Cleaning Service Surabaya Curi 7 Kali Kursi Besi Pakai Ambulans Klinik

Rantai terbongkar dari kursi di timbangan rongsok Juni: Naufal Hidayah pakai ambulans klinik Dharmahusada, 7 aksi, 4 kursi Gubeng. Penadah diduga sadar logo.

Author Image

Adel

– Rantai pencurian fasum di Surabaya tidak dimulai dari malam aksi di Gubeng. Temuan Satpol PP di lapak rongsok Jalan Kaliwaron pada Juni dulu yang membuka jalan ke Polsek Gubeng.

Inti artikel

  • Rantai pencurian fasum di Surabaya tidak dimulai dari malam aksi di Gubeng
  • Temuan Satpol PP di lapak rongsok Jalan Kaliwaron pada Juni dulu yang membuka jalan ke Polsek Gubeng
  • Naufal Hidayah (30) kemudian diamankan terkait empat kursi besi taman milik Pemkot yang diangkut ambulans Suzuki APV

Naufal Hidayah (30) kemudian diamankan terkait empat kursi besi taman milik Pemkot yang diangkut ambulans Suzuki APV. Dia cleaning service klinik di Jalan Dharmahusada, sudah tujuh kali target kursi sama. Optimaise News merangkum, bobot tiap unit sekitar 35 kg dan penjualan ke penadah besi tua.

Temuan kursi di atas timbangan bongkar rantai penadah

Plt Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irna Pawanti menyebut patroli 23 Juni di Jalan Kaliwaron, Kelurahan Mojo, Gubeng, semula untuk awasi bangunan liar. Petugas malah melihat dua kursi di tempat barang bekas.

Mereka putar balik dan memastikan itu aset Pemkot yang biasa ada di taman. Saat tiba kembali, kedua kursi sudah di atas timbangan.

Seorang pria datang dengan sepeda motor. Dia menunjukkan surat jalan yang diidentifikasi palsu, seolah bertugas jual barang resmi. Satpol PP membawa terduga dan pihak pengepul ke Polsek Gubeng. Irna menduga penadah sadar status aset karena logo Pemkot jelas terpasang. Biasanya pengepul juga menanyakan asal barang.

Modus malam: kunci diambil dari ruang kebersihan klinik

Kanit Reskrim Polsek Gubeng Ipda Dwi Santoso membenarkan penangkapan dan penyelidikan berlanjut. Aksi empat kursi terjadi Selasa (28/7) malam di wilayah Gubeng. Ambulans milik klinik tempat pelaku bekerja di kawasan Dharmahusada.

“Untuk pelaku ini karyawan bekerja sebagai cleaning service, bukan sopir ambulans. Dirinya bisa mengoperasikan ambulans dengan cara mengambil kunci kontak yang disimpan di ruang kebersihan. Jadi pihak klinik tidak tahu kalau pelaku kerap menggunakan mobil ambulans,” ujar dia.

Aksi digelar malam saat klinik tidak beroperasi. Laporan lain menyebut inisial N (29), warga Sumenep, dimanfaatkan akses ambulans, keliling dini hari mencari kursi yang penguncinya sudah lepas, lalu minta bantuan tukang becak atau petugas kebersihan dengan upah Rp20 ribu untuk mengangkat, pagi hari dijual dan ditimbang di pengepul.

Tujuh aksi berulang target kursi besi 35 kg

“Untuk pencurian yang dilakukan oleh pelaku ini bukan yang pertama kali, sudah tujuh kali ini dan targetnya sama kursi besi. Juga untuk sarana pencurian yaitu mobil ambulans yang sama,” ucap Santoso. Optimaise News mencatat dari keterangan narasumber bahwa empat kursi yang terkait penangkapan diangkut dengan kendaraan jenis yang sama.

Kepala Bidang Taman/P3KH Dinas Lingkungan Hidup Surabaya Pramudita Yustiani membenarkan pelaku diamankan Polsek Gubeng. Ambulans berasal dari klinik swasta. Total dua orang diproses: pencuri dan penadah. Video yang beredar memperlihatkan pria berrompi hijau menjelaskan asal kursi berlogo Pemkot.

Peran Satpol PP, Polsek Gubeng, dan indikasi penadah tahu logo Pemkot

Setelah temuan Kaliwaron, jalur beralih ke penyelidikan Polsek. Dalam rangkuman Optimaise News, kepolisian menghubungkan laporan hilangnya kursi dengan modus karyawan yang menyalahgunakan kunci ruang kebersihan.

Indikasi penadah mengetahui status fasum diperkuat logo yang melekat dan kebiasaan tanya asal barang. Surat jalan palsu di lokasi rongsok mempertegas rantai jual yang tidak legal.

Konteks kerugian fasum dan imbauan warga

Pramudita menyebut sekitar 20 kursi hilang sejak 2016; tahun ini sekitar 10 unit. Harga per unit sekitar Rp3 juta sehingga estimasi total kerugian mendekati Rp60 juta. Kerugian ini menekan fasilitas taman publik di banyak titik Surabaya.

Warga diimbau tidak diam bila melihat pengambilan fasum. Laporan bisa melalui hotline 112 atau media sosial resmi DLH Surabaya agar penanganan cepat. Pola Juni, Agustus menunjukkan fasum berat mudah laris di rongsok bila pengamanan kunci dan pengawasan malam longgar.

FAQ
Siapa pelaku dan berapa kali beraksi?
Naufal Hidayah (30), cleaning service klinik, ditangkap terkait pencurian kursi besi taman Pemkot. Polisi menyebut dia sudah tujuh kali beraksi dengan target dan ambulans yang sama.
Bagaimana rantai kasus pertama terbongkar?
Satpol PP menemukan dua kursi Pemkot di lapak rongsok Jalan Kaliwaron pada 23 Juni, sudah di atas timbangan, disertai surat jalan diduga palsu, lalu menyerahkan ke Polsek Gubeng.
Apa yang bisa dilakukan warga?
Laporkan pengambilan atau perusakan fasum lewat hotline 112 atau kanal resmi DLH Surabaya agar penanganan lebih cepat.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.