Jakarta, Optimaise News – Dai kondang KH Anwar Zahid memilih tetap menepati jadwal pengajian di Banjarnegara, Jawa Tengah, usai mobil Toyota Alphard yang ditumpanginya dihantam truk trailer di Bojonegoro Senin malam, 10 Agustus 2026. Pemeriksaan di RSUD Padangan memastikan ia dan sopirnya tidak butuh rawat inap, sehingga rombongan segera ganti kendaraan dan melanjutkan perjalanan ratusan kilometer.
Inti artikel
- Kecelakaan terjadi di area perbaikan jalan Tinggang, Kecamatan Padangan, sekitar pukul 22.40, 22.45 WIB
- Alphard bernopol S 148 AH yang sedang antre buka-tutup tersenggol dari belakang hingga ringsek depan dan belakang, tanpa korban jiwa
- Setiba di utara lokasi perbaikan Tinggang, mobil berhenti di belakang truk lain karena antre sistem buka-tutup jalur
Kecelakaan terjadi di area perbaikan jalan Tinggang, Kecamatan Padangan, sekitar pukul 22.40, 22.45 WIB. Alphard bernopol S 148 AH yang sedang antre buka-tutup tersenggol dari belakang hingga ringsek depan dan belakang, tanpa korban jiwa.
Antre buka-tutup Tinggang berujung tabrakan trailer
Menurut rangkuman Optimaise News dari keterangan polisi setempat, Alphard melaju dari utara ke selatan di Jalan Raya Padangan, Ngawi, wilayah Desa Prangi. Setiba di utara lokasi perbaikan Tinggang, mobil berhenti di belakang truk lain karena antre sistem buka-tutup jalur.
Dari belakang datang truk trailer bernopol S 9491 UH (dalam satu sumber tercatat variasi S 9491 H) yang diduga gagal menguasai laju. Benturan menekan Alphard ke kendaraan depan sehingga kap dan bodi depan ikut rusak, sementara bagian belakang ringsek parah.
Pengemudi Alphard berinisial A atau disebut Ansori, santri berusia 31 tahun asal Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Penumpang utama, KH Anwar Zahid (A.A.Z, 52 tahun, juga dari Kanor), dalam perjalanan memenuhi undangan mengaji.
Pemeriksaan medis RSUD Padangan dan status selamat

Setelah tabrakan, kiai bersama sopir dievakuasi ke RSUD Padangan untuk pemeriksaan menyeluruh. Hasil medis tidak mewajibkan perawatan lanjutan; kondisi fisik dinilai aman untuk bepergian.
Tidak ada korban jiwa. Video warga di lokasi sempat beredar, merekam suara yang menyebut mobil “abah kiai, Kiai Anwar Zahid”, memicu kekhawatiran santri dan jamaah di media sosial sebelum kabar kondisi aman tersebar.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian menegaskan: “Iya benar, kejadian tadi malam sekitar pukul 22.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun mobil Alphard yang ditabrak truk rusak bagian depan dan belakang.”
Polisi duga sopir mengantuk: identitas kendaraan diamankan

PS Kasi Humas Polres Bojonegoro Ipda M Abul Wafa menjelaskan urutan kejadian: Alphard antre di belakang truk yang identitasnya belum dirinci, lalu trailer dari belakang menabrak. Dugaan sementara, pengemudi trailer mengantuk hingga tidak mampu mengendalikan kendaraan.
Trailer dikemudikan WP atau Wawan Purwanto (44), warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Muatan disebut oksigen milik PT Bahtera Abadi Gas. “Diduga pengemudi mengantuk sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya,” kata Abul Wafa dalam keterangan tertulis.
Ipda Septian membenarkan dugaan yang sama. Kedua unit, Alphard dan trailer, diamankan di Satlantas Polres Bojonegoro untuk proses lanjutan. Polisi mengimbau pengendara menjaga jarak dan kecepatan di dekat antrean perbaikan jalan.
Dari Alphard rusak ke Innova hitam menuju pengajian
Usai dipastikan aman, KH Anwar Zahid bersama santri beralih ke Toyota Innova berwarna hitam dan meneruskan perjalanan ke Banjarnegara. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, panitia pengajian di Banjarnegara mengonfirmasi kehadiran lewat siaran langsung YouTube Desa Sijenggung.
Perwakilan panitia menyampaikan bahwa beliau mengalami laka dalam perjalanan, sudah diperiksa dokter, dan insyaallah tetap hadir. Ucapan itu disambut rasa syukur penonton live, menandai janji dakwah tetap dipenuhi meski kendaraan mewah rusak total di bagian kunci.
Rangkaian malam itu merangkai antrean buka-tutup, dorongan beruntun ke kendaraan depan, cek medis singkat, hingga ganti Innova: alur yang menegaskan keselamatan penumpang lebih dulu, lalu komitmen mengisi pengajian meski Alphard S 148 AH masih dalam proses di Satlantas.







