Kediri, Optimaise News – Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya memimpin pelantikan tiga pejabat pimpinan tinggi pratama pada Kamis 13 Agustus 2026 di Tabanan Command Center. Acara digelar hybrid, menggabungkan kehadiran luring dan daring.
Inti artikel
- Acara digelar hybrid, menggabungkan kehadiran luring dan daring
- Dua di antara yang dilantik sebelumnya menjabat camat dan meraih peringkat pertama pada seleksi terbuka
- I Made Surya Dharma, mantan Camat Kediri, mendapat nilai 83,47 untuk formasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Dua di antara yang dilantik sebelumnya menjabat camat dan meraih peringkat pertama pada seleksi terbuka. I Made Surya Dharma, mantan Camat Kediri, mendapat nilai 83,47 untuk formasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Skor tertinggi mengantar eks camat ke kursi dinas
I Putu Agus Hendra, yang terakhir bertugas sebagai Camat Penebel dan pernah memimpin Kecamatan Selemadeg Timur, mencatat 80,75. Angka itu menjadi yang paling tinggi pada formasi Kepala Satpol PP.
I Dewa Putu Mahendra, sebelumnya Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda, mengisi kursi Kepala Dinas Kebudayaan. Ketiga nama itu menempati urutan pertama masing-masing formasi JPT pratama menurut catatan peliputan terpisah.
Optimaise News memandang rangkaian ini sebagai penegasan jalur seleksi terbuka: pengalaman wilayah kecamatan dan nilai ujian menjadi penentu, bukan sekadar rotasi rutin. Skor 83,47 dan 80,75 menjadi penanda yang mudah dicek publik.
Dua puluh satu administrator dan selisih data pengawas
Selain tiga kursi JPT, dilantik pula 21 pejabat administrator. Jumlah pejabat pengawas berbeda antar sumber: satu laporan menyebut 31 orang, laporan lain 37 orang. Perbedaan itu belum dijelaskan secara resmi di ruang pelantikan.
Command Center dipilih sebagai lokus agar dokumentasi hybrid tetap terkendali. Bupati Sanjaya memimpin prosesi tanpa merinci lebih jauh alasan selisih angka pengawas.
Bagi warga Tabanan, pergantian di Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP menyentuh isu sehari-hari: kebersihan, izin lingkungan, ketertiban pasar, dan penertiban ruang publik. Dinas Kebudayaan membawa mandat pelestarian yang lebih kultural.
Pengalaman Surya Dharma di Kediri dan jejak Hendra di Penebel serta Selemadeg Timur memberi modal pengenalan lapangan. Mahendra membawa latar pengadaan barang jasa yang biasa bersinggungan dengan proyek budaya dan aset daerah.
Seleksi dengan nilai terukur mengurangi spekulasi politik lokal, meski publik tetap menunggu program 100 hari masing-masing dinas. Hybrid ceremony menandai bahwa administrasi kepegawaian daerah sudah terbiasa memadukan ruang fisik dan daring.
Optimaise News akan mengikuti apakah selisih 31 versus 37 pejabat pengawas diklarifikasi dalam berita resmi kabupaten. Sementara itu, dua eks camat resmi memegang dinas teknis dengan bekal skor tertinggi di formasi mereka.







