Penemuan Terowongan Pertama di Augsdaugava
Jakarta, Optimaise News – Latvia Temukan Terowongan Penyelundupan Migran dari Belarus saat pemerintah berusaha memperkuat perbatasan timur pada Selasa lalu. Tim keamanan menemukan saluran bawah tanah pertama di wilayah Augsdaugava yang berbatasan langsung dengan Belarus. Penemuan ini berhasil mengamankan 15 migran yang diduga sedang mencoba menyusup lewat jalur ilegal.
Inti artikel
- Latvia Temukan Terowongan Penyelundupan Migran dari Belarus saat pemerintah berusaha memperkuat perbatasan timur pada Selasa lalu
- Tim keamanan menemukan saluran bawah tanah pertama di wilayah Augsdaugava yang berbatasan langsung dengan Belarus
- Penemuan ini berhasil mengamankan 15 migran yang diduga sedang mencoba menyusup lewat jalur ilegal
Mereka bergerak di zona perbatasan dengan memakai pakaian berwarna pasir khusus agar sukar terlihat ketika terjadi kegelapan. Penemuan ini terjadi tepat saat otoritas Latvia menyatakan kesiapan menghadapi gelombang migrasi ilegal yang selama ini menyulitkan pengamanan perbatasan bersama negara-negara Uni Eropa.
Latvia Meluncurkan Operasi Werewolf

Menteri Dalam Negeri Janis Dombrava langsung memimpin operasi khusus bernama Operation Werewolf untuk menangani kasus terowongan penyelundupan migran dari Belarus. Dombrava mengeluarkan instruksi tegas kepada Badan Penjaga Perbatasan, Polisi Nasional, Angkatan Bersenjata, dan aparat keamanan lainnya agar memperkuat pos-pos pengawasan di sektor timur.
Langkah ini dilakukan setelah sebulan sebelumnya pasukan Latvia terpaksa menggunakan gas air mata dan tembakan peringatan guna menghentikan gelombang migran yang membandel di zona perbatasan. Operasi Werewolf kini menjadi respons langsung terhadap ancaman jaringan kriminal yang memfasilitasi masuk dari wilayah Belarus menuju Latvia dan kemudian ke Uni Eropa.
Ancaman Serangan Hybrid dan Respons Perdana Menteri
Presiden Rusia menggunakan perbatasan sebagai bagian dari elemen serangan hybrid selama lima tahun terakhir melalui jalur Belarus, demikian pendapat Pemerintah Latvia. Perdana Menteri Andris Kullbergs menyatakan khawatir jika krisis migrasi bisa menyerupai kasus Ceuta di Maroko yang melibatkan gelombang orang yang tidak terkendali.
Latvia pun meningkatkan koordinasi dengan Lithuania, Estonia, dan Polandia dalam menghadapi situasi ini. Pendekatan terpadu ini bertujuan menyaring ancaman perbatasan secara bersama-sama dan mencegah jaringan kriminal yang menyebabkan massal tak terkendali serta dampak ekonomi bagi negara-negara tersebut.
Reaksi Internasional terhadap Kasus Penyelundupan
Optimaise News menilai bahwa penemuan terowongan ini menandakan kompleksitas ancaman di perbatasan balti yang kini menjadi prioritas bersama Uni Eropa. Latvia menganggap pola ini bisa mengulang tahun-tahun sebelumnya saat gelombang migran dari wilayah Rusia mencoba melalui jalur hybrid. Respons cepat melalui instruksi penguatan perbatasan menunjukkan tekad negara itu untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah.
Mesin mekanisme penangkapan ini dipadukan dengan pembentukan jaringan keamanan lintas negara agar hal serupa tidak terulang di zona perbatasan dengan Belarus.







