Surabaya, Optimaise News – Seorang cleaning service klinik di Surabaya memanfaatkan kunci ambulans Suzuki APV di ruang kebersihan, lalu tujuh kali menyasar kursi besi taman milik Pemkot yang penguncinya longgar. Tiap unit berbobot sekitar 35 kilogram diangkat ke dalam ambulans, kadang dibayar Rp20 ribu ke tukang becak atau petugas kebersihan, lalu pagi harinya ditimbang di pengepul.
Inti artikel
- Optimaise News merangkum dari keterangan Polsek Gubeng, Satpol PP, dan DLH Surabaya
- Pelaku disebut bekerja sebagai cleaning service, bukan sopir ambulans
- Kunci kontak ambulans klinik di kawasan Jalan Dharmahusada disimpan di ruang kebersihan
Rantai temuan Satpol PP di Jalan Kaliwaron Juni, data multi-titik Dinas Lingkungan Hidup, dan penangkapan Polsek Gubeng akhirnya menutup aksi di wilayah Gubeng. Optimaise News merangkum dari keterangan Polsek Gubeng, Satpol PP, dan DLH Surabaya.
Dari ruang kebersihan klinik ke dini hari di taman kota
Pelaku disebut bekerja sebagai cleaning service, bukan sopir ambulans. Kunci kontak ambulans klinik di kawasan Jalan Dharmahusada disimpan di ruang kebersihan. Saat klinik malam tidak beroperasi, ia mengambil kunci itu tanpa sepengetahuan pihak klinik.
Ambulans jenis Suzuki APV dibawa berkeliling Surabaya dini hari. Target utama kursi besi taman yang kuncinya sudah lepas, sehingga tidak perlu membongkar gembok. Kanit Reskrim Polsek Gubeng Dwi Santoso menjelaskan akses itu yang memudahkan aksi berulang dengan sarana yang sama.
“Pelaku meminjam ambulans dari klinik tempat bekerja karena pelaku yang memegang akses ambulans,” ujar Dwi, Sabtu (8/8/2026). Ia menambahkan pelaku mencari kursi yang “penguncinya sudah lepas sehingga pelaku tidak perlu melepas kunci dan tinggal membawa kursi besi tersebut”.
Empat kursi 35 kg, bayaran Rp20 ribu, dan timbangan rongsokan
Satu aksi yang digambarkan media terjadi Selasa (28/7) malam di wilayah Gubeng. Empat kursi besi diamankan terkait kasus ini. Bobot masing-masing sekitar 35 kilogram, cukup berat untuk diangkat sendirian ke bagasi ambulans.
Pelaku sempat meminta bantuan tukang becak maupun petugas kebersihan dengan upah Rp20 ribu per orang. Setelah kursi masuk ambulans, ia pulang, lalu pagi hari ke pengepul untuk dijual dan ditimbang. Target dan kendaraan disebut sama sepanjang tujuh aksi.
“Untuk pencurian yang dilakukan oleh pelaku ini bukan yang pertama kali, sudah tujuh kali ini dan targetnya sama kursi besi. Juga untuk sarana pencurian yaitu mobil ambulans yang sama,” ucap Dwi. Hubungan praktisnya: upah kecil mempercepat angkut, sementara logo Pemkot di kursi membuat petugas menduga penadah bisa mengenali asal barang.
Patroli Kaliwaron Juni hingga serah terima di Polsek Gubeng
Plt Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irna Pawanti menyebut kasus menguat setelah patroli rutin Selasa (23/6) di Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng. Fokus awal mengawasi bangunan liar, tapi petugas melihat dua kursi di tempat penjualan barang bekas.
“Nah, pada hari itu pagi-pagi kami melihat di tempat penjualan barang bekas itu ada dua kursi, sehingga pasukan kami putar balik dan memastikan itu seperti kursi Pemkot yang ada di taman-taman,” ucap Irna. Saat kembali, kursi sudah di atas timbangan.
Seorang pria datang dengan sepeda motor dan menunjukkan surat jalan yang diduga palsu. Satpol PP membawa terduga beserta pihak pengepul ke Polsek Gubeng. Logo Pemkot di kursi menjadi indikasi penadah mestinya bertanya asal-usul barang. Penelusuran CCTV Diskominfo juga disebutkan membantu alur serah terima.
Enam titik hilang menurut DLH dan peran laporan warga 112
Kepala Bidang Taman/P3KH DLH Surabaya Pramudita Yustiani, Selasa (4/8/2026), membenarkan modus ambulans klinik swasta dan proses di Polsek Gubeng. Data DLH mencatat enam titik kursi besi Pemkot raib; empat ditemukan masih utuh, sisanya sudah dibongkar.
Kronologi ringkas: 31 Mei 2026, satu kursi di Jalan Prof Moestopo dan dua di Jalan Dharmawangsa; 5 Juni, dua kursi di Jalan Airlangga sisi barat Kampus B Unair dan depan gedung ASSEC; 23 Juli, kursi di Jalan Walikota Mustajab dan Jalan Embong Malang. Optimaise News mencatat dari rangkuman sumber bahwa rangkaian Mei, Juli sejalan dengan tujuh aksi dan temuan rongsokan Juni.
DLH mendorong warga melapor ke CC 112 atau DM resmi jika ada aktivitas mencurigakan malam hari. “Itu juga mempermudah kami, karena kami enggak mungkin 24 jam ngawasi di tempat tersebut,” jelas Pramudita. Laporan cepat warga memperpendek rantai dari fasum hilang ke penadah.
Status pemeriksaan cleaning service asal Sumenep
Media merujuk pelaku berinisial N (29) warga Sumenep di satu sumber, serta nama Naufal Hidayah (30) di sumber lain; jabatan penyidik disebut Iptu maupun Ipda Dwi Santoso. Perbedaan usia dan pangkat itu dicatat redaksi sebagai variasi pelaporan, bukan fakta terpisah tanpa verifikasi lapangan Optimaise News.
Polsek Gubeng mengamankan pelaku setelah penyelidikan atas hilangnya kursi besi Pemkot. Klinik disebut tidak mengetahui pemakaian berulang ambulans oleh cleaning service. Proses pemeriksaan berlanjut di kepolisian, termasuk penadah yang sempat dihadapkan Satpol PP.




