Surabaya, Optimaise News – MAMA Lime Green Day Fest meramaikan Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Para mama datang bersama buah hati untuk sesi gendong sambil menari, coba booth, dan praktik menyiapkan MPASI yang bersih.
Inti artikel
- MAMA Lime Green Day Fest meramaikan Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya pada Sabtu, 8 Agustus 2026
- Para mama datang bersama buah hati untuk sesi gendong sambil menari, coba booth, dan praktik menyiapkan MPASI yang bersih
- Fokusnya bukan sekadar antrean foto
Fokusnya bukan sekadar antrean foto. Rangkaian itu menempatkan bonding sambil gendong dan edukasi cuci bahan plus alat dapur di satu atrium mal yang padat. Optimaise News merangkum aktivitas, kutipan instruktur, dan langkah demo dari sumber yang dihimpun.
Sesi Gendong-Bayi yang Bikin Mama Bergerak Bareng Si Kecil
Sejak pembukaan, atrium terasa ramai. Mama yang biasanya lebih banyak di rumah mendapat ruang bergerak bareng dalam gendongan. Baby Wearing Dance (BWD) menjadi titik paling hidup di awal rangkaian.
Instruktur BWD sekaligus owner Bayiku.id, Thiva Lathifah, menilai kesempatan kumpul itu penting untuk bonding. “Seru banget karena biasanya di rumah aja mama-mama, di sini kumpul, gerak bareng, bisa bonding juga dengan bayi,” ujar Thiva kepada detikJatim, Sabtu (8/8/2026).
Antusiasme terlihat dari permintaan tambahan lagu setelah set utama. “Antusiasnya luar biasa. Bahkan ada yang mau nambah-nambah lagu lagi di BWD,” katanya. Gerakan ringan sambil gendong memberi ritme yang aman untuk bayi dan tetap menyenangkan bagi ibu.
Booth Interaktif dan Hadiah yang Memenuhi Antrean

Di luar lantai utama, product experience dibuka lewat sejumlah booth. Peserta bisa eksplor photobooth, Fruity Juicy Booth, Berry Fun Factory, hingga health check-up. Antrean panjang menandai booth yang paling digandrungi untuk foto dan coba produk.
Pembagian doorprize menambah tensi di sela aktivitas. Peserta berkesempatan meraih berbagai hadiah. Acara di Surabaya ini menjadi kelanjutan rangkaian 2026 setelah Jakarta dan Bandung, dengan penekanan lebih kuat pada gendong-gerak dan food prep daripada sesi yoga atau poundfit di edisi Bandung.
Bagi pembaca yang ingin meniru suasana di rumah, tiga titik praktis dari event itu bisa diringkas: bonding lewat gerak gendong singkat, eksplorasi booth atau area bermain aman, lalu praktik cuci dan olah bahan MPASI higienis di dapur yang sama dipakai keluarga malam itu.
Langkah Demonstrasi Cuci dan Olah Buah untuk MPASI Aman
Sesi food preparation mengajak mama mempraktikkan menu MPASI dari apel, roti, dan susu. Ahli gizi Susanti Kartika E. memandu langkah satu per satu agar kebersihan bahan dan alat sejalan.
Apel terlebih dulu dicuci dengan satu tetes MAMA Lime Green yang sudah 100% food grade untuk piring, buah, dan sayur. Air bilasan tampak keruh. Peserta langsung melihat residual yang sulit hilang hanya dengan air biasa. Kemudian apel dipotong dua, dikupas, dibuang bijinya, dipotong kecil, direbus hingga matang, lalu dihaluskan.
Hasil pure dicampur roti dan susu sehingga menu membawa karbohidrat, lemak, dan protein. Tekstur disesuaikan kemampuan anak: dicincang atau dihaluskan. “Kalau anak sudah siap MPASI, pastikan penuhi dengan bahan berkualitas, enggak harus mahal tapi segar, bisa bahan yang sering dipakai di rumah. Pastikan pengolahan caranya higienis, bersih sehingga MPASI-nya baik,” jelas Susanti.
Ia menekankan alat olah harus sama bersihnya. “Bahan-bahan yang sudah bersih, kita juga harus dukung dengan alat-alat yang digunakan juga harus bersih. Kenapa? Karena itu saling mendukung. Misal satu ada yang rusak atau ada yang kotor, itu bisa akan menimbulkan kontaminasi silang,” tuturnya. Apel dipilih karena manis alami dan seratnya membantu cegah sembelit. Menu itu bisa jadi camilan pagi atau sore asalkan tidak mengganggu jadwal makan utama.
Checklist singkat yang bisa dibawa pulang: cuci buah/sayur dengan pembersih food grade, bilas hingga jernih, siapkan talenan dan pisau bersih, masak hingga matang, sesuaikan tekstur, lalu suapi pelan sambil latih lidah dan mengunyah. Kebersihan alat di sini sama pentingnya dengan kebersihan bahan.
Respons Mama Peserta soal Kebersihan dan Bonding
Salah satu peserta, Aulia (25), warga Surabaya, datang bersama bayi berusia 1 tahun 4 bulan. Ia mengaku antusias pada rangkaian yang menyatukan hiburan dan praktik cuci. “Seru acaranya. Sangat mengedukasi, apalagi soal cara mencuci makanan, karena setelah dicuci tadi apelnya kelihatan kalau ternyata kotor. Jadi mengedukasi untuk menjaga kebersihan dengan MAMA Lime Green,” ujar Aulia.
Marketing Manager MAMA Lime, Liana Kusuma Dewi, menyebut brand ingin mendampingi gaya hidup sehat keluarga. “MAMA Lime ingin mendampingi dan mengajak untuk bergaya hidup sehat bersama MAMA Lime Green,” ujar Liana. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, agenda masih berlanjut hingga malam 8 Agustus 2026 di atrium yang sama.
Perbandingan singkat dengan edisi Bandung membantu melihat beda penekanan. Di Bandung sebelumnya muncul yoga, poundfit, talkshow ahli gizi, booth Catch the Lime, dan bintang tamu. Di Surabaya, potret yang dominan adalah BWD gendong plus demo MPASI step-by-step di mal. Keduanya tetap membawa pesan cuci buah-sayur aman, namun format Surabaya lebih rapat ke bonding sambil gendong dan praktik dapur harian.



