Bandung, Optimaise News – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melepas peserta peringatan satu dekade Royal Riders Indonesia (RoRi) di Balai Kota Bandung pada 8 Agustus 2026. Dari sekitar 40.000 orang yang mendaftar, hanya sekitar 1.000 yang datang dan 400 hadir di balai kota. Optimaise News merangkum, momen itu bertepatan dengan dimulainya kembali operasional Bandara Internasional Husein Sastranegara.
Inti artikel
- Dari sekitar 40.000 orang yang mendaftar, hanya sekitar 1.000 yang datang dan 400 hadir di balai kota
- Optimaise News merangkum, momen itu bertepatan dengan dimulainya kembali operasional Bandara Internasional Husein Sastranegara
- Farhan menilai komunitas bisa mendatangkan wisatawan dan membantu mempromosikan daya tarik kota setelah anggota pulang ke daerah asal
Farhan menilai komunitas bisa mendatangkan wisatawan dan membantu mempromosikan daya tarik kota setelah anggota pulang ke daerah asal. Rangkaian acara dilanjutkan di kawasan Lanud Husein Sastranegara. Dukungan Komandan Lanud atas pembukaan akses penerbangan juga diapresiasi.
Komunitas motor jadi agen promosi destinasi Bandung
Peserta RoRi datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk merayakan dekade komunitas di Bandung. Menurut Farhan, jejaring mereka berpotensi jadi agen word of mouth yang murah dan efektif. Setelah kembali, cerita destinasi, kuliner, hingga suasana kota bisa menyebar ke komunitas motor di kota masing-masing.
Pendekatan berbasis komunitas ini selaras dengan arah promosi yang ingin menyasar kelompok spesifik, bukan sekadar volume massal. Bagi pelaku pariwisata lokal, momentum seperti RoRi bisa jadi pintu masuk kerja sama itinerary singkat yang ramah motor touring. Sintesis ini menempatkan komunitas sebagai mesin promosi yang melengkapi event formal kota.
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi di tengah event

Farhan menyambut gembira karena perayaan RoRi bertepatan dengan operasional kembali Bandara Husein Sastranegara. Pintu udara itu membuka opsi akses baru bagi wisatawan dan peserta event di dalam kota. Apresiasi juga diberikan kepada pimpinan Lanud yang mendukung akses penerbangan.
Dalam rangkuman Optimaise News, kombinasi komunitas motor plus bandara aktif memberi sinyal bahwa Bandung ingin memperpanjang lama tinggal pengunjung. Akses udara lebih dekat ke pusat kota bisa mendukung pertemuan, pameran, atau tur tematik tanpa memaksa perjalanan darat panjang. Peluang ini relevan untuk perencanaan MICE skala kota.
Regulasi sewa harian dan peluang MICE tematik
Kementerian Pariwisata memetakan hotel, restoran, dan destinasi wisata di seluruh Indonesia, termasuk Bandung. Deputi Industri dan Investasi Rizki Handayani menilai banyak vila atau rumah sewa harian tidak terdaftar sehingga memengaruhi pendapatan daerah. Ia menekankan sewa harian perlu diatur agar tidak mengganggu hotel yang sudah berizin dan membayar pajak; vila lebih tepat disewakan mingguan.
Rizki menilai Bandung punya potensi besar untuk event MICE skala nasional dan internasional. Kementerian mendorong event tematik agar jumlah wisatawan lebih terkendali, tetapi menginap lebih lama dan belanja lebih banyak. Usulan lain mencakup gastro-tourism, wellness, dan fashion, misalnya paket kesehatan tiga hari yang melibatkan rumah sakit serta penguatan busana Muslim dan kerajinan sepatu.
Bagi pengelola akomodasi legal, regulasi sewa harian bisa menyeimbangkan persaingan. Bagi penyelenggara event komunitas, penawaran menginap di hotel berizin plus paket tematik bisa menaikkan belanja harian peserta touring seperti RoRi.
Pemetaan profil wisatawan serta branding kerajinan lokal
Farhan menekankan perlunya pemetaan mendalam profil wisatawan: segmen sosial-ekonomi, perilaku, dan pola transaksi belanja. Data itu membantu dinas merancang program yang lebih tepat sasaran. Produsen sepatu di Cibaduyut, menurutnya, butuh pendampingan desain dan branding agar nilai jual naik dan menjadi bagian citra kota.
Sejarah dan potensi sentra sepatu juga harus masuk city branding. Bila digabung dengan komunitas motor dan event tematik, produk lokal bisa masuk itinerary belanja singkat. Festival Jawa Barat 2025 di Kiara Artha Park pada 8-9 November 2025, yang masuk Karisma Event Nusantara, menampilkan seni budaya berbasis kearifan Sunda. Staf Khusus Kementerian Pariwisata Bambang Andika menyebut target nasional 1,08 miliar kunjungan wisatawan nusantara dan 15 juta wisatawan mancanegara; Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir bersama Farhan di WJF 2025.
Sintesis praktis bagi pelaku wisata: manfaatkan komunitas touring sebagai propagator destinasi, selaraskan akomodasi legal dengan aturan sewa harian, dan susun paket MICE atau wellness yang mendorong tinggal lebih lama. Pembukaan Bandara Husein menambah opsi akses, sementara branding Cibaduyut bisa mengikat belanja kerajinan ke narasi kota.






