Eri Cahyadi Desak Kontraktor Bayar Biaya Korban Jatuh Proyek Saluran

Dua warga jatuh ke proyek saluran air Margorejo Indah Surabaya 12 Juni 2026. Eri Cahyadi desak kontraktor tanggung biaya korban dan ancam copot pejabat.

Author Image

Adel

Dampak Keselamatan Publik pada Proyek Infrastruktur

– Dua pengendara sepeda motor, Edy Parlin (65) dan istri Laila Endriati (69), terjungkal ke lubang gorong-gorong proyek saluran air di Jalan Margorejo Indah depan Plasa Marina, Surabaya, pada Jumat malam 12 Juni 2026. Laporan warga bernama Tika masuk ke petugas sekitar pukul 19.55 WIB, dan evakuasi korban plus motor Supra X 125 berpelat L 5478 AAE rampung pukul 20.48 WIB.

Inti artikel

  • Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan
  • Tim berhasil mengangkat kedua korban dan kendaraan mereka dari lubang yang minim penanda bahaya
  • Kondisi lokasi malam hari memperparah risiko

Laila Endriati dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Edy Parlin ditemukan tidak sadarkan diri sebelum keduanya diantar ambulans ke RS Bhayangkara. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung menggandeng kepolisian untuk memeriksa kontraktor serta mengancam mencopot kepala dinas terkait jika kelalaian terbukti.

Kronologi Evakuasi dan Respons Damkar Surabaya

Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya M Rokhim mengoordinasikan operasi dari Poskotis Joyoboyo agar penanganan di lapangan tidak terhambat. Tim berhasil mengangkat kedua korban dan kendaraan mereka dari lubang yang minim penanda bahaya.

Kondisi lokasi malam hari memperparah risiko. Lubang proyek saluran air yang belum ditutup sempurna menjadi jebakan bagi pengendara yang melintas. Proses penyelamatan berlangsung hampir satu jam dari laporan awal hingga selesai, menandakan kesulitan akses di area yang seharusnya dilindungi rambu jelas.

Optimaise News mencatat bahwa keluarga korban kini menghadapi biaya perawatan dan pemakaman yang tidak terduga. Dokumen kontrak kerja secara tegas menempatkan kontraktor sebagai pihak yang wajib menjamin keselamatan penuh di area kerja. Kelalaian penempatan rambu atau pagar pengaman menjadi fokus utama penyelidikan.

Tuntutan Pemkot dan Tanggung Jawab Kontraktor

Dampak Keselamatan Publik pada Proyek Infrastruktur
Ilustrasi Dampak Keselamatan Publik pada Proyek Infrastruktur.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa kontraktor harus menanggung seluruh biaya korban. Ia menekankan bahwa penegakan aturan kontrak bukan hanya formalitas administratif, melainkan bentuk perlindungan warga. Polisi dilibatkan untuk menelusuri apakah prosedur keselamatan sudah dipatuhi sejak awal pengerjaan.

Ancaman pencopotan kepala dinas menunjukkan keseriusan pemerintah kota. Jika pengawasan dinas terkait terbukti longgar, pejabat berwenang akan diganti. Langkah ini diharapkan memberi sinyal tegas ke seluruh pelaksana proyek infrastruktur di Surabaya agar memprioritaskan keselamatan publik di atas target jadwal.

Bagi pelaku UMKM di sekitar Plasa Marina dan Margorejo, insiden semacam ini berisiko mengganggu akses pelanggan serta citra kawasan. Jalan yang semestinya ramai justru menjadi zona rawan. Kontraktor yang abai terhadap penanda minimal berpotensi merugikan roda ekonomi lokal yang bergantung pada kelancaran lalu lintas malam.

Fakta di lapangan memperlihatkan lubang gorong-gorong yang tidak dilengkapi pengaman memadai. Kedua korban, sepasang suami istri berusia lanjut, menjadi korban langsung dari kelalaian itu. Rumah sakit Bhayangkara menjadi tujuan pertama penanganan medis setelah penemuan kondisi kritis di lokasi.

Dampak Keselamatan Publik pada Proyek Infrastruktur

Kejadian ini mengingatkan pentingnya penegakan standar keselamatan di setiap titik proyek saluran air. Warga yang melintas malam hari, termasuk pengendara motor, berhak atas perlindungan dari lubang terbuka. Minimnya penanda menjadi bukti bahwa kontrol lapangan masih lemah.

Pemerintah kota kini menuntut kontraktor memenuhi kewajiban finansial korban. Biaya pengobatan Edy Parlin dan urusan duka Laila Endriati harus ditanggung penuh sesuai isi kontrak. Langkah ini juga membuka ruang evaluasi ulang seluruh proyek sejenis di Surabaya agar tidak terulang.

Koordinasi antara damkar, wali kota, dan polisi menjadi contoh respons cepat. Namun pencegahan tetap lebih utama. Penempatan pagar, lampu peringatan, dan petugas jaga di area galian malam hari seharusnya sudah menjadi kewajiban baku sebelum pekerjaan dilanjutkan.

Optimaise News menilai bahwa insiden di Margorejo Indah menyingkap celah antara dokumen kontrak dan praktik di lapangan. Jika tanggung jawab kontraktor ditegakkan secara konsisten, risiko serupa bagi warga bisa ditekan. Wali Kota Eri Cahyadi memilih jalur tegas agar pesan itu tersampaikan ke seluruh pelaksana proyek.

FAQ seputar Insiden Proyek Saluran Air Surabaya
Siapa korban yang jatuh di lokasi proyek saluran air?
Korban adalah sepasang suami istri Edy Parlin berusia 65 tahun dan Laila Endriati berusia 69 tahun. Mereka terjungkal ke lubang gorong-gorong saat melintas di Jalan Margorejo Indah depan Plasa Marina pada Jumat malam 12 Juni 2026.
Apa tuntutan Pemkot Surabaya terhadap kontraktor?
Wali Kota Eri Cahyadi meminta kontraktor menanggung penuh biaya korban sesuai dokumen kontrak kerja. Ia juga menggandeng polisi untuk mengusut dan mengancam mencopot kepala dinas bila kelalaian pengawasan terbukti.
Bagaimana kronologi evakuasi korban berlangsung?
Laporan warga Tika diterima sekitar pukul 19.55 WIB. Evakuasi dua korban beserta motor Supra X 125 pelat L 5478 AAE selesai pukul 20.48 WIB. Laila Endriati meninggal di lokasi, Edy Parlin ditemukan tidak sadarkan diri, lalu keduanya dibawa ke RS Bhayangkara.
Mengapa kontraktor diminta bertanggung jawab penuh?
Dokumen kontrak kerja secara jelas mewajibkan kontraktor menjamin keselamatan di area proyek. Minimnya penanda bahaya di lubang gorong-gorong menjadi indikasi pelanggaran kewajiban tersebut sehingga biaya korban menjadi tanggung jawab mereka.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.