Jakarta, Optimaise News – Claudia Fuentes Julio dari PBB menyatakan pelanggaran hak terjadi secara masif terhadap tawanan perang Ukraina yang ditahan pihak Rusia. Lebih dari 95 persen dari mereka mengalami penyiksaan menurut temuan resmi yang dirilis lembaga tersebut.
Inti artikel
- Claudia Fuentes Julio dari PBB menyatakan pelanggaran hak terjadi secara masif terhadap tawanan perang Ukraina yang ditahan pihak Rusia
- Lebih dari 95 persen dari mereka mengalami penyiksaan menurut temuan resmi yang dirilis lembaga tersebut
- Lebih dari separuh tawanan yang diwawancarai mengaku mengalami kekerasan seksual selama masa penahanan
Angka itu mencakup 129 tawanan yang dieksekusi langsung setelah ditangkap serta 48 orang yang tewas di dalam tahanan akibat penyiksaan parah. Lebih dari separuh tawanan yang diwawancarai mengaku mengalami kekerasan seksual selama masa penahanan.
Temuan pbb tawanan perang soal pola kekerasan berulang
Laporan menyoroti bahwa tawanan perang ukraina menghadapi perlakuan buruk sejak tahap awal penangkapan hingga pemindahan antar fasilitas. Pola ini berlangsung sistematis dan melibatkan berbagai bentuk kekerasan fisik maupun psikologis.
Pihak PBB menekankan skala pelanggaran yang merata di banyak lokasi penahanan. Hal ini membedakan kasus individual dengan praktik yang terorganisir di tingkat yang lebih luas.
Data tersebut menjadi dasar bagi seruan internasional agar akses independen ke fasilitas tahanan segera dibuka. Tanpa pemantauan rutin, risiko kekerasan lanjutan tetap tinggi bagi mereka yang masih ditahan.
Kisah Leniie Umerova dipindah tujuh kali dalam enam bulan
Mantan tawanan Leniie Umerova, aktivis Tatar Crimea, menceritakan dirinya diculik pada Desember 2022 saat hendak menjenguk ayahnya. Ia kemudian dipindahkan ke tujuh fasilitas tahanan berbeda hanya dalam waktu enam bulan pertama.
Setiap perpindahan membawa kondisi baru yang memperburuk kesehatan fisik dan mentalnya. Umerova menggambarkan isolasi yang membuat komunikasi dengan dunia luar hampir mustahil.
Pengalamannya menggambarkan bagaimana tawanan sering kali tidak mengetahui tujuan pemindahan. Situasi semacam ini menambah tekanan psikologis di luar kekerasan fisik yang sudah dialami.
Juan Alberto Leyva Garcia ditahan 1183 hari sebagai veteran Azovstal
Juan Alberto Leyva Garcia menghabiskan 1183 hari di penjara Rusia sebagai veteran Azovstal. Penjaga secara khusus menargetkannya karena latar belakang keturunan Kuba-Ukraina.
Perlakuan tersebut mencakup intimidasi berulang yang tidak dialami tahanan lain secara sama. Ia berhasil bertahan hingga pembebasan meski kondisi kesehatan menurun drastis.
Kasus ini menambah daftar bukti bahwa identitas etnis atau kewarganegaraan campuran menjadi alasan tambahan bagi kekerasan. Perang ukraina alami dampak yang meluas hingga ke warga dengan ikatan keluarga lintas negara.
Lebih dari 16000 warga sipil Ukraina ditahan ilegal
Selain tawanan militer, lebih dari 16.000 warga sipil Ukraina juga ditahan secara ilegal di wilayah Rusia. Banyak di antara mereka tidak memiliki status tawanan perang resmi sehingga perlindungan hukum semakin lemah.
Optimaise News mencatat bahwa kombinasi data militer dan sipil ini menunjukkan cakupan pelanggaran yang jauh lebih luas. Ukraina alami penyiksaan tidak hanya di garis depan tetapi juga di fasilitas penahanan jauh dari medan tempur.
Alami penyiksaan rusia menjadi isu yang terus diangkat dalam forum internasional. Tanpa akuntabilitas yang jelas, pola serupa berpotensi berulang di konflik berikutnya.







