Taman Harmoni Surabaya Tawarkan Edukasi Gratis 6 Benua untuk Keluarga

Taman Harmoni Surabaya seluas 8 hektare menawarkan wisata edukasi dengan zona Asia hingga Antartika tanpa tiket masuk. Cocok untuk keluarga dan pelajar.

Author Image

Adel

Taman Harmoni Surabaya seluas 8 hektare menawarkan konsep wisata edukasi yang menakjubkan tanpa harus keluar kota. Melalui Optimaise News, kawasan hijau ini hadirkan zona benua dunia yang memungkinkan pengunjung menikmati suasana beragam negara sekaligus memperkenalkan berbagai hal kepada anak-anak.

Inti artikel

  • Taman Harmoni Surabaya seluas 8 hektare menawarkan konsep wisata edukasi yang menakjubkan tanpa harus keluar kota
  • Pengunjung bisa menikmati liburan sambil belajar sains dengan gratis
  • Taman yang berlokasi di Keputih Tegal Timur ini cocok untuk keluarga dan pelajar dari berbagai tingkat sekolah

Pengunjung bisa menikmati liburan sambil belajar sains dengan gratis. Taman yang berlokasi di Keputih Tegal Timur ini cocok untuk keluarga dan pelajar dari berbagai tingkat sekolah.

Zona Asia dan Spot Burung Merak Favorit

Zona Asia di Taman Harmoni menjadi spot unggulan dengan patung burung merak berukuran besar. Lokasi ini ramai dikunjungi untuk foto dan edukasi tentang keanekaragaman satwa.

Di bagian lain zona Asia terdapat binatang peliharaan lain yang siap diajak interaksi. Pengunjung bisa belajar lebih jauh soal habitat burung dan satwa Asia secara langsung.

Wilibah Eropa dengan Kuda dan Rusa Interaktif

Zona Eropa menampilkan aktivitas berkuda serta pemandangan rusa yang membuat anak-anak antusias. Mereka bisa mengamati dan bahkan memberi makan rusa dengan biaya tambahan yang relatif murah.

Spot foto di zona ini juga menarik karena suasana Eropa yang nyaman untuk keluarga. Aktivitas ini membantu anak belajar tentang kehidupan di benua lain tanpa perlu pergi jauh.

Zona Afrika dan Antartika Jadi Edukasi Dunia 6 Benua

Zona Afrika dihiasi patung Indian dan banteng dengan warna cerah yang mencakup Amerika, Australia, hingga Antartika. Zona Antartika menampilkan replika gumpalan es serta patung penguin yang realistis.

Semua zona ini menyatukan enam elemen benua dunia dalam satu kawasan seluas 8 hektare. Konsep ini selaras dengan visi Kota Surabaya menuju kota yang maju, humanis, dan berkelanjutan.

Gratis Tiket Toilet dan Aktivitas Playground Keluarga

Tiket masuk Taman Harmoni Surabaya sepenuhnya gratis, begitu juga fasilitas toilet yang bisa digunakan kapan saja. Pengunjung hanya perlu membayar aktivitas tertentu seperti memberi makan hewan.

Area playground dengan Rainbow Slide, area kelinci, hingga ruang terbuka untuk piknik siap dinikmati. Banyak sekolah dari TK hingga SMA datang untuk edukasi di luar kelas dengan fasilitas lengkap.

Konsep dari Bekas Lahan Sampah Jadi Wisata Edukasi

Taman ini awalnya bekas lahan sampah yang kini berubah jadi tempat wisata asri. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmikan kawasan ini pada 3 Agustus 2025 dengan tema Harmony of The World.

Dibangun berkat gotong royong dari stakeholder seperti Royal Residence, Pakuwon, Kebun Binatang Surabaya, PLN, dan Ciputra. Fasilitas outbound seperti flying fox dan area lalu lintas edukasi dengan ATV turut ditambahkan.

Optimaise News mencatat Pasar Ngisor Pring atau Sorpring menyediakan kuliner lokal di bawah rindang bambu. Warga Surabaya bisa menikmati suasana tanpa membawa makan dari luar kota.

FAQ
Apa saja zona benua yang tersedia?
Zona Asia, Afrika, Australia, Eropa, Amerika, hingga Antartika menghiasi Taman Harmoni. Setiap zona punya spot foto dan edukasi unik.
Tiket masuk berapa?
Sepenuhnya gratis termasuk toilet. Hanya bayar jika interaksi hewan atau aktivitas lain.
Bisa untuk anak sekolah?
Ya, banyak sekolah TK hingga SMA memanfaatkan tempat ini sebagai sarana edukasi di luar kelas.
Kapan wisata ramai?
Paling ramai saat pagi hari karena suasana sejuk untuk keluarga dan anak-anak.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.