Pemkot Surabaya Beri & Warga Rekam Curi Rp300 Ribu

Pemkot Surabaya via DLH berikan insentif Rp300 ribu ke warga yang rekam pencurian fasum. Unggah foto ke Instagram DLH, bukti pelaku wajib. Detail cara klaim.

Author Image

Adel

Pemkot Surabaya Beri & Warga Rekam Curi Rp300 Ribu

– Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan insentif uang tunai sebesar Rp300.000 kepada warga yang berhasil merekam aksi pencurian fasilitas umum atau pelanggaran lingkungan. Kepala DLH Kota Surabaya M. Fikser menegaskan sayembara ini sudah berlangsung lama, namun laporan harus disertai bukti orang yang mengambil barang, bukan sekadar pemberitahuan kehilangan.

Inti artikel

  • Warga cukup mengunggah rekaman tersebut ke akun Instagram Dinas Lingkungan Hidup
  • Setelah diverifikasi, hadiah Rp300.000 akan diganti
  • Foto pencurian atau pelanggaran diunggah langsung ke Instagram resmi dinas

Bukti foto saja cukup. Warga cukup mengunggah rekaman tersebut ke akun Instagram Dinas Lingkungan Hidup. Setelah diverifikasi, hadiah Rp300.000 akan diganti. Optimaise News merangkum bagaimana skema ini membantu menjaga lebih dari 800 taman di kota, termasuk 47 lokasi aktif yang jadi titik kumpul warga setiap hari.

Cara Kerja Insentif Foto dan Respons DLH

Sistemnya sederhana. Foto pencurian atau pelanggaran diunggah langsung ke Instagram resmi dinas. Petugas merespons unggahan, memverifikasi, lalu mentransfer insentif. Fikser menekankan bukti visual wajib menampilkan pelaku, supaya bukan laporan kosong.

Langkah ini muncul karena fasilitas umum sering menjadi target. Kursi besi, pot tanaman, bunga hias, hingga kabel lampu lilit di Sungai Kalimas, taman, dan pohon-pohon sering hilang. Skema foto-to-cash membuat warga biasa bisa ikut mengawasi tanpa harus menunggu petugas.

Bagi UMKM atau warga yang sehari-hari lewat pedestrian, mengunggah bukti menjadi peluang tambahan. Insentif Rp300.000 per kasus valid memberi motivasI nyata sambil membantu menjaga ruang terbuka hijau.

Kursi Besi Berat dan Sasaran Lain yang Sering Hilang

Kursi besi dipasang bertahap di sekitar 220 titik taman maupun pedestrian. Material krom baja yang berat membuat nilai satu unit hampir menyentuh Rp3 juta lebih. Meski DLH memasang baut drat khusus dan mengelas kaki kursi agar sulit digeser, pencurian masih terjadi.

Sasaran lain meliputi pot tanaman, bunga hias dekoratif, serta kabel lampu lilit. Dalam satu aksi singkat, puluhan meter kabel bisa raib. Dugaan kuat pelakunya tim berpengalaman, bukan orang perorangan yang iseng.

Petugas Satpol PP Surabaya pernah mengamankan kursi besi berlogo pemerintah kota di lokasi pengepul barang bekas. Temuan itu mengonfirmasi barang curian masuk rantai daur ulang ilegal. Pengawasan gabungan warga dan aparat menjadi kunci.

Mengapa Taman Aktif Butuh Mata Warga

Kota Surabaya mengelola lebih dari 800 taman. Di antaranya 47 taman aktif berfungsi sebagai tempat warga bertemu, bermain, dan beraktivitas. Kehilangan kursi atau lampu langsung mengurangi kenyamanan ruang publik.

Anggaran pembangunan serta perawatan ruang terbuka hijau tidak sedikit. Setiap kursi atau kabel yang hilang menambah beban. Insentif Rp300.000 menjadi cara efisien melibatkan masyarakat untuk memperpanjang usia fasilitas.

Dengan mengunggah foto ke Instagram DLH, warga tidak hanya berpotensi menerima uang. Mereka juga membantu mendeteksi pola pencurian di titik-titik rawan seperti sekitar Kalimas dan pedestrian padat.

FAQ Seputar Insentif Rekam Pencurian Fasum Surabaya
Siapa yang berhak menerima Rp300.000?
Warga yang merekam aksi pencurian fasum atau pelanggaran lingkungan lalu mengunggah bukti foto ke Instagram Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Bukti harus menampilkan pelaku, bukan sekadar foto barang hilang.
Bagaimana cara mengklaim insentif setelah unggah foto?
Setelah unggahan diverifikasi petugas DLH, respons akan diberikan melalui platform yang sama. Proses selanjutnya adalah penggantian uang Rp300.000 sesuai ketentuan sayembara yang sudah berjalan lama.
Fasilitas apa saja yang paling sering dicuri?
Kursi besi, pot tanaman, bunga hias, dan kabel lampu lilit di Sungai Kalimas, taman, serta pepohonan. Kabel bisa dicuri puluhan meter dalam waktu singkat, diduga oleh tim berpengalaman.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.