Depok, Optimaise News – Satpol PP Kota Depok menertibkan 350 bangunan liar di lahan fasos-fasum UPT Pasar Cisalak pada Senin, 10 Agustus 2026. Penertiban digambarkan sebagai penegakan fungsi lahan setelah putusan 2017 yang dimenangkan Pemkot, digabung skema relokasi ke los dan ruko berlift agar akses jalan serta drainase pulih.
Inti artikel
- Satpol PP Kota Depok menertibkan 350 bangunan liar di lahan fasos-fasum UPT Pasar Cisalak pada Senin, 10 Agustus 2026
- Surat peringatan pertama hingga ketiga dilayangkan untuk 350 bangunan
- Pemilik lapak diberi kesempatan membongkar mandiri plus jeda sekitar satu pekan sebelum alat berat masuk
Dalam rangkuman Optimaise News, aksi itu merespons laporan warga lewat kelurahan dan kecamatan. Bangunan dinilai tak berizin, menutup saluran, dan mengganggu pergerakan di kawasan pasar.
Urutan SP berjenjang hingga jeda seminggu sebelum ekskavator
Surat peringatan pertama hingga ketiga dilayangkan untuk 350 bangunan. Pemilik lapak diberi kesempatan membongkar mandiri plus jeda sekitar satu pekan sebelum alat berat masuk.
SP mulai beredar sejak akhir Juli 2026, diikuti sosialisasi lurah dan camat hampir sebulan. Proses disebut kondusif setelah rangkaian peringatan itu selesai.
Lahan 5.000 m² fasos-fasum dan landasan putusan 2017
Petugas gabungan meratakan ratusan lapak di area sekitar 5.000 meter persegi. Lahan sempat bersengketa; pada 2017 Pemerintah Kota Depok dinyatakan menang perkara dari pihak yang mengaku pemilik.
Papan di lokasi menyebut tanah ahli waris Alm. Kawidjaja Henricus Ang dalam gugatan perdata REG.108/PDT.G/2017/PN.DPK. Status itu menjadi sandaran legal penertiban fasos-fasum UPT.
Relokasi ke los-ruko UPT dengan lift dan asas pasar sehat
Pemkot menyediakan los, ruko, hingga lift di gedung UPT Pasar Cisalak. Kasat Pol PP Depok Dede Hidayat meminta pedagang mengisi los di dalam UPT dan menekankan asas keadilan agar pasar berjalan sehat.
Kapasitas gedung sekitar 1.300 kios; sekitar 650 masih kosong sementara 350 lapak berada di luar. Disdagin Depok Widyati Riyandani menilai 650 slot kosong cukup menampung relokasi. Lapak semi-permanen muncul sejak pasar terbakar lalu dibangun ulang, lebih dari 10 tahun. Sekitar 100 dari 350 lapak sempat difungsikan sebagai rumah tinggal.
Petugas bantu angkut barang sebelum dua ekskavator turun
Sejumlah pedagang memindahkan barang dagangan. Satpol PP membantu angkut sebelum dua ekskavator dipakai meratakan bangunan.
Sekitar 240 personel gabungan Satpol PP, TNI-Polri, Garnisun, Subdenpom, dan Kejaksaan dilibatkan. Satgas SDA serta Dishub ikut membersihkan area luar. Pengelolaan parkir pihak ketiga diputus; BKD Depok Kharisma Eka Putra menyebut alih kelola ke Dishub.
Keluhan akses jalan dan drainase yang memicu laporan warga
Bangunan liar menutup saluran drainase dan mempersempit akses jalan. Itu yang memicu laporan masyarakat ke kelurahan-kecamatan hingga naik ke Satpol PP.
Pedagang tahu-tempe Mur, yang berjualan lebih dari 25 tahun dan pindah ke luar sejak kebakaran 1999, tampak sembab mata saat lapak dirobohkan. Optimaise News mencatat dari keterangan sumber bahwa penertiban digabung opsi isi kios dalam gedung agar usaha bisa berlanjut di pasar yang tertata.







