Surabaya, Optimaise News – RS PHC Surabaya disiagakan sebagai mitra medis dalam posko terpadu Pelindo di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (3/8/2026), menanti 57 korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang masih dalam perjalanan. Sub Regional Head Jawa PT Pelindo Regional 3 Purwanto Wahyu Widodo menegaskan fasilitas pelabuhan digelar agar penumpang yang baru dievakuasi mendapat penanganan cepat, terpadu, dan humanis.
Inti artikel
- Purwanto Wahyu Widodo menyatakan posko mendukung identifikasi sekaligus pelayanan penumpang yang tiba di Surabaya usai evakuasi di laut
- RS PHC Surabaya masuk daftar mitra yang dikaitkan Pelindo bersama KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan
- Personel operasional pelabuhan disiagakan agar kedatangan kapal atau armada evakuasi aman dan lancar
Menurut pantauan Optimaise News, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut proses rawat inap yang membutuhkan penanganan sudah ada di RS PHC, sementara sisa 57 orang on the way ke Surabaya. Jaringan itu melengkapi posko identifikasi jenazah di RS Bhayangkara yang sudah menerima lima kantong jenazah, agar keluarga tahu mana titik layanan gratis dan mana jalur kepastian identitas.
Jaringan RS PHC dalam Posko Terpadu Gapura Surya Nusantara
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa membuka posko terpadu di Gapura Surya Nusantara khusus penanganan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya, Makassar yang terbakar di perairan utara Madura/Sumenep. Purwanto Wahyu Widodo menyatakan posko mendukung identifikasi sekaligus pelayanan penumpang yang tiba di Surabaya usai evakuasi di laut.
RS PHC Surabaya masuk daftar mitra yang dikaitkan Pelindo bersama KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Peran rumah sakit itu menempati jalur rujukan korban selamat yang butuh rawat inap non-post mortem, berbeda dengan kamar mayat Bhayangkara yang fokus identifikasi jenazah.
Personel operasional pelabuhan disiagakan agar kedatangan kapal atau armada evakuasi aman dan lancar. Bagi keluarga yang mencari orang tersayang, alur di pelabuhan lebih ke layanan hidup: cek kesehatan, istirahat, dan opsi perjalanan lanjutan, bukan antrian di teras kamar mayat.
Layanan Gratis: Pemeriksaan hingga Transportasi Lanjutan
Seluruh layanan di posko tidak dipungut biaya. Pemeriksaan kesehatan digelar gratis bagi penumpang. Jika kondisi memungkinkan, Pelindo membantu keberangkatan lanjutan. Jika memilih pulang ke daerah asal, disediakan transportasi gratis ke terminal atau stasiun terdekat.
Fasilitas pelengkap mencakup tempat beristirahat, makanan, minuman, toilet, dan mushala agar korban memulihkan kondisi fisik maupun psikologis setelah peristiwa di laut. Rangkaian ini menutup celah yang sering dialami penyintas: sudah selamat dari api, tapi masih bingung cara pulang atau ke mana berobat tanpa biaya.
Khofifah menegaskan, seandainya ada rujukan ke rumah sakit milik pemprov, biaya ditanggung pemerintah daerah. Untuk fase rawat inap yang sudah berjalan, RS PHC disebut sebagai titik penanganan yang aktif. Optimaise News mencatat pemetaan ini membantu membedakan layanan gratis Pelindo di pelabuhan dan jaminan biaya RS pemerintah bila dirujuk lebih jauh.
Koordinasi Multi-Instansi: KSOP, Basarnas, Jasa Raharja
Pelindo menekankan koordinasi dengan KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, serta instansi terkait. Tujuannya satu: penanganan cepat tanpa membebani korban di loket pembayaran.
Basarnas mencatat 234 korban dievakuasi, terdiri atas 229 orang selamat dan lima meninggal dunia. Angka itu menjadi konteks mengapa posko di Tanjung Perak dan RS PHC perlu siaga serentak: volume penyintas besar, sementara jalur duka terpisah di Bhayangkara.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, yang mendampingi gubernur, menekankan fokus masih pada pencarian dan penyelamatan serta menunggu korban yang dievakuasi menuju pelabuhan. Integrasi posko Pelindo dengan RS PHC menjawab kebutuhan medis di atas dermaga, bukan hanya di ruang jenazah.
Status Evakuasi dan Identifikasi Korban di Surabaya
Di jalur terpisah, lima kantong jenazah korban KMP Mutiara Sentosa 2 tiba di Posko Post Mortem Biddokkes Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026). Dua kantong pertama datang dini hari, satu ambulans sekitar pukul 07.44 WIB membawa jenazah ketiga, lalu dua ambulans lagi sekitar pukul 09.17 WIB membawa kantong keempat dan kelima.
Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim AKBP dr Adam Bimantoro meminta waktu sebelum rincian resmi disampaikan Kabid Humas Polda Jatim. Keluarga Sri Rahayu dari Tulungagung datang memastikan adik bungsunya, SS (39), sopir truk ekspedisi yang mengangkut wadah alat pendingin Jakarta, Sulawesi, diduga termasuk korban meninggal. Kernet Bambang Susilo (36) sempat mengajak SS melompat, tapi SS meminta kernet melompat dulu; Bambang selamat, SS kemudian ditemukan meninggal.
Sintesis alur bagi pembaca: penyintas dan keluarga yang mencari orang hidup menuju Gapura Surya Nusantara, RS PHC dan layanan gratis Pelindo; kepastian identitas jenazah dan proses DVI di RS Bhayangkara. Gubernur menyatakan duka cita atas lima korban meninggal dan menjanjikan santunan duka bagi keluarga asal Jawa Timur yang sesuai manifes, sementara 57 orang yang masih dalam perjalanan tetap menjadi prioritas penjemputan di pelabuhan.







