Surabaya Kurangi Sampah ke TPA Benowo

UNDP Tinjau Model Pengelolaan Sampah di Balas Klumprik Surabaya. Model ini mengintegrasikan lima komponen utama yang bisa mengurangi volume sampah ke TPA.

Author Image

Adel

Surabaya Kurangi Sampah ke TPA Benowo

– UNDP melakukan kunjungan lapangan ke Balas Klumprik Surabaya pada 31 Juli 2026 untuk meninjau model pengelolaan sampah yang dikembangkan di sana.

Inti artikel

  • UNDP melakukan kunjungan lapangan ke Balas Klumprik Surabaya pada 31 Juli 2026 untuk meninjau model pengelolaan sampah yang dikembangkan di
  • Acara tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Kota Surabaya, akademisi, mahasiswa, serta Komunitas GRADASI
  • Para tamu tersebut saling bertukar informasi dan pengalaman selama sesi diskusi yang berlangsung sepanjang hari

Acara tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Kota Surabaya, akademisi, mahasiswa, serta Komunitas GRADASI. Para tamu tersebut saling bertukar informasi dan pengalaman selama sesi diskusi yang berlangsung sepanjang hari.

Lima Komponen Utama dalam Pengelolaan Sampah

Komponen pertama adalah pemilahan sampah yang dilakukan di rumah tangga agar sampah organik dan anorganik bisa dipisahkan dengan mudah. Dengan cara ini, setiap warga bisa berkontribusi langsung dalam mengurangi sampah yang tidak terpakai. Komponen kedua berupa bank sampah yang berfungsi menyimpan dan mengelola sampah yang sudah dipilah. Bank sampah ini juga bisa menjadi wadah bagi warga untuk menyimpan hasil kegiatan mereka secara berkala. Ketiga adalah rumah kompos yang mengubah sisa organik menjadi bahan berkualitas. Proses pengomposan ini memerlukan waktu tertentu namun hasilnya sangat bernilai untuk tanaman. Keempat adalah budidaya maggot yang memanfaatkan limbah untuk menghasilkan larva bernilai ekonomis. Larva ini kemudian dikumpulkan dan diolah lebih lanjut. Komponen kelima ialah urban farming yang memanfaatkan hasil kompos untuk menanam tanaman di daerah perkotaan. Tanaman ini bisa meliputi sayuran, buah, atau bunga yang bisa dijual atau dikonsumsi langsung oleh penduduk setempat.

Integrasi kelima komponen ini menjadikan model di Balas Klumprik sebagai solusi yang komprehensif terhadap masalah sampah di kota metropolitan. Dengan pendekatan ini, sampah organik tidak lagi menjadi beban melainkan sumber daya baru yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari masyarakat.

Penilaian dari Guntur Priambodo terhadap Sistem RW Level

Penilaian dari Guntur Priambodo terhadap Sistem RW Level
Ilustrasi Penilaian dari Guntur Priambodo terhadap Sistem RW Level.

Guntur Priambodo menilai sistem pengelolaan sampah komprehensif sejak tingkat RW dengan pemanfaatan seluruh sampah organik. Menurutnya, setiap sampah organik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sepenuhnya tanpa harus dibuang ke tempat akhir. Pendekatan ini sangat penting di kota besar seperti Surabaya di mana lahan untuk TPA terbatas. Dengan model ini, warga di tingkat RW terlibat aktif dan merasa memiliki kontribusi dalam pengelolaan lingkungan kota.

Penilaian tersebut menunjukkan bahwa dengan keterlibatan langsung di tingkat bawah, pengelolaan sampah bisa lebih efektif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menciptakan Siklus Ekonomi Daur Ulang yang Berkelanjutan

Menciptakan Siklus Ekonomi Daur Ulang yang Berkelanjutan
Ilustrasi Menciptakan Siklus Ekonomi Daur Ulang yang Berkelanjutan.

Kompos yang dihasilkan dari rumah kompos bisa didistribusikan untuk mendukung urban farming di sekitar Surabaya. Hal ini memungkinkan masyarakat perkotaan untuk memiliki tanaman sendiri tanpa harus tergantung pada pemasok eksternal. Di sisi lain, hasil dari budidaya maggot diolah menjadi pakan ikan berkualitas tinggi. Pakan ini bisa menjadi alternatif yang lebih murah dan alami bagi peternak ikan. Kombinasi ini membentuk siklus ekonomi daur ulang di mana sampah organik tidak terbuang sia-sia melainkan menjadi input baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Siklus ini juga bisa membantu mengurangi biaya pakan ternak secara keseluruhan.

Model seperti ini mendukung pertumbuhan bisnis lokal, terutama di bidang pertanian dan pakan ternak. Bagi pelaku usaha kecil, peluang untuk memproduksi kompos atau membudidayakan maggot bisa menjadi peluang penghasilan tambahan yang ramah lingkungan.

Kolaborasi untuk Pencegahan Pencemaran Plastik di Sungai

Reinier van der Lely selaku Asisten Direktur Clean Rivers menekankan pentingnya mencegahan sampah plastik dari sumbernya agar tidak mencemari sungai. Pendekatan pencegahan dini ini membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang masuk ke sistem pengelolaan akhir. Hal ini juga mendukung komitmen Surabaya dalam menjaga air bersih dan ekosistem sungai.

Fokus kerjasama dalam acara ini memperkuat hubungan antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang lebih besar di tengah tantangan urbanisasi.

Potensi Luas Jika Model Direplikasi

Model pengelolaan sampah di Balas Klumprik dipilih sebagai percontohan karena tantangan pencemaran sampah plastik yang ada di kota metropolitan. Tantangan ini menjadi prioritas karena plastik sulit didaur ulang dan sering mencemari sungai serta lahan kota. Jika diterapkan secara luas, potensi pengurangan volume sampah organik yang dikirimkan ke TPA Benowo akan sangat signifikan. Pengurangan ini akan membantu menghemat biaya operasional TPA dan menjaga kesehatan lingkungan secara keseluruhan.

Dampak ini tidak hanya lingkungan tetapi juga ekonomi, karena mengurangi biaya operasional TPA dan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Warga yang terlibat dalam budidaya maggot atau urban farming bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari hasilnya. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah, LSM, dan warga lokal di Surabaya bisa bekerja sama untuk menciptakan kota yang lebih bersih dan mandiri.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.