilan yang adil.

FAQ
Siapa Laurens Lekatompessy?
Laurens Lekatompessy alias Pace adalah dalang pembacokan petugas valet Ambyar yang menyerahkan diri pada 9 Agustus 2026.
Kapan dan di mana penyerahan dilakukan?
Penyerahan terjadi malam Minggu, 9 Agustus 2026 di Polrestabes Surabaya setelah tim M1R menjemputnya dari Jakarta.
Apa yang terjadi pada korban?
Korban adalah dua petugas valet bernama Feri dan Didik yang mengalami pembacokan di Ambyar Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.
Apa permintaan LHA PSHT Surabaya?
LHA PSHT Surabaya menuntut semua pelaku diproses karena lebih dari satu orang dan ada yang bersenjata tajam di lokasi umum.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.