Surabaya, Optimaise News – Pemkot Surabaya bekerja sama dengan RSMM Jatim dan Baznas Kota Surabaya menyerahkan kacamata serta melakukan skrining kesehatan mata secara gratis bagi 100 guru Pos PAUD Terpadu di Gedung Wanita Candra Kencana pada 31 Juli 2026. Acara ini merupakan bagian penting program Bunda PAUD Kota Surabaya yang menyasar langsung para guru pengasuh anak usia dini. Surabaya dipilih dari 38 kabupaten atau kota di Jawa Timur karena perhatian Pemkot terhadap kesehatan tenaga pendidik yang menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak dini.
Inti artikel
- Acara ini merupakan bagian penting program Bunda PAUD Kota Surabaya yang menyasar langsung para guru pengasuh anak usia dini
- Kolaborasi tiga pihak ini menciptakan dampak nyata bagi guru yang selama ini bertugas mendampingi anak usia dini di berbagai pos terpadu
- Manfaatnya terasa lebih jelas di era digital di mana penggunaan gadget sering menyebabkan ketegangan mata
Kolaborasi tiga pihak ini menciptakan dampak nyata bagi guru yang selama ini bertugas mendampingi anak usia dini di berbagai pos terpadu. Bantuan kacamata dan pemeriksaan gratis ini diharapkan menjaga penglihatan mereka agar dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar tanpa gangguan. Manfaatnya terasa lebih jelas di era digital di mana penggunaan gadget sering menyebabkan ketegangan mata.
Kolaborasi RSMM Jatim, Baznas Kota Surabaya, dan Pemkot Surabaya untuk Kesehatan Mata Guru PAUD
Kerja sama ini melibatkan Pemkot Surabaya sebagai inisiator program, RSMM Jatim yang menyediakan layanan pemeriksaan medis, dan Baznas Kota Surabaya yang ikut mendukung distribusi bantuan. Sintesis ketiganya menciptakan narasi lengkap tentang perhatian Pemkot Surabaya terhadap guru PAUD yang terpisah dalam berbagai inisiatif sebelumnya. Kolaborasi ini menandai upaya Pemkot dalam menjaga kesehatan tenaga pendidik sebagai fondasi pendidikan anak usia dini di kota.
Pemkot Surabaya menjadikan program ini sebagai wujud konkret perhatian terhadap guru yang mengajar di pos PAUD terpadu. RSMM Jatim bertanggung jawab menyediakan peralatan dan tenaga medis, sementara Baznas Kota Surabaya berperan dalam mendistribusikan kacamata kepada 100 guru yang terpilih. Pendekatan tiga pihak ini membuat program lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.
100 Guru Pos PAUD Terima Bantuan Kacamata dan Skrining Kesehatan Gratis

Acara berlangsung di Gedung Wanita Candra Kencana pada hari Jumat 31 Juli 2026. Sebanyak 100 guru Pos PAUD Terpadu di Kota Surabaya ikut menikmati manfaat bantuan kacamata lengkap dengan hasil skrining kesehatan mata gratis. Guru-guru tersebut berasal dari berbagai pos pendidikan anak usia dini di Surabaya yang menjadikan program ini sebagai bentuk apresiasi Pemkot terhadap tenaga pengajar.
Surabaya menjadi salah satu dari 38 kabupaten atau kota di Jawa Timur yang mendapat kesempatan serupa melalui program Bunda PAUD. Pemilihan Surabaya ini menunjukkan fokus pemerintah daerah pada kebutuhan guru PAUD di berbagai wilayah. Bantuan ini mencakup distribusi kacamata ukuran pas dan pemeriksaan penglihatan yang dilakukan oleh tim medis RSMM Jatim.
Rini Indriyani: Ini Awal Kolaborasi yang Harap Berlanjut dengan Baznas

Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani menyampaikan terima kasih atas kerja sama ini. Menurutnya, acara pemberian bantuan merupakan awal kolaborasi yang diharapkan terus berlanjut dengan Baznas. Pernyataannya menegaskan bahwa ini adalah kesempatan pertama bagi Baznas untuk menunjukkan kepedulian khusus terhadap Bunda PAUD di Kota Surabaya.
Rini Indriyani menekankan pentingnya program ini untuk menjaga kesehatan guru PAUD yang bertugas mendampingi anak usia dini. Ia mengajak semua pihak untuk terus mendukung agar program bisa diperluas ke pos-pos lain. Harapan ini mencerminkan komitmen Pemkot Surabaya dalam mendukung kualitas pendidikan anak dini.
Ayu Mas Kusumayanti: Hasil Skrining Kebanyakan Normal Sesuai Usia Guru
Direktur RSMM Jatim Ayu Mas Kusumayanti menjelaskan hasil skrining yang dilakukan terhadap 100 guru. Mayoritas responden menunjukkan kondisi penglihatan normal sesuai dengan usia masing-masing. Tidak ditemukan kasus penyakit mata yang serius, sehingga guru tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal.
Hasil skrining ini menjadi kabar baik bagi para guru yang akan melanjutkan kegiatan mengajar mereka di era digital. Skrining gratis ini membantu mendeteksi dini jika ada isu penglihatan ringan yang perlu ditangani dengan kacamata yang diterima. Ayu Mas Kusumayanti menyampaikan bahwa pemeriksaan ini dilakukan secara profesional untuk menjamin akurasi hasil.
Manfaat Bantuan untuk Keberlangsungan Mengajar di Era Digital
Bantuan ini sangat penting bagi guru PAUD di era serba digital saat ini. Mengajar melalui smartphone dan gadget sering menyebabkan refraksi mata terganggu karena paparan cahaya biru dan waktu layar yang lama. Dengan memiliki kacamata yang tepat, guru dapat mengurangi ketegangan penglihatan selama proses belajar mengajar anak usia dini.
Manfaat utamanya adalah menjaga keberlangsungan mengajar tanpa terganggu oleh masalah penglihatan. Guru diharapkan memanfaatkan hasil skrining untuk menjaga kesehatan mata secara rutin dan menggunakan kacamata sesuai resep dokter. Program ini juga mencegah risiko penyakit mata yang berpotensi mengganggu proses pendidikan anak.
Optimaise News menilai bahwa bantuan serupa ini akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Surabaya. Guru diharapkan memanfaatkan kacamata baru ini untuk menjaga penglihatan tetap tajam saat mengajar di pos PAUD terpadu.







