Surabaya, Optimaise News – Surabaya (Optimaise News) – Uji coba program Perlindungan Sosial berbasis digital di Surabaya telah mencapai hasil signifikan dalam menekan kesalahan penyaluran bantuan sosial. Teknologi pengenalan wajah dan cross-check data lintas lembaga berhasil meningkatkan akurasi, dengan mencapai 99,74 persen coverage dan menjangkau 51.000 keluarga baru. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari meninjau langsung aplikasi Sayang Warga di Kantor Kecamatan Tambaksari pada 28 Juli 2026.
Inti artikel
- Dengan pendekatan digital, proses penyaluran menjadi lebih transparan dan adil
- Penilaian subyektif dalam penyaluran bantuan sosial kerap menimbulkan masalah karena bergantung pada pendapat manusia yang bisa bias
- Pengenalan wajah kini hadir untuk menggantikan proses tersebut dengan verifikasi identitas yang lebih objektif dan cepat
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk mereformasi sistem pendataan bansos yang selama ini rentan terhadap kesalahan manual. Dengan pendekatan digital, proses penyaluran menjadi lebih transparan dan adil.
Teknologi Face Recognition yang Menggantikan Penilaian Subyektif
Penilaian subyektif dalam penyaluran bantuan sosial kerap menimbulkan masalah karena bergantung pada pendapat manusia yang bisa bias. Pengenalan wajah kini hadir untuk menggantikan proses tersebut dengan verifikasi identitas yang lebih objektif dan cepat. Sistem terintegrasi langsung dengan data KTP, catatan PLN, kepemilikan kendaraan, serta kepemilikan tanah dari Badan Pertanahan Nasional.
Muhammad Qodari melihat langsung simulasi di lapangan, di mana aplikasi Sayang Warga mampu mendeteksi penerima dengan akurat tanpa perlu penilaian manual yang rapuh. Keunggulan ini terlihat jelas ketika membandingkan hasil sebelum dan sesudah penerapan teknologi.
Penghapusan 25 Ribu KK Inclusion Error dari Data Lama

Data lama yang tersimpan mencatat 101.000 KK penerima bantuan sosial. Setelah dilakukan cross-check mendalam, 25.000 KK teridentifikasi sebagai inclusion error dan dicoret dari daftar karena tidak sesuai kriteria.
Langkah penghapusan ini menjadi krusial untuk membersihkan data yang salah sasaran. Hasilnya, alokasi bantuan dapat lebih tepat sasaran dan menghemat anggaran negara.
51 Ribu KK Exclusion Error yang Kini Terjangkau, Setara 175 Ribu Jiwa

Sebaliknya, sistem baru berhasil menjangkau 51.000 KK yang selama ini terabaikan atau exclusion error. Angka tersebut setara dengan 175.000 jiwa yang kini mendapat kesempatan menerima bantuan sosial.
Net effect dari penekanan error ini sangat positif karena penambahan 51.000 KK exclusion error mengimbangi penghapusan 25.000 KK inclusion error. Dari total 119.000 KK yang berhak, 51.000 KK atau 43 persen adalah yang terabaikan sebelumnya. Target targeting kini lebih adil dan merata.
Pencapaian 99,74 Persen Pendaftaran di 1.000.458 KK Surabaya
Pendaftaran secara keseluruhan mencapai 99,74 persen atau 1.000.458 dari total 1.003.068 KK di Surabaya. Angka ini hasil dari 334.560 KK didaftarkan melalui 13.049 agen Perlinsos ditambah 62.673 KK yang mendaftar mandiri.
119.000 KK berhak menerima bansos, sementara 359.856 KK menolak karena menyadari diri tidak berhak. Sisa 2.610 KK yang belum selesai akan tuntas dalam 1-2 hari ke depan, terbanyak di Kelurahan Dukuh Setro. Dengan infrastruktur yang sudah diperbaiki, Surabaya bisa tinggalkan target 100 persen dalam waktu singkat.
Integrasi Data 8 Kementerian Lewat Portal Perlinsos
Portal Perlinsos berfungsi sebagai platform yang mengintegrasikan data dari 8 kementerian dan lembaga. Integrasi ini mencakup data KTP, PLN, kepemilikan kendaraan, dan tanah dari Badan Pertanahan Nasional, sehingga proses verifikasi lebih komprehensif.
Surabaya sebagai pilot program nasional menunjukkan potensi model untuk kota lain. Digitalisasi ini sejalan dengan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk anggaran perlindungan sosial yang mencapai Rp1.300 triliun.







