Surabaya, Optimaise News – Sebanyak 62 orang yang selamat dari insiden KMP Mutiara Sentosa 2 telah dipindahkan ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin malam 3 Agustus 2026. Mereka diangkut kapal negara KN Masalembo setelah sempat ditampung di Pulau Masalembu.
Inti artikel
- Mereka diangkut kapal negara KN Masalembo setelah sempat ditampung di Pulau Masalembu
- Komposisi penumpang yang tiba terdiri dari 58 pria dan 4 wanita
- Kapal KN Masalembo meninggalkan Pelabuhan Masalembu sekitar pukul 22.00 WIB
Komposisi penumpang yang tiba terdiri dari 58 pria dan 4 wanita. Seluruhnya segera diarahkan ke pemeriksaan kesehatan serta perawatan medis lanjutan di fasilitas setempat, sementara operasi pencarian di laut utara Sumenep masih berlangsung untuk sekitar 28 orang yang belum ditemukan.
Rute Evakuasi dari Masalembu ke Tanjung Perak
Kapal KN Masalembo meninggalkan Pelabuhan Masalembu sekitar pukul 22.00 WIB. Langkah ini diambil usai Basarnas Surabaya mendapat laporan bahwa sejumlah korban sudah berada di pulau tersebut.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Surabaya, Didit Harie Ristandy, menegaskan unitnya segera mengerahkan armada setelah informasi diterima. Prioritas utamanya adalah memastikan kondisi fisik para penyintas stabil sebelum perjalanan lebih jauh.
Sebelumnya, kelompok ini diselamatkan di perairan utara Sumenep oleh tugboat TB Hasnur 26. Setelah penjemputan di laut, mereka dibawa dulu ke Masalembu sebagai titik transit aman sebelum tahap pemindahan ke Surabaya.
Optimaise News mencatat skema berjenjang ini penting bagi keluarga yang menunggu di darat. Tahapan transit memberi ruang penilaian medis awal di pulau, lalu penanganan yang lebih lengkap di kota pelabuhan.
Status 28 Orang yang Belum Ditemukan
Hingga Senin malam, estimasi pihak penanganan menyebut masih ada sekitar 28 orang belum ditemukan. Angka tersebut menjadi fokus utama tim pencari yang terus bergerak di laut dan udara.
Ditpolairud Polda Jatim mengerahkan empat kapal patroli plus satu helikopter. Unsur lain yang terlibat meliputi Basarnas, TNI AL, KSOP, serta unit SAR gabungan lainnya.
Penyisiran area disusun dengan mempertimbangkan arah arus laut dan cuaca setempat. Pola ini bertujuan mempersempit zona pencarian berdasarkan pergerakan air yang diperkirakan mempengaruhi posisi orang yang masih hilang.
Koordinasi lintas instansi menjadi tulang punggung operasi. Setiap unit membawa peralatan dan jangkauan berbeda, mulai dari patroli permukaan hingga pemantauan dari udara, agar cakupan area tetap terkontrol.
Dampak bagi Keluarga dan Langkah Berikutnya
Kedatangan 62 orang di Tanjung Perak membuka ruang identifikasi lebih cepat bagi kerabat. Pemeriksaan kesehatan masal juga membantu mendeteksi dehidrasi, hipotermia ringan, atau cedera yang mungkin muncul belakangan.
Bagi pelaku usaha pelayaran kecil dan UMKM logistik di jalur Surabaya, Makassar, peristiwa ini menjadi pengingat soal kesiapan evakuasi berjenjang. Titik transit pulau seperti Masalembu terbukti berfungsi sebagai buffer sebelum korsel menuju fasilitas kota.
Operasi pencarian diperkirakan tetap digelar sepanjang malam dan pagi berikutnya. Fokus dipusatkan pada zona yang selaras dengan data arus, sambil menunggu laporan dari helikopter dan kapal patroli yang bergantian.
Optimaise News akan memantau pembaruan resmi dari Basarnas Surabaya dan Ditpolairud. Setiap perubahan status 28 orang yang masih dicari akan memengaruhi penyusunan daftar penumpang final dan proses penanganan keluarga di darat.







