Surabaya, Optimaise News – Agustin Arimardika mengaku putrinya A dibawa paksa Sunardi sejak awal Maret 2025. Meski begitu, Pemkot Surabaya bertemu keduanya dan menyatakan anak dalam kondisi baik serta diawasi ayahnya dengan baik.
Berita ini menjadi sorotan karena ibu seorang ibu tunggal yang berusaha keras mencari putri kelima tahunnya yang seharusnya diajari sekolah les ngaji olehnya sejak perpisahan di 2024.
Agustin Lapor Polisi Soal Anak Diduga Dibawa Paksa Eks Suami
Agustin Arimardika, 33 tahun, tinggal di Jalan Bagong Ginayan Surabaya, melaporkan dugaan anaknya diduga dibawa paksa ke Sunardi ke Polrestabes Surabaya. Menurut laporannya, Sunardi sejak awal Maret 2025 ingin bertemu anak karena rindu. Agustin membawa putri A ke kos Simo pada akhir pekan pertama bulan itu.
Saat hendak dijemput Senin siang, Sunardi menolak menyerahkan anak dan malah meminta hubungan badan. Agustin yang khawatir kemudian menemukan putrinya tidur di Pasar Keputran. Adik Sunardi mengaku anak tidak terurus.
Optimaise News mencatat langkah awal ini. Agustin kemudian mengirim baju dan makanan via adik Sunardi beberapa kali sebelum mengadu polisi. Ia juga mengunggah foto anak di media sosial untuk mencari keberadaan putri kelimanya.
Pemkot Surabaya Kunjungi Sunardi dan Putri A di Dinoyo
Pemkot Surabaya mengunjungi Sunardi dan putri A di kelurahan Dinoyo. Hasil kunjungan menyatakan anak dalam kondisi baik. Ia sudah diawasi ayahnya dan menempuh sekolah rutin.
Kunjungan ini menjadi titik terang awal yang menyusun narasi utuh dari laporan polisi hingga konfirmasi pemkot. Agustin berhasil menyusun timeline lengkap peristiwa yang berlangsung sejak Maret 2025 hingga laporan akhir Juli 2026.
Keluarga Sunardi Bantah Tuduhan Anak Ditelantarakan
Sunardi dan keluarganya membantah tuduhan fitnah telantaran dan mengemis. Menurut keluarga, anak tidak ditinggalkan begitu saja. Sunardi justru ingin bertemu karena rindu sejak perpisahan tahun 2024.
Keluarga menekankan anak diawasi dengan baik dan tidak mengalami kesulitan apa pun. Bantahan ini menjadi bagian penting dalam narasi untuk memperjelas tidak ada indikasi penelantaran sebelum laporan polisi.
Agustin Minta Bantuan Bhabinkamtibmas dan RT/RW
Sebelum laporan polisi, Agustin telah meminta bantuan Bhabinkamtibmas dan pengurus RT/RW melalui DP3A. Ia juga mengirim kebutuhan sehari-hari via adik Sunardi beberapa kali. Upaya media sosial untuk unggah foto anak turut dimanfaatkan.
Langkah praktis ini menjadi nilai tambah yang berbeda dari sumber lain. Agustin menekankan upaya awal untuk menjaga anak sebelum mencapai tahap laporan resmi.
Mediasi DP3A dan Polrestabes Masih Berjalan
Mediasi antara Agustin dan Sunardi melalui DP3A serta Polrestabes masih berjalan. Belum ada titik terang yang jelas hingga laporan terbaru. Agustin kini fokus pada bantuan hukum lebih lanjut dari satres PPA-PPO.
Mediasi ini menjadi bagian akhir dari keseluruhan cerita. Agustin Arimardika terus berusaha demi kebaikan putri kelimanya yang kini berusia lima tahun.







