Surabaya, Optimaise News – Direktur RS PHC Surabaya, Dokter Rony Kurniawan, melaporkan penambahan satu pasien luka usai kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 pada Selasa (4/8/2026). Total yang ditangani rumah sakit itu menjadi 12 orang; satu sudah rawat jalan sejak Senin (3/8/2026) sehingga 11 orang masih dirawat inap.
Inti artikel
- Total yang ditangani rumah sakit itu menjadi 12 orang; satu sudah rawat jalan sejak Senin (3/8/2026) sehingga 11 orang masih dirawat inap
- “Siang tadi nambah satu lagi (pasien ke-12)
- Total sebelas (rawat inap),” ujar Rony di rumah sakit
“Siang tadi nambah satu lagi (pasien ke-12). Total sebelas (rawat inap),” ujar Rony di rumah sakit. Pantauan Optimaise News, pasien baru menunjukkan mual, muntah, kelelahan, dan penurunan kondisi fisik, serupa korban sebelumnya, dan sudah mendapat cairan untuk pemulihan.
Penambahan pasien ke-12 di RS PHC Surabaya pada 4 Agustus
Update medis ini merujuk pada kondisi setelah gelombang evakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak. Insiden kapal rute Surabaya, Makassar milik operator pelayaran itu terjadi di perairan utara Sumenep, Minggu (2/8/2026) pagi.
Sebelum penambahan siang Selasa, posko dan laporan basarnas pernah mencatat sebaran perawatan yang lebih besar di PHC pada hari-hari awal. Angka di PHC kini disaring ke 12 orang yang benar-benar ditangani di fasilitas itu, dengan rincian rawat inap 11.
Informasi yang dihimpun Optimaise News menempatkan keterangan direktur sebagai penanda status terbaru di rumah sakit rujukan Surabaya, bukan sekadar ulangan data evakuasi massal di pelabuhan.
Gejala dan penanganan medis korban luka kapal

Menurut Rony, pasien ke-12 mengalami gejala yang sama dengan korban luka lain: mual, muntah, kelelahan, serta penurunan kondisi fisik setelah kebakaran dan proses menyelamatkan diri. Pemberian cairan menjadi langkah utama untuk menstabilkan tubuh.
Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, sebelumnya menjelaskan bahwa luka mayoritas korban berasal dari benturan saat penumpang mencoba keluar kapal sendiri. Pemeriksaan awal di fasilitas darurat juga menandai pola cedera sejenis pada banyak pasien yang dibawa ke Surabaya.
Di RS PHC, fokus perawatan tetap pada stabilisasi dan hidrasi. Tidak ada klaim baru soal operasi besar di keterangan direktur; yang ditegaskan adalah proses pemulihan yang sudah berjalan untuk seluruh pasien di sana.
Status rawat inap vs rawat jalan di rumah sakit rujukan
Dari 12 orang yang pernah atau sedang ditangani PHC, satu orang diperbolehkan rawat jalan pada Senin (3/8/2026). Sisanya, 11 orang, masih menginap di ruang rawat pada Selasa sore, malam saat Rony berbicara ke media.
Data posko Tanjung Perak sempat menyebut setidaknya delapan identitas awal yang dirawat di PHC: Joni, Nur Rochmawati, Suseno Prayitno, M Farid, Nur Rohman, Moh Sakur, Aziz, dan M Habibullah. Laporan basarnas di fase darurat juga menyebut total 24 orang butuh perawatan medis darurat, dengan sekitar 20 di PHC dan empat di Sumenep, sebelum angka di PHC disesuaikan lewat update direktur.
Empat korban di RSI Garam Kalianget, Sumenep, tercatat terpisah dari alur Surabaya. Pemprov Jatim menyatakan kesiapan menanggung biaya perawatan bila pasien dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah, sementara penanganan di fasilitas swasta atau mitra seperti PHC mengikuti kebijakan internal dan koordinasi posko.
Konteks evakuasi korban ke Pelabuhan Tanjung Perak
Posko terpadu di Tanjung Perak sempat menghitung 177 orang terevakuasi dalam satu rilis, dengan 174 menuju Surabaya dan empat dirawat di RSI Garam. Kapal penolong utama termasuk KM Meratus Pematang yang membawa ratusan penumpang (di antaranya dua yang meninggal), KM Selaras Emas, KM Mutiara Perindo, serta KRI Nala-363.
Manifest awal sekitar 271 orang: 232 penumpang, 26 ABK, dan 13 ABK tambahan. Update basarnas dan media regional memuat angka selamat dan meninggal yang bergerak di kisaran 228, 234 selamat dengan lima orang meninggal; jenazah diproses di RS Bhayangkara Surabaya. Total pendataan korban sempat disebut menjadi 238, termasuk 62 orang dievakuasi dari Masalembu ke Surabaya.
Sepuluh korban selamat tercatat di Sumenep, empat di antaranya di RSI Garam. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat meninjau korban di Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak, seiring penjaminan biaya di jalur pemerintah. Sintesis status PHC per 4 Agustus menegaskan: fasilitas itu kini memegang 11 rawat inap dari 12 yang ditangani, dengan penambahan satu pasien siang hari dan gejala kelelahan yang ditangani cairan, melengkapi peta perawatan di Surabaya tanpa mengulang detail kamar mayat.





