DPRD Surabaya Panggil Asosiasi Mal Soal Pagar Tinggi Tunjungan Plaza

Pekan depan DPRD Surabaya panggil asosiasi mal terkait pagar tinggi. Pakuwon merapikan TP dan Pakuwon Barat usai imbauan Eri Cahyadi demi estetika.

Author Image

Adel

DPRD Surabaya Panggil Asosiasi Mal Soal Pagar Tinggi Tunjungan Plaza

– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya merencanakan undangan kepada pengelola dan asosiasi mal pada pekan depan. Agenda utamanya meminta penjelasan soal pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat belanja, termasuk di kawasan Tunjungan.

Inti artikel

  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya merencanakan undangan kepada pengelola dan asosiasi mal pada pekan depan
  • Agenda utamanya meminta penjelasan soal pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat belanja, termasuk di kawasan Tunjungan
  • Ketua DPRD Syaifuddin Zuhri menekankan agar pengamanan tidak berlebih-lebihan

Ketua DPRD Syaifuddin Zuhri menekankan agar pengamanan tidak berlebih-lebihan. Forkopimda disebut sudah mengantisipasi isu rencana aksi, sementara Wali Kota Eri Cahyadi hanya meminta ketinggian pagar disesuaikan agar wajah kota tetap rapi. Optimaise News merangkum rangkaian fakta dari keterangan dewan, pengelola, dan pemerintah kota.

DPRD Surabaya Memanggil Asosiasi Mal untuk Penjelasan Pagar

Pemanggilan digelar di kantor DPRD Kota Surabaya. Fokusnya bukan membongkar pagar, melainkan membuka alasan di balik tinggi pagar yang ramai dibicarakan warga dan media sosial.

Zuhri menilai rasa was-was boleh muncul, namun pendapat yang dilebih-lebihkan justru merugikan citra kota. Ia mendorong komisi terkait segera merancang undangan kepada asosiasi pengusaha mal agar penjelasan disampaikan resmi, bukan sebatas spekulasi di ruang publik.

Menurut rangkuman Optimaise News, dewan juga menyiapkan ruang dialog tentang penyikapan pagar tinggi dalam waktu dekat. Tujuannya menyelaraskan standar keamanan pusat belanja dengan jaminan keamanan yang sudah dipegang Forkopimda.

Pakuwon Group Menyesuaikan Pagar demi Estetika Kota

Sebelum undangan dewan, PT Pakuwon Group sudah memangkas ketinggian pagar di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall (Pakuwon Barat). Pekerja tampak memotong dan mengelas struktur pagar besi hijau di luar area mal.

Data pantauan sejumlah media menyebut pagar semula mencapai sekitar 2,5 meter, lalu disesuaikan menjadi kisaran 1,8 hingga 2 meter. Di sisi lain Tunjungan Plaza, bagian pagar yang masih setinggi sekitar 2 meter tampak dipotong lebih pendek sekitar 50 sentimeter dibanding sisi bersebelahan.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, memastikan penyesuaian mengikuti imbauan Wali Kota. “Kami akan rapikan sesuai imbauan Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi untuk menjaga estetika kota. Yang kita rapikan atau dipendekkan di TP sama Pakuwon Barat. Karena secara estetika menutup gedung utama di dua lokasi itu,” ujar Sutandi.

Fungsi pengamanan dan pengarah jalur pejalan kaki tetap dipertahankan. Pakuwon juga mengingatkan pemasangan sejenis sudah dilakukan di Royal Plaza sejak 2006, dengan konsep yang disesuaikan tiap mal, bukan respon mendadak semata.

Syaifuddin Zuhri Tekankan Forkopimda Antisipasi Ancaman Luar

Zuhri menilai pagar yang terlalu menonjol bisa dibaca seolah pengusaha tak percaya kemampuan Forkopimda. Ia menolak narasi kota rawan dirusak dan meminta isu kerusuhan yang diembuskan di luar tidak dijadikan dalih berlebih.

“Kita mau sikapi rasa takut boleh saja tapi surabaya termausk forkopimda sudah memberikan antisipasi kita sudah menangkap isu isu itu, tapi yakinkan Surabaya pasti aman, jangan membangun opini berlebihan,”

ujarnya pada Sabtu (8/8/2026). Ia menambahkan saran keras kepada pemilik mal agar tidak paranoid.

“Kita sarankan pengusaha pemilik mal jangan paranoid itu terkesan menunjukkan dia tidak yakin atas forkopimda Surabaya dan meremehkan warga Surabaya gak mau warga Surabaya itu kotanya dirusuhi dan dirusak semuanya,”

jelasnya. Ia juga menyinggung rencana menemui sejumlah ormas sejalan penanganan isu yang sama. Bagi pembaca di Surabaya, pesan dewan ini berarti jaminan keamanan formal sudah dilayangkan, sementara mal diminta menyelaraskan penampilan fisik pagar agar tidak memicu rasa cemas berlebihan di ruang kota.

Wali Kota Eri Cahyadi Ingin Mal Jaga Keseimbangan Estetika dan Keamanan

Eri Cahyadi menegaskan Pemkot tidak memerintahkan bongkar total. Yang diminta hanya menurunkan ketinggian supaya estetika kawasan tetap baik.

“Kami sudah meminta mereka untuk menurunkan, tidak terlalu tinggi. Kemarin sudah disampaikan biar estetikanya bagus, jangan terlalu tinggi,” ujar Eri. Pekerjaan penyesuaian dilakukan bertahap: copot, potong, lalu pasang kembali agar proporsional dan tidak menutup wajah gedung utama.

Sintesis posisi ketiga pihak cukup jernih. DPRD menguji alasan dan meminta asosiasi hadir; Pakuwon sudah merapikan di dua titik utama sambil mempertahankan fungsi pagar; wali kota menempatkan estetika sebagai batas, bukan pelarangan total pengamanan. Undangan pekan depan menjadi tahap formal agar standar yang sama bisa dibahas lintas pengelola, bukan hanya di mal milik satu grup.

FAQ
Kapan DPRD Surabaya memanggil pengelola mal?
Rencananya pekan depan di kantor DPRD Kota Surabaya, dengan undangan kepada pengelola dan asosiasi pengusaha mal.
Apa yang diminta soal pagar di mal?
Penjelasan alasan pemasangan pagar tinggi, agar pengamanan tidak berlebihan, seraya memastikan ketinggian disesuaikan demi estetika sesuai imbauan wali kota.
Bagaimana Pakuwon menyesuaikan pagar di Tunjungan Plaza?
Pagar hijau dipangkas dari kisaran 2,5 meter menjadi sekitar 1,8, 2 meter di TP dan Pakuwon Barat, dengan fungsi pengamanan dan pengarah pejalan kaki tetap dijaga.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.