Surabaya, Optimaise News – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya M. Fikser memastikan warga yang berhasil mendokumentasikan pelaku pencurian aset kota lewat foto atau video, lalu mengunggahnya ke Instagram resmi DLH, akan mendapat respons dana Rp300 ribu. Skema Sayembara Pemkot Surabaya, Warga yang Foto Aksi Pencurian Aset Kota Dapat Rp300 Ribu ini digelar karena petugas saja tidak cukup menjaga ratusan titik ruang hijau dan fasilitas publik.
Inti artikel
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya M
- Program apresiasi tersebut sudah berjalan lama dan kini diperkuat bersama Satpol PP
- Fokusnya bukan sekadar laporan kehilangan, melainkan bukti visual aksi pencurian yang bisa ditindak lanjut
Program apresiasi tersebut sudah berjalan lama dan kini diperkuat bersama Satpol PP. Fokusnya bukan sekadar laporan kehilangan, melainkan bukti visual aksi pencurian yang bisa ditindak lanjut. Optimaise News merangkum skala aset yang rawan serta cara warga ikut menjaga.
Mengapa Taman Aktif dan Kursi Besi Jadi Sasaran Utama
Surabaya mengelola lebih dari 800 taman kota. Di antaranya 47 taman aktif yang rutin dipakai warga berkumpul, olahraga, dan bersosialisasi. Karena lalu lintas orang tinggi, fasilitas di lokasi itu mudah diamati calon pelaku.
Kurang lebih 220 titik kursi besi sudah dipasang di taman dan pedestrian jalur kota sejak 2016 hingga rencana 2026. Harga per unit melampaui Rp3 juta. Meski kaki dilas dan baut memakai drat khusus agar sulit digeser, banyak unit tetap dicopot dan dibawa kabur.
Kabel lampu hias di taman, termasuk kawasan Sungai Kalimas, juga sering hilang puluhan meter sekaligus. Pelakunya biasanya kelompok berpengalaman yang bisa melepas instalasi dalam waktu singkat. DLH menekankan bahwa taman bukan hanya ruang hijau, melainkan ruang interaksi sosial, sehingga pengawasan harus lebih ketat.
| Jenis aset | Skala / periode | Nilai / ancaman | Respons warga |
|---|---|---|---|
| Kursi besi taman & pedestrian | ±220 titik (2016, 2026) | > Rp3 juta per unit | Foto/video aksi, unggah IG DLH |
| Kabel lampu hias | Taman & Sungai Kalimas | Puluhan meter per aksi | Dokumen pencuri, dapat Rp300 ribu |
| Taman aktif | 47 dari >800 taman | Titik keramaian rawan | Partisipasi jaga aset kota |
| Apresiasi dokumentasi | Program berjalan lama | Rp300 ribu per bukti valid | Respon lewat IG resmi DLH |
Cara Kerja Sayembara dan Peran Satpol PP
Menurut Fikser, warga cukup merekam atau memotret saat aksi pencurian terjadi. Berkas itu diunggah ke akun Instagram resmi DLH Surabaya. Setelah diverifikasi, dinas memberikan uang Rp300 ribu sebagai apresiasi.
Satpol PP Kota Surabaya ikut dalam diskusi program sayembara bersama DLH. Kolaborasi ini memperluas jangkauan penegakan di lapangan, sementara warga menjadi mata tambahan di 47 taman aktif dan sepanjang pedestrian.
Pencurian kursi dan kabel kerap dilakukan orang yang paham teknis pemasangan. Mereka bekerja cepat sehingga patroli rutin sulit menangkap basah. Dokumentasi warga menambah peluang penelusuran dan efek jera.
Dampak bagi Ruang Publik dan Ajakan Warga
Kehilangan satu kursi saja merugikan anggaran kota lebih dari Rp3 juta, belum termasuk biaya pemasangan ulang dan las pengaman. Jika ratusan meter kabel hias hilang, area taman dan tepi Kalimas gelap, mengurangi kenyamanan warga yang beraktivitas malam hari.
DLH mengundang masyarakat ikut menjaga aset milik kota. Program Rp300 ribu bukan pengganti penindakan hukum, melainkan pelengkap agar pengawasan tidak bergantung semata pada petugas. Unggahan yang sahih direspons dinas setelah laporan visual diterima.
Optimaise News mencatat bahwa kombinasi pengamanan teknis (baut drat khusus dan las) dengan partisipasi publik diharapkan menekan frekuensi pencurian di titik-titik rawan. Warga yang sering ke 47 taman aktif dapat berperan tanpa harus menunggu aparat di lokasi.




