Bandung, Optimaise News – Wings Air menerbangkan rute perdana nomor IW1210 dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, ke Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung, pada Kamis 6 Agustus 2026 pukul 13.50 WIB. Pesawat ATR 72 yang digunakan menjadi penanda kembalinya layanan berjadwal di bandara tersebut setelah sempat sepi rute rutin.
Inti artikel
- Pesawat ATR 72 yang digunakan menjadi penanda kembalinya layanan berjadwal di bandara tersebut setelah sempat sepi rute rutin
- Maskapai yang tergabung dalam Lion Group ini menjadi operator pertama yang melayani penerbangan berjadwal dari Husein pada periode tersebut
- Kondisi cuaca dan persiapan operasional di kedua bandara mendukung ketepatan waktu lepas landas dan pendaratan
Maskapai yang tergabung dalam Lion Group ini menjadi operator pertama yang melayani penerbangan berjadwal dari Husein pada periode tersebut. Rute langsung Bandung-Lampung dijadwalkan tiga kali seminggu setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, memudahkan perjalanan bisnis, wisata, pendidikan, serta silaturahmi keluarga.
Penerbangan IW1210 Dicatat Lancar oleh Awak Pesawat
Kapten Ganda Barocta selaku pilot pada penerbangan perdana menilai perjalanan itu berlangsung mulus dan menyenangkan bagi penumpang maupun kru. Kondisi cuaca dan persiapan operasional di kedua bandara mendukung ketepatan waktu lepas landas dan pendaratan.
Penumpang yang hadir pada hari pertama datang dari berbagai daerah. Antusiasme terlihat kuat khususnya dari warga Tasikmalaya dan Lampung yang memanfaatkan koneksi langsung ini untuk kebutuhan sehari-hari maupun jangka panjang.
Optimaise News mencatat bahwa kehadiran layanan berjadwal memberi alternatif transportasi udara yang lebih cepat dibanding perjalanan darat lintas pulau. Banyak penumpang menyebut rute baru ini mengurangi waktu tempuh secara signifikan.
Pernyataan Resmi Wings Air soal Prioritas Rute
Danang Mandala Prihantoro dari Corporate Communications Strategic Wings Air menegaskan bahwa Bandung-Lampung merupakan rute berjadwal pertama yang kembali dioperasikan dari Bandara Husein. Pilihan ini dipilih karena permintaan yang konsisten dari masyarakat Jawa Barat dan Lampung.
Pesawat ATR 72 dipilih karena cocok dengan panjang landasan dan frekuensi yang direncanakan. Operasi tiga kali seminggu memberi ruang bagi penumpang untuk merencanakan perjalanan tanpa terikat jadwal harian yang ketat.
Selain rute ke Lampung, Lion Group melalui Wings Air akan menambah layanan Bandung-Palembang mulai 7 Agustus 2026. Perluasan ini memperkuat posisi Husein sebagai titik keberangkatan regional di Jawa Barat.
Sambutan Pemerintah Kota dan Manfaat Konektivitas
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut pembukaan rute dengan sikap positif. Ia menilai momen ini sebagai titik awal konektivitas baru yang mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Rute langsung ke Bandara Internasional Radin Inten II dinilai memangkas rantai transit yang sebelumnya memaksa penumpang lewat bandara lain. Kebutuhan bisnis, wisata, pendidikan, dan keluarga mendapat saluran lebih efisien.
Bagi penumpang dari Tasikmalaya, akses ke Husein relatif dekat sehingga rute perdana langsung dimanfaatkan. Hal serupa terjadi pada penumpang asal Lampung yang ingin beraktivitas di Bandung tanpa perjalanan berantai.
Dengan frekuensi Selasa, Kamis, dan Sabtu, masyarakat dapat menyesuaikan jadwal kerja atau libur. Maskapai menekankan bahwa layanan ini menjadi fondasi bagi kemungkinan penambahan frekuensi jika okupansi stabil.
Dampak bagi Bandara Husein dan Rencana Lanjutan
Kehadiran Wings Air sebagai maskapai pertama yang melayani penerbangan berjadwal dari Husein menghidupkan kembali aktivitas terminal penumpang. Staf bandara dan mitra ground handling menyiapkan prosedur standar untuk kelancaran check-in hingga boarding.
Rute Bandung-Lampung menghubungkan dua pusat ekonomi dan pendidikan yang selama ini saling melengkapi. Pelaku usaha kecil hingga menengah dapat mengurangi biaya logistik waktu, sementara mahasiswa dan keluarga lebih leluasa bolak-balik.
Optimaise News menyoroti bahwa pembukaan rute ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong konektivitas udara regional. Sambutan positif dari Wali Kota Bandung memperkuat legitimasi kebijakan bandara kota.
Langkah berikutnya yang sudah diumumkan adalah Bandung-Palembang pada 7 Agustus 2026. Jika pola yang sama diterapkan, Husein berpeluang kembali menjadi hub sekunder yang melayani beberapa destinasi Sumatra.
Penumpang yang sudah mencoba penerbangan perdana menyampaikan kesan positif terhadap kenyamanan kabin ATR 72 untuk jarak menengah. Pengalaman lancar yang disampaikan Kapten Ganda Barocta sejalan dengan umpan balik awal di terminal.
Secara keseluruhan, pengoperasian rute berjadwal tiga kali seminggu memberi kepastian bagi pemesan tiket. Masyarakat di Jawa Barat dan Lampung kini memiliki opsi udara yang jelas, terukur, dan langsung tanpa transit wajib.






