Surabaya, Optimaise News – Seorang foto harimau kurus yang kembali digemakan di media sosial sering menimbulkan perbincangan luas di tengah pengungkapan isu keuangan di kebun binatang. Padahal foto tersebut bukan laporan terkini melainkan dokumentasi periode lama yang telah beredar lama sebelum pengelolaan saat ini diterapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Harimau yang menjadi bahan sorotan viral itu disumbangkan warga pada tahun 2009 sebelum diintegrasikan ke dalam koleksi Kebun Binatang Surabaya. Hewan tersebut kemudian mengalami sakit akibat pemberian nasi rawon oleh pemilik lama yang menimbulkan gangguan pencernaan hingga mengakhiri harinya dalam waktu kurang dari setahun.
Asal Usul Foto Harimau Kurus yang Beredar di Media Sosial
Gambar harimau kurus viral diketahui sebagai arsip sumbangan warga sebelum KBS berubah menjadi Perumda di bawah pengawasan Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 2012. Informasi resmi dari pihak internal menyebutkan bahwa foto yang sama diunggah ulang bukan pada masa transformasi menjadi tempat sementara, melainkan tetap mempertahankan bentuk historisnya.
Contoh lain dari periode yang sama termasuk satwa harimau Sumatera Melani tahun 2013, orang utan Bety tahun 2013, serta beruang grizzly Beno tahun 2010 yang juga menjadi viral karena fisik yang menonjol di foto.
Kondisi Satwa Terkini Setelah 17 Tahun Pengelolaan Pemerintah Kota

Semua hewan di Kebun Binatang Surabaya kini mendapat pakan sesuai tabel gizi standar serta diawasi oleh pihak-pihak terkait karena statusnya sebagai milik negara. Pengelolaan menekankan evaluasi bersama dokter hewan agar porsi makan disesuaikan dengan aktivitas dan berat badan setiap spesies.
Manajemen menyatakan bahwa vitamin serta suplemen diberikan secara rutin untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan postur tubuh. Kondisi satwa saat ini dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat pengunjung yang datang ke lokasi sebagai cara terbaik untuk memastikan tidak ada kekurangan pakan.
Analisis Kematian Hanya Satu Kasus Karena Penyakit Bukan Kelalaian

Pada seluruh periode pengelolaan hingga tahun 2024 hanya terjadi satu kasus kematian yaitu gajah Dumbo tahun 2021 akibat elephant herpesvirus yang tidak bisa dicegah meskipun pengelolaan sudah berjalan baik. Balai Konservasi Sumber Daya Alam melakukan evaluasi penuh pada setiap kejadian untuk membuktikan tidak ada indikasi kelalaian manajerial.
Keperkerharimau Sumatera Sumartono menjelaskan pentingnya penyesuaian pangan dengan karakteristik individu agar hewan tetap ideal seperti habitat asli. Pendekatan ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan satwa secara keseluruhan.
Implikasi Korupsi terhadap Perawatan Hewan dan Pelayanan Pengunjung
Kasus korupsi senilai Rp10,2 miliar yang menjerat mantan direktur utama tidak akan memengaruhi perawatan hewan maupun pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Kebun Binatang Surabaya merasa puas atas peran pengawasan Pemerintah Kota Surabaya yang telah meningkatkan infrastruktur kandang secara signifikan dibandingkan masa sebelum perubahan status.
Keberadaan banyak pengawas karena milik negara membuat rutinitas perawatan menjadi lebih ketat dan transparan termasuk puasa harian satu hari setiap minggu bagi harimau serta porsi makan lebih besar saat puasa dua hari tanpa makanan untuk meniru pola hidup liar.
Rencana Pengembangan KBS Menuju Fasilitas Estetik yang Lebih Seru
Kebun Binatang Surabaya memperoleh akreditasi B serta kepercayaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang membuka kesempatan program pertukaran satwa termasuk rencana menghadirkan panda merah di koleksi saat ini. Langkah ini menjadi bukti komitmen menuju pelayanan yang lebih baik dan estetik.
Pengunjung yang ingin melihat sendiri bagaimana kondisi satwa dapat datang langsung ke situs untuk mengamati singa dan harimau dalam postur sehat tanpa keraguan. Langkah praktis ini membantu membangun kepercayaan publik berdasarkan pengalaman langsung.
Sintesis dari perubahan manajemen menunjukkan evolusi besar KBS dari masa sumbangan warga menjadi fasilitas yang aman dan penuh perhatian bagi seluruh satwa serta masyarakat pengunjung.







